Thursday, 16 March 2017

Ketika Matahari Di Dekatkan (Padang Mahsyar)

Padang Mahsyar merupakan terminal, negeri persinggahan yang akan membuat jantung seluruh manusia berdegub kencang. Tiada lagi mata yang sanggup terpejam saking tegangnya masa-masa itu. Inilah masa ketegangan yang membuat keringat deras mengucur dari tubuh-tubuh manusia. Masa penantian yang terasa sangat lama bagi orang-orang kafir dan pendosa. Meski hanya sehari dalam bilangan akhirat, namun dirasa bagai 50.000 tahun bagi para kafir tersebut. Di tengah padang luas tak bertepi inilah seluruh makhluk akan dikumpulkan sedari awal penciptaan hingga yang terakhi, mulai dari manusia, jin, bahkan binatang, seluruhnya akan berkumpul di satu tempat.
Pada hari itu matahari didekatkan ke kepala makhluk sampai jarak satu mil. Rasulullah bersabda: “Banyaknya keringat manusia berdasarkan amal-amalnya. Di antara mereka ada yang keringatnya mencapai kedua mata kakinya, di antara mereka ada yang mencapai dua lututnya, dan di antara mereka ada yang keringatnya mencapai pinggangnya dan di antara mereka ada yang sampai meminum keringatnya sendiri”. Nabi memberi isyarat dengan memasukkan tangannya ke dalam mulut. Dan kalau mereka bukan makhluk yang diciptakan dengan perlindungan, maka mereka akan hancur dan meleleh karena panasnya.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ
“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (HR.Muslim)

Dalam hadits lain, masih riwayat Bukhari dan Muslim dari haditsnya Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي الْأَرْضِ سَبْعِينَ ذِرَاعًا وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ» [أخرجه البخاري و مسلم

“Kelak pada hari kiamat manusia akan berkeringat sampai kiranya kalau dikumpulkan dimuka bumi, keringatnya sampai tujuh puluh hasta. Dan menenggelamkan mereka sampai ke telinganya“.(HR Bukhari)

Jika matahari di dunia ini didekatkan ke bumi dengan jarak 1 mil, niscaya bumi akan terbakar. Bagaimana mungkin di akherat kelak matahari didekatkan dengan jarak 1 mil namun makhluk tidak terbakar?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa pada hari Kiamat kelak tatkala manusia dikumpulkan di padang mahsyar, kekuatan mereka tidaklah sama dengan kekuatan mereka ketika hidup di dunia. Akan tetapi mereka lebih kuat dan lebih tahan. Seandainya manusia sekarang ini berdiri selama 50 hari di bawah terik matahari tanpa naungan, tanpa makan, dan tanpa minum, niscaya mereka tidak mungkin mampu melakukannya, bahkan mereka akan binasa. Namun pada hari Kiamat kelak, mereka mampu berdiri selama 50 tahun tanpa makan, tanpa minum, dan tanpa naungan, kecuali beberapa golongan yang dinaungi Allah Ta’ala. Mereka juga mampu menyaksikan kengerian-kengerian yang terjadi. Perhatikanlah keadaan penghuni Neraka yang disiksa (dengan begitu kerasnya), namun mereka tidak binasa karenanya. Allah Ta’ala berfirman:

كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَ (56)
“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (An-Nisa’: 56). (Syarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/135)

Sungguh, keringat-keringat yang keluar sesuai kadar dosa mereka sangatlah menyiksa, belum lagi lamanya menunggu keputusan Allah bagi masing-masing hamba. Padahal hamba yang dikumpulkan di padang Mahsyar sangatlah banyak, entah berapa triliun makhluk Allah yang terkumpul disana, hanya Allah yang Maha Mengetahui jumlah mereka yang sebenarnya. Seluruh makhluk mengantri, menunggu giliran untuk dipanggil, diadili, dan menunggu keputusan Allah. Padahal satu hari di akhirat adalah sama dengan 1000 tahun di dunia. Sebagaimana dijelaskan oleh firman Allah :

“Sesungguhnya sehari di sisi Rabbmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitungan kalian.” (Al-Hajj : 47)


Sunday, 11 December 2016

Benarkah Yajuj Majuj Terkurung Di Tembok Cina

Soal :

Fadhilatus Syaikh, telah tersebar dari Syaikh Abdurrahman ibn As Sa’di rahimahullah ‘alaihi bahwasanya beliau berkata telah nampak kaum Ya’juj dan Ma’juj dan sesungguhnya mereka adalah bangsa Cina. Setelah merujuk pada tafsir (yang ditulis oleh As Sa’di) beliau hanya menjelaskan bahwa Ya’juj dan Ma’juj akan keluar di akhir zaman dan bahwasanya mereka akan melakukan pengrusakan di muka bumi, dan keluarnya mereka adalah diantara tanda-tanda besar hari kiamat. Maka apakah As Syaikh (As Sa’di) meralat perkataannya yang pertama ataukah ada dua pendapat dalam masalah ini? Dan pendapat mana yang Anda rajihkan dalam perkara ini? Jazakumullah khaira.


Jawab :

As Syaikh ‘Abdurrahman ibn As Sa’diy rahimahullah adalah guru kami, dan banyak orang menukil terkait apa yang dinisbatkan sebagai pendapat beliau bahwasanya Ya’juj dan Ma’juj adalah bangsa Cina yaitu bangsa yang ada di balik pegunungan Kaukasus.

Pada dasarnya, beliau rahimahullah tidak pernah berkata sesuatu apapun kecuali dengan membawakan dalil bersumber dari Al Qur’an dan As Sunnah, dan dengan menyertakan perkataan ulama sebelumnya. Akan tetapi kalangan pengikut hawa nafsu mereka menempelkan argumen selemah jaring laba-laba dalam upayanya untuk menyamarkan apa yang telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala, dengan maksud karena hasadnya mereka kepada beliau.

Maka sesungguhnya guru kami rahimahullah tidaklah berkata bahwa Ya’juj dan Ma’juj baru akan keluar di akhir zaman, bahkan Ya’juj dan Ma’juj sudah ada di zaman sekarang ini. Tidak mungkin perkataan ini keluar berdasarkan akal semata terlebih lagi dari seorang berilmu yang kapasitasnya diakui sebagai Al ‘Allamah di zamannya rahimahullah, sesungguhnya beliau berkata,

“Sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj telah ada saat ini, dan Al Qur’an menunjukkan akan hal itu. Allah Ta’ala berfirman tentang Dzulqarnain,

حَتَّى إِذَا بَلَغَ مَطْلِعَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَطْلُعُ عَلَى قَوْمٍ لَمْ نَجْعَلْ لَهُمْ مِنْ دُونِهَا سِتْراً * كَذَلِكَ وَقَدْ أَحَطْنَا بِمَا لَدَيْهِ خُبْراً * ثُمَّ أَتْبَعَ سَبَباً يعني: سار حَتَّى إِذَا بَلَغَ بَيْنَ السَّدَّيْنِ وَجَدَ مِنْ دُونِهِمَا قَوْماً لا يَكَادُونَ يَفْقَهُونَ قَوْلاً * قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجاً عَلَى أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدّاً

“Hingga ketika dia sampai di tempat terbit matahari (sebelah timur) didapatinya (matahari) bersinar di atas suatu kaum yang tidak Kami buatkan suatu pelindung bagi mereka dari (cahaya) matahari itu. Demikianlah, dan sesungguhnya Kami mengetahui segala sesuatu yang ada padanya (Dzulkarnain). Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga ketika dia sampai di antara dua gunung, didapatinya di belakang kedua gunung itu suatu kaum yang hampir tidak memahami pembicaraan. Mereka berkata, “Wahai Dzulkarnain! Sungguh, Ya’juj dan Ma’juj itu (sekelompok manusia) yang berbuat kerusakan di bumi, maka bolehkah kami membayarmu imbalan agar engkau membuatkan dinding penghalang antara kami dan mereka” (QS. Al Kahfi : 90-94).

Berdasarkan ayat di atas, Ya’juj dan Ma’juj sudah ada saat ini. Allah Ta’ala juga berfirman bahwa mereka adalah kaum yang suka berbuat kerusakan di muka bumi, maka kaum itu memberikan harta mereka supaya Dzulqarnain membuatkan pembatas antara mereka dan Ya’juj Ma’juj. Maka Dzulqarnain pun menjawab,

آتُونِي زُبَرَ الْحَدِيدِ

“Berilah aku potongan-potongan besi!” (QS. Al Kahfi : 96).

Mereka pun membawakan besi dan akhirnya tersusunlah besi itu satu sama lain hingga dinding itu rata tingginya di antara kedua puncak gunung. Dzulqarnain pun meminta dibawakan potongan besi yang dilelehkan dan dituangkan dari atas dinding itu. Jadilah dinding itu layaknya gunung dari besi.

فَمَا اسْطَاعُوا أَنْ يَظْهَرُوهُ

“Maka mereka pun (Ya’juj dan Ma’juj) tidak dapat mendakinya” (QS. Al Kahfi : 97).
Mereka tidak dapat mendakinya karena tingginya dinding, tidak pula dapat menggalinya karena bahannya terbuat dari besi. Dzulqarnain pun berkata,

هَذَا رَحْمَةٌ مِنْ رَبِّي فَإِذَا جَاءَ وَعْدُ رَبِّي جَعَلَهُ دَكَّاءَ وَكَانَ وَعْدُ رَبِّي حَقّاً

“Ini adalah rahmat dari Rabbku maka apabila janji Tuhanku sudah datang, Dia akan menghancurluluhkannya; dan janji Tuhanku itu adalah benar” (QS. Al Kahfi : 98).

وَتَرَكْنَا بَعْضَهُمْ يَوْمَئِذٍ يَمُوجُ فِي بَعْضٍ

“Dan pada hari itu Kami biarkan mereka (Ya’juj dan Ma’juj) berbaur antara satu dengan yang lain” (QS. Al Kahfi : 99).

Alhasil, bahwasanya guru kami rahimahullah tidak memiliki dua pendapat dalam masalah ini. Bahkan hanya ada satu pendapat berdasarkan dalil dari Kitabullah ‘azza wa jalla dan demikian pula pendapat ulama lain. Bahkan sesungguhnya Rasulullah shallallaahu alaihi wa sallam menetapkan hal tersebut, beliau bersabda,

يقول الله تعالى: يا آدم –يعني: يوم القيامة– فيقول: لبيك وسعديك. فيقول: أخرج من ذريتك بعثاً إلى النار. قال: يا ربِّ وما بعث النار؟ قال: تسعمائة وتسعة وتسعون من كل ألف) يعني: تسعمائة وتسعة وتسعين من بني آدم كلهم في النار وواحد في الجنة، (فَكَبُر ذلك على الصحابة وعظم عليهم وقالوا: يا رسول الله! أين ذلك الواحد؟ قال: أبشروا فإنكم في أمتين ما كانتا في شيء إلا كثرتاه يأجوج ومأجوج

Allah berfirman, “Wahai Adam. Ia pun menjawab, “Ya, aku memenuhi panggilan-Mu”. Allah berfirman, “Keluarkanlah ba’tsun naar (utusan neraka)!” Ia bertanya, “Apakah ba’tsun nar itu?” Allah berfirman, “Dari setiap 1000 orang, 999 orang sebagai menghuni neraka (sehingga 1 orang masuk surga -pent). Para shahabat pun gempar dan bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah di antara kami yang termasuk satu orang (yang satu) itu?” Beliau bersabda, “Bergembiralah! Sesungguhnya dari kalian satu orang dan dari Ya`juj dan Ma`juj seribu orang”. (HR. Bukhari).

Hadits ini jelas menunjukkan bahwa :


Ya’juj dan Ma’juj termasuk dari kalangan anak Adam


Ya’juj dan Ma’juj masuk neraka seluruhnya


Ya’juj dan Ma’juj sudah ada saat ini menurut pandangan kami berdasarkan dalil dari Al Qur’an dan As Sunnah. Akan tetapi mereka yang telah ada saat ini bukanlah mereka yang nanti akan keluar di akhir zaman. Bahkan akan datang kaum yang lahir belakangan, mereka keluar di akhir zaman dan berbuat kerusakan di muka bumi sebagaimana kerusakan yang diperbuat nenek moyang mereka.

***

Sumber : http://islamancient.com/play.php?catsmktba=20952

Penerjemah: Yhouga Mopratama Ariesta

Artikel Muslim.or.id

Sunday, 13 November 2016

Kaki Tangan Dajjal Mencengkram Indonesia

Dajjal adalah pemimpin Yahudi yang dijanjikan akan muncul di akhir zaman. Dia termasuk salah satu makhluk Allah yang ditangguhkan usianya hingga waktu tertentu. Selama masa persembunyiaannya, Dajjal terus menyusun rencana, strategi dan makar agar di hari kemunculannya Dia benar-benar dipertuhankan oleh manusia. Sangat mustahil jika keluarnya Dajjal di dunia yang hanya 40 hari –dengan tiba-tiba- dia menjadi pemimpin yang sangat ditaati, ditakuti dan dipuja banyak manusia. Tidak mungkin manusia akan tunduk dan takluk seketika –dengan sepenuh hati dan jiwa- pada sosok manusia yang sama sekali belum diketahui. Terlebih bahwa terminologi Dajjal selalu identik dengan keburukan, kejahatan, kebusukan dan lambang kerusakan.

Jika seperti ini hakikat Dajjal yang sesungguhnya (jahat, kotor, busuk, licik dan durjana), mengapa di akhir zaman kelak manusia akan bercita-cita untuk bergabung dengan Dajjal ? mengapa kaum wanita akan berbondong-bondong untuk menjadi pengikut setianya ? mengapa orang mukmin yang memiliki iman terkuat sekalipun disarankan untuk tidak mendekatinya ? bahkan orang-orang munafik termasuk yang fasik dari penduduk Madinah juga akan ikut bergabung dengan Dajjal ?

Fenomena di atas jelas-jelas menggambarkan bahwa Dajjal telah melakukan penetrasi ideologi secara terus-menerus dan simultan selama berabad-abad. Kaki tangan Dajjal terus bekerja selama ribuan tahun dengan gaya dan strategi yang memungkinkan manusia tidak lagi menolak Dajjal sebagai sosok pemimpin akhir zaman. Kaki tangan Dajjal akan terus menebar jaring-jaring fitnahnya (materialisme – atheisme – zionisme) sehingga seluruh dunia tidak lagi berkutik melawannya. Tokoh-tokoh pemimpin dunia terus dimunculkan Dajjal untuk menggiring opini agar dunia tunduk di bawah keinginnnya. Berbagai kebijakan internasional, sistem pengendalian dunia, dan tatanan negara dimanapun selalu dibawa untuk mendukung kebijakan sistem Dajjal ini.

Sai Baba mungkin saja tertuduh sebagai Dajjal, atau hanya salah satu dajjal-dajjal pendusta yang dijanjikan. Meski berbagai ‘kemampuan’ yang dimilikinya mirip dengan yang dilakukan oleh Dajjal, tetapi bahayanya bagi umat Islam justru terletak pada ideologi yang dibawanya. Apa yang ditawarkan oleh Sai Baba dari berbagai ritual dan ajarannya, itulah yang saat ini sedang mengepung umat Islam di Indonesia. Beragam ideologi sesat yang mengepung umat Islam menjelaskan adanya indikasi upaya sistematik kaki tangan Dajjal untuk menancapkan kuku kekuasaannya. Berbagai paham dan ideologi yang menjadi perpanjangan Zionis-Yahudi terus ditebar. Tujuannya; agar seluruh manusia bersedia untuk menyambut Sang Dajjal jika hari yang dijanjikan telah tiba.

Sumber : granada media tama

Friday, 30 September 2016

Tidak Ada Satu Kafirpun Yang Mencium Nafasnya Kecuali Pasti Meninggal Dunia

Nabi Isa bakal turun pada kelompok yang diberi pertolongan oleh Allah yang berperang untuk menegakkan kebenaran serta bersatu-padu menghadapi Dajjal. Nabi Isa 'alaihi salam. turun pada waktu sedang diiqamati shalat, lantas beliau shalat di belakang pemimpin kelompok itu. Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

Ketika Allah sudah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyiq dengan mengenakan dua buah kostum yang dicelup dengan waras serta za’faran, serta kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, serta apabila diangkatnya kelihatan landai semacam mutiara. 

Maka tak ada orang kafirpun yang mencium nafasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lain Isa mencari Dajjal sampai menjumpainya dipintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Lalu Isa datang terhadap sebuahkaum yang sudah dilindungi oleh Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka serta memberi tahu mereka mengenai derajat mereka di surga.
(Shahih Muslim, Kitab al-Fitan wa Asyrathis Sa ‘ah, Bab DzikrAd-Dajjal 18: 67-68).

Banyak Khilaf di antara Ulama Tentang dimana Nabi Isa 'alaihi salam turun, tetapi banyak diantara Ulama Ahli Hadits mengisyaratkan Bahwa Nabi Isa 'alaihi salam Turun di Masjid Jami' Umawi Damaskus yang sekarang ini bernama Suriah , yang kita ketahui bagaimana pun hebat pertempuran disana (semoga Allah Subhanahu wata'ala menyelaatkan Saudara-saudara kita dan melenyapkan musuh-musuhnya) Masjid ini masih terjaga ..

Semoga kita salah satu dari pasukan dibawah komando Nabi Isa 'alaihi salam

Monday, 26 September 2016

Turunnya Nabi Isa 'Alaihi Salam Untuk Membunuh Dajjal

Dari An Nawwas bin Sam’an berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menyebut Dajjal, beliau melirihkan suara dan mengeraskannya hingga kami mengiranya berada di sekelompok pohon kurma. “Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za’faran) seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air pun menetas. Bila ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh bau nafasnya sejauh mata memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga. … (HR. Muslim no. 2937

Yang dimaksud menara putih sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah. Beliau berkata, “Aku telah melihat di beberapa kitab bahwa sebenarnya turun Isa bin Maryam adalah di menara putih yang terletak di sebelah timur Jaami’ Damaskus. Inilah riwayat yang benar dan lebih kuat. Adapun riwayat yang menyatakan bahwasanya Isa turun di menara putih di sebelah timur Damaskus, maka itu hanya ungkapan perowi saja dari apa yang ia pahami. Yang benar, di Damaskus tidak ada menara yang dikatakan di sebelah timurnya. Yang ada hanyalah menara yang ada di sebelah timur Jaami’ Al Umawi. Inilah penyebutan yang lebih tepat. Karena ketika Nabi Isa turun, maka akan ditegakkan shalat.” 

“Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara Putih’(Al-Mannaratul Baidha’) di Timur Damsyik”. (HR Thabrani dari Aus bin Aus)

“Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat, sehingga turunlah Isa Ibn Maryam, maka berkatalah pemimpin mereka (Al-Mahdi): “Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam)”. (HR Muslim & Ahmad).

“Tiba-tiba Isa sudah berada di antara mereka dan dikumandangkanlah shalat, maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam shalat) wahai ruh Allah.” Ia menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami shalat kamu”. (HR Muslim & Ahmad).

Hal pertama yang dilakukan Nabi Isa setelah turun dari langit adalah menuaikan shalat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadist-hadist di atas. Nabi Isa akan menjadi makmum dalam shalat yang di imami oleh Imam Mahdi. Kedatangan Nabi Isa akan didahului oleh kondisi dunia yang dipenuhi kedzaliman, kesengsaraan dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia. Setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan Dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi, setelah Dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa akan diturunkan dari langit untuk menumpas Dajjal.

Turunnya nabi Isa ke bumi mempunyai misi menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama, ia akan bekerjasama dengan Imam Mahdi memberantas semua musuh-musuh Allah.

Intinya, misi Isa bin Maryam ketika turun ke muka bumi sebagaimana diterangkan dalam berbagai hadits adalah:
(1) membunuh Dajjal,
(2) menghancurkan salib-salib,
(3) membunuh babi,
(4) memberlakukan jizyah dan setelah berimannya umat-umat lain baru mengapuskan jizyah,
(5) menghancurkan agama selain Islam dan yang tersisa di muka bumi hanyalah Islam,
(6) memusnahkan Ya’juj dan Ma’juj, serta
(7) menjadi imam dan hakim yang adil dengan menegakkan syari’at Islam.


Dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada antara aku dan dia (nabi Isa AS) seorang nabi pun. Nabi Isa kelak akan turun, dan jika kalian melihatnya maka kenalilah (akuilah) dia. Dia adalah lelaki dengan tubuh sedang (tidak tinggi dan tidak pendek), berkulit merah keputih-putihan, mengenakan pakaian berwarna kekuning-kuningan dan tidak terlalu besar. (wajahnya) bersih dan cerah. Dia akan memerangi manusia untuk menegakkan kembali Islam, ia akan menghancurkan salib, membunuh babi dan memberlakukan jizyah. Ketika itu (jaman kedatangan nabi Isa) Allah akan menghancurkan semua agama selain Islam, ia juga akan menghancurkan Dajjal. Ia akan tinggal di dunia selama empat puluh tahun, kemudian ia meninggal dunia lagi dan kaum muslimin pun menyalatinya." Shahih: Qishshah Ad-Dajjal, Ash-Shahihah (2182).

Kamu Akan Memerangi Jazirah Arab

Rasulullah bersabda, “Kamu akan memerangi semenanjung Arabia. Maka musuh pertama yang memerangi Al Mahdi (setelah terjadinya pembenaman tentara Sufyani yang pertama ke dalam bumi) adalah pasukan semenanjung Arab yang terdiri dari kaum Muslimin dan dipimpin oleh seorang laki-laki yang berasal dari suku Quraisy (Laki-laki ini ada kemungkinan adalah laki-laki yang bernama Sufyani berdasarkan kitab Al Qurthubi yang berjudul: At Tadzkirah). Yang mana ia meminta kepada suku para pamannya yaitu suku Kalab (sebagian orang mengatakan bahwa para penguasa/emir - Kuwait berasal dari suku Kalab). Kemudian mereka berangkat untuk memerangi Al Mahdi, akan tetapi Imam Mahdi mengalahkan mereka dengan seburuk-buruk bentuk kekalahan serta mendapatkan harta rampasan perang yang luar biasa banyaknya.”

Sebagian riwayat hadis menyebutkan: “Adalah suatu kerugian bagi siapa saja yang tidak pernah melihat harta rampasan perang suku Kalab. Dan dengan perang ini, maka dapatlah Al Mahdi menaklukkan dan berkuasa terhadap seluruh semenanjung Arabia.”

Disini Kuwait pun takluk juga dan yang dikatakan negara yang lebih kecil dari tulang ekor akan kembali ke tubuhnya. Dan wilayah negara kuwait ternyata benar-benar mirip tulang ekor.

Dari Abu Hurairah Ra., bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:"Tidak terjadi hari qiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates, yaitu sebuah sungai yang ada di Iraq) menjadi surut airnya sehingga kelihatan sebuah gunung dari emas. Banyak orang yang terbunuh karena memperebutkannya. Maka terbunuhlah sembilan puluh sembilan dari seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata. "Mudah-mudahan akulah orang yang selamat itu.

"Di dalam riwayat lain disebutkan: "Sudah dekat suatu masa di mana Sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu kelihatan perbendaharaan dari emas, maka siapa saja yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun dari harta itu." (HR. Bukhari Muslim).

Sementara itu akibat mulainya rangkaian 3 tahun kemarau, di seputar wilayah Iraq telah terlihat gunung emas dari sungai Efrat dan muncul pula hamparan permata diseputar wilayah Syria, saat itu juga bangsa-bangsa lain termaksut Rum disibukkan dengan pengiriman pasukan-pasukan ke Iraq dan Syria dan saling berperang merebutkan gunung emas Efrat dan permata, mungkin disebabkan semua negara-negara ini butuh harta berlimpah untuk menanggung krisis akibat rangkaian 3 tahun kemarau, kekeringan, kebakaran, kelaparan dan asap dan bencana-bencana multi dimensi lain di negerinya. Bencana kemarau tidak terlalu mengefek di Arab dan kebakaran hutan pun tidak ada, sumber air zam-zam juga aman.

Rasul bersabda, “Kamu akan memerangi semenanjung Arabia, lalu Allah akan menaklukkannya untukmu. Setelah itu Persia, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian Rum, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu akan memerangi Dajjal, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu.” Diriwayatkan oleh Muslim dari Nafi’ bin ‘Atabah. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dan Ibn Majah.

Karena sebab kedua harta simpanan ini, tentara Mahdi menjadi aman dari gangguan bangsa Rum dengan perjanjian tidak ikut serta dalam perebutan 2 harta karun tersebut dan lalu dimanfaatkan Imam Mahdi menyibukan diri pula menaklukkan dan menggalang kekuatan di semanjung Arab lainnya, itulah bagian strategi Imam Mahdi, yang salah satu tujuannya agar mengulur waktu agar tentara Muslim lebih tambah kuat dahulu.

Dan setelah menguasai semenajung Arab dan kekuatan terkumpul, akhirnya tentara Mahdi bergabung dengan bangsa Rum melawan Persia yang mungkin dibantu oleh pasukan Rusia, China dan India atau yang disebut suku Khuz dan Kirman, kemungkinan sebabnya adalah perpanjangan masalah Iraq dan Syria dengan gunung emas Efrat dan permatanya, dan bangsa Rum seakan-akan memanfaatkan tentara Mahdi agar tujuan mereka mendapatkan harta karun berhasil, padahal tentara Mahdi tidak ada minat untuk mengambil harta ini saat itu karena memang belum saatnya dibagi-bagikan oleh Imam Mahdi pada rakyatnya, dan ini padahal malahan jadi manfaat bargaining dari Imam Mahdi untuk mendapatkan keuntungan dan keamanan dari kerjasama ini. Setelah Persia kalah dan tentara Imam Mahdi balik ke Madinah, terjadilah pengkhianatan dari bangsa Rum. Pertempuran melawan bangsa Rum akan berkecamuk di Syiria, dekat kota Damaskus, yakni disuatu tempat yang bernama A’maq dan Dabiq: “Kiamat takkan terjadi sehingga bangsa Romawi singgah di Al-A’maq* atau di Dabiq*. Lalu mereka diserbu oleh balatentara dari Madinah, yang merupakan penduduk dunia yang terbaik waktu itu. (Muslim bin Hajjaj dari Abu Hurairah RA) *Al-A’maq dan Dabiq adalah nama dua tempat di Syria dekat kota Halab (Alepo).

Dari auf bin malik bahwasanya Rosulullah bersabda; `hitunglah enam hal menjelang kiamat, yaitu: kematianku, kemudian penaklukan baitul maqdis, kemudian kematian massal seperti penyakit qu`as pada kambing, kemudian melimpahnya harta, hingga seseorang di beri seratus dinar, ia masih merasa tidak suka, Kemudian fitnah yang memasuki setiap rumah orang Arab, kemudian perdamaian antara kamu dan bani ashfar [kafir] lalu mereka berhianat dan mendatangi kamu dengan 80 panji yang di setiap panjinya ada 12000 prajurit. HR Bukhori

Rasulullah S.A.W. dalam hadist menyebutkan bahwa ini adalah rangkaian dari perang yang berlarut larut, yang akan dimulai ketika umat muslim sedang dalam keadaan sangat lemah, hingga pada akhirnya umat muslim akan memimpin dunia. Dan ini akan menjadi masa fitan (carut marut) terbesar, tetapi juga akan menjadi masa penuh berkah

Friday, 23 September 2016

Kisah As-Sufyani (Diktator Yang Mengejar Al-Mahdi)

Sebelum kedatangan Imam Mahdi akan muncul keluarga Sufyani. Mereka sangat keji, suka membunuh, dan tidak pernah beribadah kepada Allah. Ada salah satu hadist yang membuktikannya.

Hudzaifah al-Yamani (ra) meriwayatkan, Sesungguhnya Nabi (SAW) pernah menyebutkan fitnah yang akan terjadi antara orang Timur dan Barat. Beliau (SAW) pernah berkata, ….kita juga akan mendapatkan ujian, (yaitu) akan muncul Sufyani dari bukit tandus. Ia berkuasa di Damaskus, kemudian mengutus dua bala tentara. Tentara pertama diperintahkannya menuju ke arah timur, sedangkan tentara kedua menuju ke Madinah, Ketika mereka sampai di negara Baylonia, tepatnya di sebuah kota yang dilaknat, mereka membunuh lebih dari 3000 jiwa. Dan memperkosa tak kurang dari 100 orang wanita. Mereka menymbelih 300 kambing milik sebuah kaum Bani Abbas.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas (ra), ia berkata, Sufyani akan muncul dan melakukan peperangan, mereka membelah perut-perut wanita hamil dan memasak bayi-bayi mungil dalam kuali besar.
Sabda Nabi SAW, “Sebelum (munculnya) al-Mahdi, as-Sufyani akan muncul bersama-sama 360 pasukan (tentera) berkuda, kemudian dengan diiringi oleh 30,000 (tentera) yang dipimpin oleh Kalb, iaitu bapa saudaranya. As-Sufyani kemudian mengerahkan askarnya ke Iraq. Dalam serangan ini, 100,000 orang terbunuh di Zaurak, iaitu suatu kota di Timur. Setelah itu, mereka menyerbu Kufah. Lantas (ketika itu) muncullah Panji-panji (Hitam) dari Timur. Yang memegang benderanya ialah seorang Pemuda dari Bani Tamim yang digelarkan Syuaib bin Saleh. Dia (at-Tamimi itu) kemudian menyerang sekelompok tawanan daripada penduduk Kufah dan membunuh semuanya. Setelah itu as-Sufyani mengerahkan sebahagian tenteranya (pergi menyerang) Madinah. Mereka terus menyerang Madinah selama tiga hari lalu menuju ke Makkah. Ketika mereka sampai di al-Baidak, Allah memerintahkan Jibril supaya menghentakkan kakinya dengan sekali hentakan, yang mana dengan hentakan itu, mereka jadi terbenam ke dalam bumi sehingga tidak berbaki melainkan dua orang yang kemudian menyampaikan (perihal) peristiwa tersebut kepada as-Sufyani. Tetapi as-Sufyani tidak menghiraukannya. Lalu dia mengirimkan dua orang (keturunan) Parsi untuk meminta bantuan (kerajaan Romawi) menaklukkan Kostantinopel. Oleh raja Romawi, permintaannya ini segera dikabulkan (lalu dihantar pasukan tentera yang ramai untuk membantu). Tetapi ketika kedua-dua orang (utusan) ini sampai di pintu gerbang Damsyik, mereka dibunuh orang. Selain itu, as-Sufyani juga membunuh orang yang mengingkari dirinya, bahawa ada seorang perempuan duduk-duduk di atas pahanya di pintu gerbang di Damsyik. Ketika itulah terdengar satu seruan dari langit, “Wahai (sekalian) manusia, sesungguhnya Allah telah membinasakan orang-orang yang zalim, orang-orang munafik dan sekutu-sekutu mereka. Allah telah mengangkat seorang yang terbaik dari umat Muhammad SAW sebagai pemimpin kamu semua. Oleh itu, sambutlah dia di Makkah. Dia adalah al-Mahdi yang bernama Ahmad bin Abdullah.” Lalu ada satu pertanyaan kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah kami dapat mengenalinya?” Jawab baginda, “Dia adalah dari keturunanku, iaitu perawakannya seakan-akan Bani Israel, kulitnya kemerah-merahan seolah-olah wajahnya bercahaya laksana bintang, pipi kanannya bertahi lalat hitam (yang hidup). Dia tampan orangnya, berusia 40 tahun. Dia akan didatangi oleh Wali-wali Abdal dari Syam, Wali-wali Nujabak dari Mesir, Asoib dari Timur dan pengikut-pengikutnya. Mereka kemudian pergi ke Makkah bersama-sama, lantas (setelah membaiat Imam Mahdi) berangkat (pula) ke Syam. Waktu itu, Jibril berada di depannya dan Mikail berada di belakangnya. Penghuni langit, penduduk bumi, burung-burung, binatang buas dan ikan-ikan di laut semuanya suka/redha kepadanya. Air menjadi mudah (didapati) di mana-mana negeri pun yang dikuasainya, sungai-sungainya mengalir (deras dan banyak), harta karun (melimpah ruah dan) mudah didapati. Dia lantas pergi ke Syam dan menyembelih as-Sufyani di bawah pokok yang dahan-dahannya (menjulur) sampai ke Laut Tibriyah.”

Sabda Nabi SAW, "Seorang lelaki bernama As-Sufyani akan datang dari tengah kota Damsyik. Kebanyakan tenteranya adalah dari Bani Kalb. Dia akan membunuh (ramai orang) sehingga memperkosa wanita dan membunuh kanak-kanak. Maka datanglah suatu kaum dari Qais lalu membunuh mereka semuanya. Kemudian keluarlah seorang lelaki dari ahli keluargaku di Al-Hirrah dan berita itu sampai kepada As-Sufyani. Dia segera menghantar pasukan tenteranya tetapi menderita kekalahan (teruk). As-Sufyani bangun memimpin sendiri pasukan tenteranya sehingga mereka sampai di kawasan gurun lalu ditelan oleh bumi.”


Kerancuan gambaran dari kedua berita ini adalah “Ketika mereka sampai di al-Baidak, Allah memerintahkan Jibril supaya menghentakkan kakinya dengan sekali hentakan, yang mana dengan hentakan itu, mereka jadi terbenam ke dalam bumi sehingga tidak berbaki melainkan dua orang yang kemudian menyampaikan (perihal) peristiwa tersebut kepada as-Sufyani. Tetapi as-Sufyani tidak menghiraukannya.” Dengan “Kemudian keluarlah seorang lelaki dari ahli keluargaku di Al-Hirrah dan berita itu sampai kepada As-Sufyani. Dia segera menghantar pasukan tenteranya tetapi menderita kekalahan (teruk). As-Sufyani bangun memimpin sendiri pasukan tenteranya sehingga mereka sampai di kawasan gurun lalu ditelan oleh bumi”

Tuesday, 20 September 2016

Perang Besar , Malhamah Al Kubra

Seusai peperangan dengan bangsa Persia ini beres dengan kemenangan, umat Islam kembali ke Madinah, tetapi bangsa Rum berkhianat dengan mengambil alih Syria serta hartanya serta mengatakan “salib telah menang”, maka berangkatlah pasukan paling baik dari Madinah untuk berperang dengan bangsa Rum.

Romawi bakal menyerangmu bahkan  mereka berkemah di Al-A’maq, di Syam. Jadi pasukan dari Madinah bakal menghadang mereka serta mereka adalah umat yang paling baik pada saat itu. Lalu Romawi meminta umat muslim untuk menyerahkan orang-orang Romawi yang menjadi muallaf serta ingin membunuh pula orang-orang Khuz serta Kirman (atau orang-orang dari koalisi lain versus tanding Rum pada perebutan 2 harta simpanan) yang telah menjadi muallaf yang sempat menjadi musuh dalam perang mereka yang istilahnya “pernah menawan kami”. Tetapi umat muslim tidak mau menyerahkan mereka, sebab orang-orang Romawi serta Khuz serta Kirman yang muallaf itu telah menjadi saudara kami dalam Islam.

Akhirnya mereka berperang, semacamga dari pasukan umat Muslim lari ketakutan/kalah, Allah SWT tidak bakal sempat menerima taubat mereka. Semacamga pasukan lagi bakal tewas serta mereka adalah syuhada paling baik di mata Allah SWT, serta semacamga update bakal mendapatkan kemenangan. Golongan semacamga yang bakal menang ini, tidak ada tuduhan yang bakal menimpa mereka selamanya. Semacam difotokan hadis dibawah ini :

Tidak bakal terjadi hari kiamat bahkan  bangsa Romawi turun ke medan perang di sebuahtempat bernama A'maq alias Dabiq, jadi ada sekelompok pasukan dari Madinah yang keluar menghadapi mereka. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi ketika itu. Serta tatkala mereka berhadapan, pasukan Romawi mengatakan: 'Biarkanlah kami memerangi orang-orang yang menawan kami! 'Kaum muslimin menjawab: 'Tidak, demi Allah, kami tidak bakal membiarkan anda memerangi saudara-saudara kami.' Maka terjadilah peperangan antara mereka. Lalu ada semacamga yang kalah dimana Allah tidak bakal mengampuni dosa mereka untuk selamanya, serta semacamga lagi tewas sebagai sebaik-baik para syuhada' di segi Allah, serta semacamga lagi Allah memberbagi kemenangan terhadap mereka. Mereka tidak bakal ditimpa sebuah tuduhan untuk selamanya, lalu setelah itu mereka menaklukkan kostantinopel. Serta ketika mereka sedang membagi-bagi harta rampasan perang serta tengah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun, tiba-tiba setan meneriaki mereka 'Sesungguhnya Al Masih Dajjal telah keluar di tengah-tengah keluarga kalian, 'merekapun berhamburan keluar, serta nyatanya itu hanyalah kebohongan belaka. Ketika mereka mendatangi Syam, ia muncul. Serta ketika mereka sedang mempersiapkan peperangan serta sedang merapikan barisan, tiba-tiba datanglah waktu shalat, serta turunlah Nabi Isa bin Maryam Shallallahu 'alaihi wa Salam, lalu ia mengimami mereka. Serta jika musuh Allah (Dajjal) menontonnya, niscaya ia bakal meleleh sebagaimana garam yang mencair di dalam air, meskipun seandainya saja ia membiarkannya nantinya ia juga bakal meleleh lalu binasa bakal tetapi Allah mengharapkan ia membunuhnya dengan tangannya lalu menunjukan terhadap mereka darahnya yang berada di ujung tombaknya. [HR. Muslim No.5157]

Malhamah Kubra terjadi di A'maq serta Dabiq (Damaskus). Ini adalah pertempuran terdahsyat antara Al-Mahdi (Imam Mahdi) dengan Rum, dimana mereka mengerahkan 80 bendera yang setiap bendera terdiri dari 12.000 tentara alias 960.000 prajurit. Perang Al-Malhamah Kubra terjadi selagi kemarin hari berturut-turut saja, dimana 1/3 dari kaum muslimin melarikan diri dari pertempuran, yang mana dosa mereka tidak bakal diampuni oleh Allah. Serta 1/3 lagi mendapatkan syahid, serta sisanya yang 1/3 bakal mendapatkan kemenangan yang mana mereka tidak bakal tersesat untuk selagi lamanya. (Shahih Muslim dalam Al-Fitan wa Asyratus sa'ah 18/21-22)

Pada tiap hari ada sepasukan tentara Mahdi yang saling membai’at untuk maju berperang serta tidak mundur bahkan  menang alias wafat syahid, pasukan berani wafat ini mendapat syahidnya dengan sangat memuaskan yang akhirnya mendatangkan kemenangan untuk semacamga pasukan Muslim lainnya.

Pertempuran terbesar bakal berkecamuk di Syiria, dekat kota Damaskus, yakni disuatu tempat yang bernama A’maq serta Dabiq: “Kiamat takkan terjadi jadi bangsa Romawi singgah di Al-A’maq* alias di Dabiq*. Lalu mereka diserbu oleh balatentara dari Madinah, yang adalah penduduk mayapada yang paling baik waktu itu. (Muslim bin Hajjaj dari Abu Hurairah RA) *Al-A’maq serta Dabiq adalah nama dua tempat di Syria dekat kota Halab (Alepo).

Tentara Mahdi dengan izin Allah SWT memenangkan pertempuran ini, serta diantara bangsa Rum yang tertawan ada yang kembali menjadi Muallaf lagi. Tentara Mahdi pun mengambil alih harta karun di Iraq (gunung emas Efrat) serta membagi-berikannya sama rata terhadap ramai kaum Muslimin. Harta putih (permata) telah hilang akibat kelalaian orang-orang yang kalah.

Peringatan bakal ghanimah ini, pastikan dahulu musuh mundur/kalah baru berpikir ghanimah seusai kemenangan telah pasti. Jangan bahkan  anda dari 1/3 yang kalah ini. Dua pendapat yang dimaksud kalah ini, yaitu : sebab melarikan diri dari medan pertempuran alias sebab akibat keburu dahuluan tergiur harta ghanimah akhirnya menjadi kekalahan fatal (lihat hadis mengenai 2 harta simpanan (emas serta permata)) diatas “Dan saya tidak bakal membiarkan anda musnah dalam masa satu tahun musim kering, serta tidak membiarkan para musuh mengalahkan anda kecuali sebab diri mereka sendiri bahkan  hilanglah harta yang berwarna putih (permata) itu. Meski musuh berkumpul dari segala penjuru (dalam riwayat lain disebutkan, "berkumpul di segala penjuru") bahkan  lalu mereka saling menghancurkan diri mereka sendiri (saling memerangi) serta saling menawan”, semacam contoh kekalahan di kisah perang Uhud.

...dari Abu Sa'id al-Kudri radiallahu anhuma, ia mengatakan; Rosulullah shallallahu allaihi wa sallam bersabda: "Aku bahkan kan berita gembira terhadap anda dengan datangnya al-Mahdi yang bakal di utus ketika manusia sedang di landa perselisihan serta kegoncangan-kegoncangan, dirinya bakal memenuhi bumi dengan kejujuran serta keadilan sebagaimana sebelumnya bumi di penuhi dengan penganiayaan serta kezaliman. seluruh penduduk langit serta bumi menyukainya, serta dirinya bakal membagi-berikan kekayaan dengan cara cocok". lalu ada seseorang yang bertanya terhadap beliau, "apakah yang di maksud dengan shihah?" beliau menjawab, "merata di antara manusia" serta setelah itu beliau bersabda, "dan Allah bakal memenuhi hati umat Muhammad shallallahu allahi wa sallam dengan kekayaan, serta meratakan keadilan terhadap mereka seraya memerintahkan seorang penyeru untuk menyerukan: 'siapakah yang membutukan harta?' maka tidak ada seorang-pun yang berdiri kecuali satu, lalu al-Mahdi mengatakan, 'datanglah terhadap bendahara serta katakanlah kepadanya, 'sesungguhnya al-Mahdi menyuruhmu memberi uang' lalu bendahara mengatakan, 'ambilah sedikit!' jadi seusai di bawanya ke kamarnya, dirinya rugi seraya mengatakan, 'saya adalah umat Muhammad shallallahi alaihi wa sallam yang hatinya paling rakus, alias saya tidak sanggup mencapai apa yang mereka capai' lalu ia mengembalikan uang tersebut, tetapi di tolak seraya di bilang saja kepadanya, 'kami tidak mengambil apa yang telah kami berbagi' begitulah keadaannya waktu itu yang bakal berjalan selagi tujuh, delapan, alias sembilan tahun. lalu tidak ada lagi kebaikan dalam kenasiban setelah itu." di kutip dari terjemah kitab Asyratu al-Sa'ah ciptaan Yusuf Wabil dengan judul terjemah Yaumul Qiyamah faktor 248-249 qisthi prees cetakan pertama. di situ disebutkan perihal hadis ini; Musnad Ahmad 3:37. al-Haitsami mengatakan, "diriwayatkan oleh Tirmidzi serta lainya dengan cara simpel, serta di riwayatkan oleh Imam Ahmad dengan beberapa sanad, juga di riwayatkan oleh Abu Ya'la dengan simpel, serta perawi-perawinya terpercaya." Majma'uz Zawaid 7:313-314. serta periksalah "Aqidatu Ahlis Sunnah wal Atsar fi al-Mahdi al-Muntazhar" faktor 177 ciptaan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad

Saat seusai perang ini, pasukan Muslim berbenah diri sebab tidak sedikit kerusakan akibat perang yang luar biasa ini. Daerah Syam, bakal menjadi kota reruntuhan serta bakal ditempati kembali sebagai pusat komando tentara Muslim serta masa perang melawan Rum ini adalah masa mendekati akhir dari rangkaian 3 tahun kemarau, seusai mungkin ada lagi tawanan yang menjadi Muallaf, barulah terjadi “matahari terbit dari barat” batas dimana tidak diterimanya keimanan seseorang yang belum sempat beriman sebelumnya serta batas tidak ada syahadat baru untuk masuk Islam.

Selang tidak lama setelah kejadian ini, batas rangkaian 3 tahun kemarau beres serta Dajjal pun timbul serta meperbuat perjalanan 40 harinya di bumi, masa pembenahan serta istrahat buat umat Islam dari perang selagi ½ alias 1 tahun serta mendiami kembali reruntuhan kota-kota Syam yang telah runtuh tetapi juga menjadi masa krisis mengerikan sebab hadirnya Dajjal. Gimana umat Islam tahu bila waktu itu Dajjal telah mulai dinas keliling mayapada adalah sebab adanya hari yang terjadi selagi setahun sebagai tanda-tanda kemunculannya.


Selang beberapa bulan dari perang melawan Rum (pada masa sehari semacam satu tahun alias sehari semacam satu bulan dari Dajjal), serta juga seusai pembenahan serta persiapan perang beres dimana kekuatan serta pusat komando disiapkan di Syria, berangkatlah satuan pasukan anak cucu Ishaq menuju ke Konstantinopel untuk membebaskannya. Dajjal pada waktu itu tetap sedang dinas keliling mayapada serta telah sukses memberi solusi krisis serta menyatukan lagi semua koalisi-koalisi bangsa-bangsa dari perpecahannya dalam satu koalisi besar yang bakal disiapkan Dajjal untuk melawan kaum Islam kembali, ambisi Dajjal bakal berkenaan serta sesuai dengan hasrat balas dendam dari bangsa-bangsa yang sempat kalah, yang melimpahkan seluruh kesalahan terhadap umat Islam, dimana koalisi ini bakal lebih besar berlipat kali jumlah pasukannya dari pada pasukan Rum yang kalah waktu itu. Hanya tinggal menantikan beberapa bulan lagi dari rencana Dajjal. Serta umat Islam bakal menonton Yakjuj serta Makjuj ini.

Monday, 19 September 2016

Pulau Dajjal

       judul ini sebenarnya tidak meanrik bagi saya untuk membahasnya karena memang tidak ada manfaat yang dapat diharapkan, akan tetapi di sela-sela penjelasan dalam bahasan ini saya mendapatkan hikmah yang di tunjukan oleh hadits Rasulullah , sehingga mendorong saya untuk menjelaskannya.

       Sudah diketahui bahwa Lakhm dan Judzam ( kabilah-kabilah Tamim dan orang yang menyertainya dalam berlayar ) tinggal di sebuah kawasan dekat dengan laut dan juga dekat dengan laut merah, tepatnya mereka lebih dekat dengan laut merah .bukti-bukti fiksi menunjukan bahwa lautan yang mereka maksudkan itu adalah laut merah, mungkin dari arah teluk Aqabah atau dari arah lainnya.

     Hadits ini mengisyaratkan bahwa kapal mereka diombang-ambingkan gelombang lautan selama satu bulan penuh, artinya mereka tersesat di tengah lautan selama sebulan.waktu selama itu berdasarkan kondisi masa lampau, setidaknya memberikan perkiraan jarak atau daerah terjauh yang mungkin dapat dicapai oleh kapal tersebut ketika dipermainkan ombak lautan, mungkin sampai di teluk Aden atau tempat yang berjarak lebih dekat teluk itu, ataupun sedikit lebih jauh,yakni di laut Arab. Sudah diketahui bahwa sebelum teluk Aden itu ada ratusan, bahwa ribuan pulau, dan mungkin yang dimaksud adalah salah satu di antaranya.

     yang menguatkan keterangan tersebut adalah pada zaman itu yaman telah dimasuki oleh orang-orang Nasrani, Jassasah menggambarkan ciri-ciri tempat yang didalamnya ada Dajjal dengan lafal ad-diyar (biara). Sudah diketahui bahwa biara itu pada umumnya tempat yang dipergunakan untuk beribadah orang-orang Nasrani. Apalagi Tamim Ad- Dari sendiri pada saat itu masih beragama Nasrani dan dia pun tidak mengingkari omongan Jassasah.

  Dalil lain yang juaga menguatkan keterangan tersebut adalah sabda Nabi.
ketahuilah, sungguh Dajjal itu ada di laut syam, atau laut yaman. Tidak, bahkan dia itu ada di arah timur. Itulah dia, dari arah timur itulah dia, dari belahan timur itulah dia !  (  beliau berisyarat dengan tangan beliau menunjuk ke arah timur. )

    
           Nabi yang mulia telah memberikan batasan secara samar dua lautan yang Dajjal mungkin bertempat di sana, yakni laut syam atau laut yaman . kemudian beliau memberikan arahan yang lebih spesifik dari itu, bahkan beliau memberikan penekanan bahwa Dajjal berasal dari arah timur dan beliau tidak lagi menyebut lautan . beliau tidak lagi menyabdakan laut dari arah timur.dalam sabda Nabi Menurut saya dan penjelasannya sebagai berikut :

    Nabi sangat paham tiadanya manfaat seandainya saja beliau memberitahukan lokasi pulau Dajjal secara pasti dan tidak pula ada faidahnya untuk mencari tahu kira-kira di wilayah mana pulau tersebut, karena Dajjal itu termasuk fenomena istimewa yang merupakan bagian dari Takdir Allah. Bagaimanapun juga kemunculan Dajjal itu pasti terjadi, sama saja pulau tersebut telah diketahui letaknya ataukah tidak pernah diketahui. Oleh karenanya pola tuturan kisah Tamim bersejalan dengan Hadits tentang dua laut, sehingga sudah menentukan letak laut yang dimaksud itu dari arah pernyataan Tamim tentang laut apa yang dia arungi dalam pelayarannya. Kemudian Nabi cepat-cepat mamelingkan pembicaraan beliau tentang tempat tempat munculnya Dajjal dari arah timur, beliau bersabda, “tidak bahkan dari arah timur !”

         Hikmah dari sikap beliau ini adalah memalingkan perhatian kaum muslimin dari terus-menerus mengikuti perkembangan perkara tersebut untuk mencari informasi tentang pulau Dajjal atau untuk mencegah para sahabat sibuk mengurusi sesuatu yang tidak bermanfaat. Cukuplah dari redaksional Hadits ini agar mereka hidup dengan mengikuti Dalil-Dalil Nabawi, yakni menyelaraskan diri dengan kata-kata Tamim tatkala Nabi memberitahukannya kepada mereka.


   Karena inilah Nabi cepat-cepat menegaskan arah timur untuk menunjukan tempat munculnya Dajjal dan tanpa menyebut-menyebut laut setelah itu. Inilah yang harus diperhatikan oleh kaum muslimin. Yang dimaksud sabda beliau bukanlah seperti yang dipahami oleh sebagian orang bahwasannya Nabi mengalami kebingungan utnnuk menentukan lokasi secara pasti pulau tersebut. Akan tetapi yang beliau inginkan adalah memalingkan perhatian manusia dari apa yang menyibukan mereka atau manfaatnya. Inilah sebagian dari hikmah Nabi dan sekaligus hikmah yang paling banyak untuk diperhatikan, sehingga orang-orang di sekeliling beliau tidak sibuk mengurusi hal-hal yang tidak ada manfaatnya.

Sunday, 18 September 2016

mengapa terjadi Asap yang menutupi Seluruh bumi ?

di antara yang diingatkan oleh baginda Rasulullah SAW tetang kedahsyatan peristiwa akhir zaman adalah adanya asap global yang menyelimuti seluruh dunia. Asap itu, sebagaimana yang termuat dalam hadits Rasulullah SAW adalah salah satu di antara yang paling dingatkan oleh Allah akan bahaya yang ditimbulkannya.Rasulullah bersabda :

dan rabbmu telah memperingtkanmu tentang tiga hal : ( pertama )
asap yang akan mengakibatkan orang mukmin seperti demam dan
kepada orang kafir sehingga ia melepuh ( pecah ) dan keluar asap
setiap telinganya, yang kedua adalah binatang,yang ketiga adalah dajjal

Hubungan asap global dengan kegelapan total adalah bahwa asap tersebut akan menutupi
seluruh permukaan bumi, yang akibatnya permukaan bumi akan tertutup oleh asap hitam,
sinar matahari akan terhalang hingga bumi akhirnya mengalami kegelapan selama beberapa
waktu.inilah yang diingatkan Allah dalam kitab-nya :

maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata,yang meliputi manusia.
inilah azab yang pedih.
( Ad-Dukhan [44] : 10-11
161. Dikeluarkan oleh ibnu jarir dan diriwayatkan oleh thabrani dan abu malik, Al-Asy’ari dan sanadnya adalah jayyid



mengapa terjadi Asap yang menutupi Seluruh bumi ?
    
     dimana telah dijelaskan efek yang ditimbulkan akibat hujan meteor
yang menimpa bumi. Kerasnya hantaman telah menyebabkan naiknya
partikel- partikel bumi dalam jumlah yang sangat besar. Debu-debu akan
beterbangan dan naik ke langit. Akibatnya langit menjadi gelap pekat,
sehingga terhalanglah sinar matahari untuk sampai ke bumi. Riwayat Ibnu
Abbas di muka juga menjelaskan hubungan yang erat antara hujan meteor
dengan adanya Asap global yang menutupi seluruh permukaan bumi.

     untuk lebih jelasnya, berikut kami kutipkan apa yang ditulis oleh
  wisnu sasongko dalam salah satu tulisannya :
                                                                                                                                                                                    

      Marilah kita memahami bahwa hipotesis awal fenomena munculnya
Asap Global/Ad-Dhukan adalah akibat jatuhnya meteor ke bumi.
ledakannya menimbulkan debu-debu yang beterbangan di angkasa,
bumi seluruhnya tertutup asap.untuk menguatkan hipotesis ini, marilah
kita membuat perbandingan tentang kemungkinan-kemungkinan yang
lain, misalnya kebakaran hutan,ledakan gunug berapi,ledakan nuklir.
fenomena tersebut sangat memungkinkan bagi munculnya Asap global,
hanya saja apakah hal tersebut memenuhi kriteria yang di isyaratkan dalam
Al-Qur’an bahwa Asap tersebut menyelimuti seluruh manusia dan seluruh ( Ad-Dhukan : 10-11 )



      dalam buka yang berjudul ilmu pengetahuan populer  jilid 3,
disebutkan bahwa sumber adanya debu di angkasa adalah semburan
gunung berapi,atau angin yang mengembus dari padang pasir di bumi
atau dari tanah subur yang menjadi tandus karena musim kemarau yang
berkepanjangan. Asap yang keluar dari cerobong-cerobong asap juga
menambah jumlah debu di angkasa. Debu meteor dari angkasa luar yang
memasuki atmosfer bumi dapat juga menjadi inti dalam pembentukan
awan. Berikut di bawah ini beberapa fenomena yang ditengarai sebagai
sumber asap, yaitu :

              pertama, aktivitas pabrik dan kendaraan bermotor. Kegiatan
industri dan transportasi yang berbahan dasar minyak dan batubara
(bahan bakar fosil) ditengarai telah menjadi penyebab banyaknya gas-gas
(CO2-karbondioksida,CH4-metana dan N2O-Nitrous Oksida) di atmosfer,
yang menimbulkan efek rumah kaca ( ERK ), sehingga menyebabkan suhu
pada sebagian belahan bumi menjadi panas.


        sebuah buku seri perubahan iklim menyebutkan, bahwa ketika
revolusi industri baru dimulai sekitar tahun 1850, konsenstrasi salah
satu GRK (Gas Rumah Kaca ) penting yaitu CO2 di atmosfer batu 290
ppmv ( part per million by volume ), saat ini ( 150 tahun kemudian )
telah mencapai sekitar 350 ppmv. Jika pola konsumsi, gaya hidup, dan
pertumbuhan penduduk tidak berubah, 100 tahun yang akan datang
konsentrasi CO2 diperkirakan akan meningkat menjadi 560 ppmv atau
dua kali lipat dari zaman pra-industri. Akibatnya, dalam kurun waktu
100 tahun mendatang suhu rata-rata bumi akan meningkat hingga 4-5
derajat celcius.

Friday, 16 September 2016

Dahsyatnya Ledakan Meteor (Ad-Dhukan)

     Sekali lagi, hal ini belum memenuhi kriteria ad-duhkan sebagai
asap global yang memenuhi bumi.

      kedua, kebakaran hutan. Setiap kali musim panas datang,selalu saja
terjadi peristiwa kebakarann hutan. Di indonesia saja, tercatat beberapa
kebakaran hutan yang terjadi di hutan-hutan kalimantan dan sumatra .
hal ini sering terjadi pada waktu musim kemarau yang berkepanjangan.
begitu juga di negara-negara lain di siberia Rusia, di benua Amerika, di
benua Australia. Semuanya ini terjadi karena banyak faktor, yaitu karena
kesalahan fisik dan metafisik manusia. Perubahan iklim global ditandai
dengan meningkatnya suhu bumi.

            Hanya saja, peristiwa kebakaran hutan hanya menimbulkan asap
yang bersifat lokal.Hal ini kuranng memenuhi kriteria Asap global yang
 di isyaratkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.

      ketiga, ledakan gunung berapi. Bumi kita memiliki 850 buah
gunung api aktif 75% di antaranya berada pada gugusan “ lingkaran
api” dari pantai barat Amerika dan Chili ke Alaska serta membentang ke
pantai timur Asia dari siberia ke selandia baru.


          menurut sarjana belanda yang bernama verbeek  (1930 ), bahwa
meletusnya gunung krakatau di selat sunda pada tahun 1883,
demikian dahsyatnya sehingga debu vulkanis terembus setinggi 50
km. Debu ini tinggal di atmosfer selama 3 tahun (?). maka terjadilah
kelainan pandangan di angkasa ( optical anomaly ) karena sinar matahari
terhalang.

           meletus nya gunung vesuvius pada tahun 778 masehi yang
berlangsung 3 hari secara terus-menerus, telah menyebabkan dua kota
yaitu pompeii dan Herculanum terkubur dan tertimbun oleh bahan letusan yang kaya dengan batu apung dengan ketebalan sampai beberapa meter.
            Agaknya abu yang berbentuk dari letusan gunung api mempunyai dampak lokal, tidak sampai memengaruhi(menutupi langit dunia). Hal ini kurang memenuhi kritia ad-Dukhaan (Asap Global) yang disyaratkan oleh Al-Qur’an.


            Keempat, Ledakan Nuklir. Pada tanggal 26 April 1986 terjadi ledakan dan kebocoran reaktor nuklir Chernobil bekas negara Uni Soviet. Hal ini menyebabkan 31 orang tewas dan 200 lainnya terkena radiasi. Peristiwa ini menyebabkan kurang lebih 3% dari 180 ton uranium dioksida dalam reaktor terlepas ke atmosfer. Isotof-isotof radioaktif terlontar ke udara kemudian menimbulkan kebakaran di sekitar instalasi dengan suhu sampai 1.200 UF. Awan radiasi tidak hanya melintas di udara  negara-negara terdekat,  tetapi menyeberang sampai ke negara-negara
skandinavia sejauh 1.200 km di barat laut Uni Soviet.

                para ahli memperkirakan akan terjadi efek negatif terhadap masa
depan lingkungan hidup, berupa debu radioaktif yang mengembang di
atmosfer kemudian jatuh mengontaminasi semua benda di permukaan bumi,
terutama tanaman, ternak, juga sel-sel tubuh manusia. Usaha pertama
dilakukan untuk mencegah korban yang lebih banyak adalah dengan
mengosongkan areal sekitar 2.600 km2 dari penduduk. Kemudian
membongkar semua bangunan di atasnya dan membuangnya sebagai
sampah nuklir. Sedangkan reaktor yang bocor segera di timbun dengan
semen dan beton.

        dengan melihat betapa berbahayanya efek radiasi nuklir tersebut,
maka sangat mungkin senjata nukir tidak akan sempat digunakan dalam
perang konvesnional. Kecuali oleh orang-orang yang paling durhaka,
yang menggunakan segala cara. Kalaupun hal itu digunakan, besar
kemungkinan seluruh manusia akan tersiksa, baik orang yang beriman
maupun tidak beriman. Maka dalam konteks ini, ledakan nuklir
tidak memenuhi kriteria sebagai Asap global yang di isyaratkan Al-Qur’an
dan Al-Hadits.


     kelima,  hantaman meteor atau asteroid ke bumi. Hantaman meteor
ke bumi. Mampu menjadikan tanah, air dan rumput serta hutan berubah
menjadi debu-debu dan gas yang memenuhi atmosfer bumi.

Wednesday, 14 September 2016

keajaiban zikir dan doa saat terjadinya kegelapan total seluruh dunia

di antara yang diingatkan oleh baginda Rasulullah SAW tetang kedahsyatan peristiwa akhir zaman adalah adanya asap global yang menyelimuti seluruh dunia. Asap itu, sebagaimana yang termuat dalam hadits Rasulullah SAW adalah salah satu di antara yang paling dingatkan oleh Allah akan bahaya yang ditimbulkannya.

Rasulullah bersabda :

dan rabbmu telah memperingtkanmu tentang tiga hal : ( pertama )
asap yang akan mengakibatkan orang mukmin seperti demam dan
kepada orang kafir sehingga ia melepuh ( pecah ) dan keluar asap
setiap telinganya, yang kedua adalah binatang,yang ketiga adalah dajjal

Hubungan asap global dengan kegelapan total adalah bahwa asap tersebut akan menutupi
seluruh permukaan bumi, yang akibatnya permukaan bumi akan tertutup oleh asap hitam,
sinar matahari akan terhalang hingga bumi akhirnya mengalami kegelapan selama beberapa
waktu.inilah yang diingatkan Allah dalam kitab-nya :

maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata,yang meliputi manusia.
inilah azab yang pedih.
( Ad-Dukhan [44] : 10-11
161. Dikeluarkan oleh ibnu jarir dan diriwayatkan oleh thabrani dan abu malik, Al-Asy’ari dan sanadnya adalah jayyid



mengapa terjadi Asap yang menutupi Seluruh bumi ?
    
     dimana telah dijelaskan efek yang ditimbulkan akibat hujan meteor
yang menimpa bumi. Kerasnya hantaman telah menyebabkan naiknya
partikel- partikel bumi dalam jumlah yang sangat besar. Debu-debu akan
beterbangan dan naik ke langit. Akibatnya langit menjadi gelap pekat,
sehingga terhalanglah sinar matahari untuk sampai ke bumi. Riwayat Ibnu
Abbas di muka juga menjelaskan hubungan yang erat antara hujan meteor
dengan adanya Asap global yang menutupi seluruh permukaan bumi.

     untuk lebih jelasnya, berikut kami kutipkan apa yang ditulis oleh
  wisnu sasongko dalam salah satu tulisannya :
                                                                                                                                                                                    

      Marilah kita memahami bahwa hipotesis awal fenomena munculnya
Asap Global/Ad-Dhukan adalah akibat jatuhnya meteor ke bumi.
ledakannya menimbulkan debu-debu yang beterbangan di angkasa,
bumi seluruhnya tertutup asap.untuk menguatkan hipotesis ini, marilah
kita membuat perbandingan tentang kemungkinan-kemungkinan yang
lain, misalnya kebakaran hutan,ledakan gunug berapi,ledakan nuklir.
fenomena tersebut sangat memungkinkan bagi munculnya Asap global,
hanya saja apakah hal tersebut memenuhi kriteria yang di isyaratkan dalam
Al-Qur’an bahwa Asap tersebut menyelimuti seluruh manusia dan seluruh ( Ad-Dhukan : 10-11 )



      dalam buka yang berjudul ilmu pengetahuan populer  jilid 3,
disebutkan bahwa sumber adanya debu di angkasa adalah semburan
gunung berapi,atau angin yang mengembus dari padang pasir di bumi
atau dari tanah subur yang menjadi tandus karena musim kemarau yang
berkepanjangan. Asap yang keluar dari cerobong-cerobong asap juga
menambah jumlah debu di angkasa. Debu meteor dari angkasa luar yang
memasuki atmosfer bumi dapat juga menjadi inti dalam pembentukan
awan. Berikut di bawah ini beberapa fenomena yang ditengarai sebagai
sumber asap, yaitu :

              pertama, aktivitas pabrik dan kendaraan bermotor. Kegiatan
industri dan transportasi yang berbahan dasar minyak dan batubara
(bahan bakar fosil) ditengarai telah menjadi penyebab banyaknya gas-gas
(CO2-karbondioksida,CH4-metana dan N2O-Nitrous Oksida) di atmosfer,
yang menimbulkan efek rumah kaca ( ERK ), sehingga menyebabkan suhu
pada sebagian belahan bumi menjadi panas.


        sebuah buku seri perubahan iklim menyebutkan, bahwa ketika
revolusi industri baru dimulai sekitar tahun 1850, konsenstrasi salah
satu GRK (Gas Rumah Kaca ) penting yaitu CO2 di atmosfer batu 290
ppmv ( part per million by volume ), saat ini ( 150 tahun kemudian )
telah mencapai sekitar 350 ppmv. Jika pola konsumsi, gaya hidup, dan
pertumbuhan penduduk tidak berubah, 100 tahun yang akan datang
konsentrasi CO2 diperkirakan akan meningkat menjadi 560 ppmv atau
dua kali lipat dari zaman pra-industri. Akibatnya, dalam kurun waktu
100 tahun mendatang suhu rata-rata bumi akan meningkat hingga 4-5
derajat celcius.