Showing posts with label Dajjal. Show all posts
Showing posts with label Dajjal. Show all posts

Sunday, 13 November 2016

Kaki Tangan Dajjal Mencengkram Indonesia

Dajjal adalah pemimpin Yahudi yang dijanjikan akan muncul di akhir zaman. Dia termasuk salah satu makhluk Allah yang ditangguhkan usianya hingga waktu tertentu. Selama masa persembunyiaannya, Dajjal terus menyusun rencana, strategi dan makar agar di hari kemunculannya Dia benar-benar dipertuhankan oleh manusia. Sangat mustahil jika keluarnya Dajjal di dunia yang hanya 40 hari –dengan tiba-tiba- dia menjadi pemimpin yang sangat ditaati, ditakuti dan dipuja banyak manusia. Tidak mungkin manusia akan tunduk dan takluk seketika –dengan sepenuh hati dan jiwa- pada sosok manusia yang sama sekali belum diketahui. Terlebih bahwa terminologi Dajjal selalu identik dengan keburukan, kejahatan, kebusukan dan lambang kerusakan.

Jika seperti ini hakikat Dajjal yang sesungguhnya (jahat, kotor, busuk, licik dan durjana), mengapa di akhir zaman kelak manusia akan bercita-cita untuk bergabung dengan Dajjal ? mengapa kaum wanita akan berbondong-bondong untuk menjadi pengikut setianya ? mengapa orang mukmin yang memiliki iman terkuat sekalipun disarankan untuk tidak mendekatinya ? bahkan orang-orang munafik termasuk yang fasik dari penduduk Madinah juga akan ikut bergabung dengan Dajjal ?

Fenomena di atas jelas-jelas menggambarkan bahwa Dajjal telah melakukan penetrasi ideologi secara terus-menerus dan simultan selama berabad-abad. Kaki tangan Dajjal terus bekerja selama ribuan tahun dengan gaya dan strategi yang memungkinkan manusia tidak lagi menolak Dajjal sebagai sosok pemimpin akhir zaman. Kaki tangan Dajjal akan terus menebar jaring-jaring fitnahnya (materialisme – atheisme – zionisme) sehingga seluruh dunia tidak lagi berkutik melawannya. Tokoh-tokoh pemimpin dunia terus dimunculkan Dajjal untuk menggiring opini agar dunia tunduk di bawah keinginnnya. Berbagai kebijakan internasional, sistem pengendalian dunia, dan tatanan negara dimanapun selalu dibawa untuk mendukung kebijakan sistem Dajjal ini.

Sai Baba mungkin saja tertuduh sebagai Dajjal, atau hanya salah satu dajjal-dajjal pendusta yang dijanjikan. Meski berbagai ‘kemampuan’ yang dimilikinya mirip dengan yang dilakukan oleh Dajjal, tetapi bahayanya bagi umat Islam justru terletak pada ideologi yang dibawanya. Apa yang ditawarkan oleh Sai Baba dari berbagai ritual dan ajarannya, itulah yang saat ini sedang mengepung umat Islam di Indonesia. Beragam ideologi sesat yang mengepung umat Islam menjelaskan adanya indikasi upaya sistematik kaki tangan Dajjal untuk menancapkan kuku kekuasaannya. Berbagai paham dan ideologi yang menjadi perpanjangan Zionis-Yahudi terus ditebar. Tujuannya; agar seluruh manusia bersedia untuk menyambut Sang Dajjal jika hari yang dijanjikan telah tiba.

Sumber : granada media tama

Tuesday, 20 September 2016

Perang Besar , Malhamah Al Kubra

Seusai peperangan dengan bangsa Persia ini beres dengan kemenangan, umat Islam kembali ke Madinah, tetapi bangsa Rum berkhianat dengan mengambil alih Syria serta hartanya serta mengatakan “salib telah menang”, maka berangkatlah pasukan paling baik dari Madinah untuk berperang dengan bangsa Rum.

Romawi bakal menyerangmu bahkan  mereka berkemah di Al-A’maq, di Syam. Jadi pasukan dari Madinah bakal menghadang mereka serta mereka adalah umat yang paling baik pada saat itu. Lalu Romawi meminta umat muslim untuk menyerahkan orang-orang Romawi yang menjadi muallaf serta ingin membunuh pula orang-orang Khuz serta Kirman (atau orang-orang dari koalisi lain versus tanding Rum pada perebutan 2 harta simpanan) yang telah menjadi muallaf yang sempat menjadi musuh dalam perang mereka yang istilahnya “pernah menawan kami”. Tetapi umat muslim tidak mau menyerahkan mereka, sebab orang-orang Romawi serta Khuz serta Kirman yang muallaf itu telah menjadi saudara kami dalam Islam.

Akhirnya mereka berperang, semacamga dari pasukan umat Muslim lari ketakutan/kalah, Allah SWT tidak bakal sempat menerima taubat mereka. Semacamga pasukan lagi bakal tewas serta mereka adalah syuhada paling baik di mata Allah SWT, serta semacamga update bakal mendapatkan kemenangan. Golongan semacamga yang bakal menang ini, tidak ada tuduhan yang bakal menimpa mereka selamanya. Semacam difotokan hadis dibawah ini :

Tidak bakal terjadi hari kiamat bahkan  bangsa Romawi turun ke medan perang di sebuahtempat bernama A'maq alias Dabiq, jadi ada sekelompok pasukan dari Madinah yang keluar menghadapi mereka. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi ketika itu. Serta tatkala mereka berhadapan, pasukan Romawi mengatakan: 'Biarkanlah kami memerangi orang-orang yang menawan kami! 'Kaum muslimin menjawab: 'Tidak, demi Allah, kami tidak bakal membiarkan anda memerangi saudara-saudara kami.' Maka terjadilah peperangan antara mereka. Lalu ada semacamga yang kalah dimana Allah tidak bakal mengampuni dosa mereka untuk selamanya, serta semacamga lagi tewas sebagai sebaik-baik para syuhada' di segi Allah, serta semacamga lagi Allah memberbagi kemenangan terhadap mereka. Mereka tidak bakal ditimpa sebuah tuduhan untuk selamanya, lalu setelah itu mereka menaklukkan kostantinopel. Serta ketika mereka sedang membagi-bagi harta rampasan perang serta tengah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun, tiba-tiba setan meneriaki mereka 'Sesungguhnya Al Masih Dajjal telah keluar di tengah-tengah keluarga kalian, 'merekapun berhamburan keluar, serta nyatanya itu hanyalah kebohongan belaka. Ketika mereka mendatangi Syam, ia muncul. Serta ketika mereka sedang mempersiapkan peperangan serta sedang merapikan barisan, tiba-tiba datanglah waktu shalat, serta turunlah Nabi Isa bin Maryam Shallallahu 'alaihi wa Salam, lalu ia mengimami mereka. Serta jika musuh Allah (Dajjal) menontonnya, niscaya ia bakal meleleh sebagaimana garam yang mencair di dalam air, meskipun seandainya saja ia membiarkannya nantinya ia juga bakal meleleh lalu binasa bakal tetapi Allah mengharapkan ia membunuhnya dengan tangannya lalu menunjukan terhadap mereka darahnya yang berada di ujung tombaknya. [HR. Muslim No.5157]

Malhamah Kubra terjadi di A'maq serta Dabiq (Damaskus). Ini adalah pertempuran terdahsyat antara Al-Mahdi (Imam Mahdi) dengan Rum, dimana mereka mengerahkan 80 bendera yang setiap bendera terdiri dari 12.000 tentara alias 960.000 prajurit. Perang Al-Malhamah Kubra terjadi selagi kemarin hari berturut-turut saja, dimana 1/3 dari kaum muslimin melarikan diri dari pertempuran, yang mana dosa mereka tidak bakal diampuni oleh Allah. Serta 1/3 lagi mendapatkan syahid, serta sisanya yang 1/3 bakal mendapatkan kemenangan yang mana mereka tidak bakal tersesat untuk selagi lamanya. (Shahih Muslim dalam Al-Fitan wa Asyratus sa'ah 18/21-22)

Pada tiap hari ada sepasukan tentara Mahdi yang saling membai’at untuk maju berperang serta tidak mundur bahkan  menang alias wafat syahid, pasukan berani wafat ini mendapat syahidnya dengan sangat memuaskan yang akhirnya mendatangkan kemenangan untuk semacamga pasukan Muslim lainnya.

Pertempuran terbesar bakal berkecamuk di Syiria, dekat kota Damaskus, yakni disuatu tempat yang bernama A’maq serta Dabiq: “Kiamat takkan terjadi jadi bangsa Romawi singgah di Al-A’maq* alias di Dabiq*. Lalu mereka diserbu oleh balatentara dari Madinah, yang adalah penduduk mayapada yang paling baik waktu itu. (Muslim bin Hajjaj dari Abu Hurairah RA) *Al-A’maq serta Dabiq adalah nama dua tempat di Syria dekat kota Halab (Alepo).

Tentara Mahdi dengan izin Allah SWT memenangkan pertempuran ini, serta diantara bangsa Rum yang tertawan ada yang kembali menjadi Muallaf lagi. Tentara Mahdi pun mengambil alih harta karun di Iraq (gunung emas Efrat) serta membagi-berikannya sama rata terhadap ramai kaum Muslimin. Harta putih (permata) telah hilang akibat kelalaian orang-orang yang kalah.

Peringatan bakal ghanimah ini, pastikan dahulu musuh mundur/kalah baru berpikir ghanimah seusai kemenangan telah pasti. Jangan bahkan  anda dari 1/3 yang kalah ini. Dua pendapat yang dimaksud kalah ini, yaitu : sebab melarikan diri dari medan pertempuran alias sebab akibat keburu dahuluan tergiur harta ghanimah akhirnya menjadi kekalahan fatal (lihat hadis mengenai 2 harta simpanan (emas serta permata)) diatas “Dan saya tidak bakal membiarkan anda musnah dalam masa satu tahun musim kering, serta tidak membiarkan para musuh mengalahkan anda kecuali sebab diri mereka sendiri bahkan  hilanglah harta yang berwarna putih (permata) itu. Meski musuh berkumpul dari segala penjuru (dalam riwayat lain disebutkan, "berkumpul di segala penjuru") bahkan  lalu mereka saling menghancurkan diri mereka sendiri (saling memerangi) serta saling menawan”, semacam contoh kekalahan di kisah perang Uhud.

...dari Abu Sa'id al-Kudri radiallahu anhuma, ia mengatakan; Rosulullah shallallahu allaihi wa sallam bersabda: "Aku bahkan kan berita gembira terhadap anda dengan datangnya al-Mahdi yang bakal di utus ketika manusia sedang di landa perselisihan serta kegoncangan-kegoncangan, dirinya bakal memenuhi bumi dengan kejujuran serta keadilan sebagaimana sebelumnya bumi di penuhi dengan penganiayaan serta kezaliman. seluruh penduduk langit serta bumi menyukainya, serta dirinya bakal membagi-berikan kekayaan dengan cara cocok". lalu ada seseorang yang bertanya terhadap beliau, "apakah yang di maksud dengan shihah?" beliau menjawab, "merata di antara manusia" serta setelah itu beliau bersabda, "dan Allah bakal memenuhi hati umat Muhammad shallallahu allahi wa sallam dengan kekayaan, serta meratakan keadilan terhadap mereka seraya memerintahkan seorang penyeru untuk menyerukan: 'siapakah yang membutukan harta?' maka tidak ada seorang-pun yang berdiri kecuali satu, lalu al-Mahdi mengatakan, 'datanglah terhadap bendahara serta katakanlah kepadanya, 'sesungguhnya al-Mahdi menyuruhmu memberi uang' lalu bendahara mengatakan, 'ambilah sedikit!' jadi seusai di bawanya ke kamarnya, dirinya rugi seraya mengatakan, 'saya adalah umat Muhammad shallallahi alaihi wa sallam yang hatinya paling rakus, alias saya tidak sanggup mencapai apa yang mereka capai' lalu ia mengembalikan uang tersebut, tetapi di tolak seraya di bilang saja kepadanya, 'kami tidak mengambil apa yang telah kami berbagi' begitulah keadaannya waktu itu yang bakal berjalan selagi tujuh, delapan, alias sembilan tahun. lalu tidak ada lagi kebaikan dalam kenasiban setelah itu." di kutip dari terjemah kitab Asyratu al-Sa'ah ciptaan Yusuf Wabil dengan judul terjemah Yaumul Qiyamah faktor 248-249 qisthi prees cetakan pertama. di situ disebutkan perihal hadis ini; Musnad Ahmad 3:37. al-Haitsami mengatakan, "diriwayatkan oleh Tirmidzi serta lainya dengan cara simpel, serta di riwayatkan oleh Imam Ahmad dengan beberapa sanad, juga di riwayatkan oleh Abu Ya'la dengan simpel, serta perawi-perawinya terpercaya." Majma'uz Zawaid 7:313-314. serta periksalah "Aqidatu Ahlis Sunnah wal Atsar fi al-Mahdi al-Muntazhar" faktor 177 ciptaan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad

Saat seusai perang ini, pasukan Muslim berbenah diri sebab tidak sedikit kerusakan akibat perang yang luar biasa ini. Daerah Syam, bakal menjadi kota reruntuhan serta bakal ditempati kembali sebagai pusat komando tentara Muslim serta masa perang melawan Rum ini adalah masa mendekati akhir dari rangkaian 3 tahun kemarau, seusai mungkin ada lagi tawanan yang menjadi Muallaf, barulah terjadi “matahari terbit dari barat” batas dimana tidak diterimanya keimanan seseorang yang belum sempat beriman sebelumnya serta batas tidak ada syahadat baru untuk masuk Islam.

Selang tidak lama setelah kejadian ini, batas rangkaian 3 tahun kemarau beres serta Dajjal pun timbul serta meperbuat perjalanan 40 harinya di bumi, masa pembenahan serta istrahat buat umat Islam dari perang selagi ½ alias 1 tahun serta mendiami kembali reruntuhan kota-kota Syam yang telah runtuh tetapi juga menjadi masa krisis mengerikan sebab hadirnya Dajjal. Gimana umat Islam tahu bila waktu itu Dajjal telah mulai dinas keliling mayapada adalah sebab adanya hari yang terjadi selagi setahun sebagai tanda-tanda kemunculannya.


Selang beberapa bulan dari perang melawan Rum (pada masa sehari semacam satu tahun alias sehari semacam satu bulan dari Dajjal), serta juga seusai pembenahan serta persiapan perang beres dimana kekuatan serta pusat komando disiapkan di Syria, berangkatlah satuan pasukan anak cucu Ishaq menuju ke Konstantinopel untuk membebaskannya. Dajjal pada waktu itu tetap sedang dinas keliling mayapada serta telah sukses memberi solusi krisis serta menyatukan lagi semua koalisi-koalisi bangsa-bangsa dari perpecahannya dalam satu koalisi besar yang bakal disiapkan Dajjal untuk melawan kaum Islam kembali, ambisi Dajjal bakal berkenaan serta sesuai dengan hasrat balas dendam dari bangsa-bangsa yang sempat kalah, yang melimpahkan seluruh kesalahan terhadap umat Islam, dimana koalisi ini bakal lebih besar berlipat kali jumlah pasukannya dari pada pasukan Rum yang kalah waktu itu. Hanya tinggal menantikan beberapa bulan lagi dari rencana Dajjal. Serta umat Islam bakal menonton Yakjuj serta Makjuj ini.

Monday, 19 September 2016

Pulau Dajjal

       judul ini sebenarnya tidak meanrik bagi saya untuk membahasnya karena memang tidak ada manfaat yang dapat diharapkan, akan tetapi di sela-sela penjelasan dalam bahasan ini saya mendapatkan hikmah yang di tunjukan oleh hadits Rasulullah , sehingga mendorong saya untuk menjelaskannya.

       Sudah diketahui bahwa Lakhm dan Judzam ( kabilah-kabilah Tamim dan orang yang menyertainya dalam berlayar ) tinggal di sebuah kawasan dekat dengan laut dan juga dekat dengan laut merah, tepatnya mereka lebih dekat dengan laut merah .bukti-bukti fiksi menunjukan bahwa lautan yang mereka maksudkan itu adalah laut merah, mungkin dari arah teluk Aqabah atau dari arah lainnya.

     Hadits ini mengisyaratkan bahwa kapal mereka diombang-ambingkan gelombang lautan selama satu bulan penuh, artinya mereka tersesat di tengah lautan selama sebulan.waktu selama itu berdasarkan kondisi masa lampau, setidaknya memberikan perkiraan jarak atau daerah terjauh yang mungkin dapat dicapai oleh kapal tersebut ketika dipermainkan ombak lautan, mungkin sampai di teluk Aden atau tempat yang berjarak lebih dekat teluk itu, ataupun sedikit lebih jauh,yakni di laut Arab. Sudah diketahui bahwa sebelum teluk Aden itu ada ratusan, bahwa ribuan pulau, dan mungkin yang dimaksud adalah salah satu di antaranya.

     yang menguatkan keterangan tersebut adalah pada zaman itu yaman telah dimasuki oleh orang-orang Nasrani, Jassasah menggambarkan ciri-ciri tempat yang didalamnya ada Dajjal dengan lafal ad-diyar (biara). Sudah diketahui bahwa biara itu pada umumnya tempat yang dipergunakan untuk beribadah orang-orang Nasrani. Apalagi Tamim Ad- Dari sendiri pada saat itu masih beragama Nasrani dan dia pun tidak mengingkari omongan Jassasah.

  Dalil lain yang juaga menguatkan keterangan tersebut adalah sabda Nabi.
ketahuilah, sungguh Dajjal itu ada di laut syam, atau laut yaman. Tidak, bahkan dia itu ada di arah timur. Itulah dia, dari arah timur itulah dia, dari belahan timur itulah dia !  (  beliau berisyarat dengan tangan beliau menunjuk ke arah timur. )

    
           Nabi yang mulia telah memberikan batasan secara samar dua lautan yang Dajjal mungkin bertempat di sana, yakni laut syam atau laut yaman . kemudian beliau memberikan arahan yang lebih spesifik dari itu, bahkan beliau memberikan penekanan bahwa Dajjal berasal dari arah timur dan beliau tidak lagi menyebut lautan . beliau tidak lagi menyabdakan laut dari arah timur.dalam sabda Nabi Menurut saya dan penjelasannya sebagai berikut :

    Nabi sangat paham tiadanya manfaat seandainya saja beliau memberitahukan lokasi pulau Dajjal secara pasti dan tidak pula ada faidahnya untuk mencari tahu kira-kira di wilayah mana pulau tersebut, karena Dajjal itu termasuk fenomena istimewa yang merupakan bagian dari Takdir Allah. Bagaimanapun juga kemunculan Dajjal itu pasti terjadi, sama saja pulau tersebut telah diketahui letaknya ataukah tidak pernah diketahui. Oleh karenanya pola tuturan kisah Tamim bersejalan dengan Hadits tentang dua laut, sehingga sudah menentukan letak laut yang dimaksud itu dari arah pernyataan Tamim tentang laut apa yang dia arungi dalam pelayarannya. Kemudian Nabi cepat-cepat mamelingkan pembicaraan beliau tentang tempat tempat munculnya Dajjal dari arah timur, beliau bersabda, “tidak bahkan dari arah timur !”

         Hikmah dari sikap beliau ini adalah memalingkan perhatian kaum muslimin dari terus-menerus mengikuti perkembangan perkara tersebut untuk mencari informasi tentang pulau Dajjal atau untuk mencegah para sahabat sibuk mengurusi sesuatu yang tidak bermanfaat. Cukuplah dari redaksional Hadits ini agar mereka hidup dengan mengikuti Dalil-Dalil Nabawi, yakni menyelaraskan diri dengan kata-kata Tamim tatkala Nabi memberitahukannya kepada mereka.


   Karena inilah Nabi cepat-cepat menegaskan arah timur untuk menunjukan tempat munculnya Dajjal dan tanpa menyebut-menyebut laut setelah itu. Inilah yang harus diperhatikan oleh kaum muslimin. Yang dimaksud sabda beliau bukanlah seperti yang dipahami oleh sebagian orang bahwasannya Nabi mengalami kebingungan utnnuk menentukan lokasi secara pasti pulau tersebut. Akan tetapi yang beliau inginkan adalah memalingkan perhatian manusia dari apa yang menyibukan mereka atau manfaatnya. Inilah sebagian dari hikmah Nabi dan sekaligus hikmah yang paling banyak untuk diperhatikan, sehingga orang-orang di sekeliling beliau tidak sibuk mengurusi hal-hal yang tidak ada manfaatnya.

Sunday, 18 September 2016

mengapa terjadi Asap yang menutupi Seluruh bumi ?

di antara yang diingatkan oleh baginda Rasulullah SAW tetang kedahsyatan peristiwa akhir zaman adalah adanya asap global yang menyelimuti seluruh dunia. Asap itu, sebagaimana yang termuat dalam hadits Rasulullah SAW adalah salah satu di antara yang paling dingatkan oleh Allah akan bahaya yang ditimbulkannya.Rasulullah bersabda :

dan rabbmu telah memperingtkanmu tentang tiga hal : ( pertama )
asap yang akan mengakibatkan orang mukmin seperti demam dan
kepada orang kafir sehingga ia melepuh ( pecah ) dan keluar asap
setiap telinganya, yang kedua adalah binatang,yang ketiga adalah dajjal

Hubungan asap global dengan kegelapan total adalah bahwa asap tersebut akan menutupi
seluruh permukaan bumi, yang akibatnya permukaan bumi akan tertutup oleh asap hitam,
sinar matahari akan terhalang hingga bumi akhirnya mengalami kegelapan selama beberapa
waktu.inilah yang diingatkan Allah dalam kitab-nya :

maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata,yang meliputi manusia.
inilah azab yang pedih.
( Ad-Dukhan [44] : 10-11
161. Dikeluarkan oleh ibnu jarir dan diriwayatkan oleh thabrani dan abu malik, Al-Asy’ari dan sanadnya adalah jayyid



mengapa terjadi Asap yang menutupi Seluruh bumi ?
    
     dimana telah dijelaskan efek yang ditimbulkan akibat hujan meteor
yang menimpa bumi. Kerasnya hantaman telah menyebabkan naiknya
partikel- partikel bumi dalam jumlah yang sangat besar. Debu-debu akan
beterbangan dan naik ke langit. Akibatnya langit menjadi gelap pekat,
sehingga terhalanglah sinar matahari untuk sampai ke bumi. Riwayat Ibnu
Abbas di muka juga menjelaskan hubungan yang erat antara hujan meteor
dengan adanya Asap global yang menutupi seluruh permukaan bumi.

     untuk lebih jelasnya, berikut kami kutipkan apa yang ditulis oleh
  wisnu sasongko dalam salah satu tulisannya :
                                                                                                                                                                                    

      Marilah kita memahami bahwa hipotesis awal fenomena munculnya
Asap Global/Ad-Dhukan adalah akibat jatuhnya meteor ke bumi.
ledakannya menimbulkan debu-debu yang beterbangan di angkasa,
bumi seluruhnya tertutup asap.untuk menguatkan hipotesis ini, marilah
kita membuat perbandingan tentang kemungkinan-kemungkinan yang
lain, misalnya kebakaran hutan,ledakan gunug berapi,ledakan nuklir.
fenomena tersebut sangat memungkinkan bagi munculnya Asap global,
hanya saja apakah hal tersebut memenuhi kriteria yang di isyaratkan dalam
Al-Qur’an bahwa Asap tersebut menyelimuti seluruh manusia dan seluruh ( Ad-Dhukan : 10-11 )



      dalam buka yang berjudul ilmu pengetahuan populer  jilid 3,
disebutkan bahwa sumber adanya debu di angkasa adalah semburan
gunung berapi,atau angin yang mengembus dari padang pasir di bumi
atau dari tanah subur yang menjadi tandus karena musim kemarau yang
berkepanjangan. Asap yang keluar dari cerobong-cerobong asap juga
menambah jumlah debu di angkasa. Debu meteor dari angkasa luar yang
memasuki atmosfer bumi dapat juga menjadi inti dalam pembentukan
awan. Berikut di bawah ini beberapa fenomena yang ditengarai sebagai
sumber asap, yaitu :

              pertama, aktivitas pabrik dan kendaraan bermotor. Kegiatan
industri dan transportasi yang berbahan dasar minyak dan batubara
(bahan bakar fosil) ditengarai telah menjadi penyebab banyaknya gas-gas
(CO2-karbondioksida,CH4-metana dan N2O-Nitrous Oksida) di atmosfer,
yang menimbulkan efek rumah kaca ( ERK ), sehingga menyebabkan suhu
pada sebagian belahan bumi menjadi panas.


        sebuah buku seri perubahan iklim menyebutkan, bahwa ketika
revolusi industri baru dimulai sekitar tahun 1850, konsenstrasi salah
satu GRK (Gas Rumah Kaca ) penting yaitu CO2 di atmosfer batu 290
ppmv ( part per million by volume ), saat ini ( 150 tahun kemudian )
telah mencapai sekitar 350 ppmv. Jika pola konsumsi, gaya hidup, dan
pertumbuhan penduduk tidak berubah, 100 tahun yang akan datang
konsentrasi CO2 diperkirakan akan meningkat menjadi 560 ppmv atau
dua kali lipat dari zaman pra-industri. Akibatnya, dalam kurun waktu
100 tahun mendatang suhu rata-rata bumi akan meningkat hingga 4-5
derajat celcius.

Tuesday, 13 September 2016

Hal Ini Lebih Berbahaya Dari Dajjal

Fitnah Dajjal adalah fitnah terbesar semenjak Allah Ta’ala menciptakan Adam sampai hari kiamat. Keluarnya Dajjal termasuk di antara rangkaian tanda-tanda besar munculnya hari kiamat. Allah Ta’alamenciptakannya disertai beberapa kemampuan di luar kemampuan manusia biasa. Hal tersebut menjadikan akal terkagum-kagum sehingga menjadi bingunglah sebagian manusia yang melihatnya. Telah diriwayatkan dalam hadits shahih bahwasannya Dajjal membawa kebun dan api. Apinya adalah kebun sedangkan kebunnya adalah api. Dia peritahkan langit untuk menurunkan hujan dan menyuruh bumi agar menumbuhkan berbagai tumbuhan. Dajjal telah menutup kebenaran dengan kebathilan serta menutup kekufurannya dengan kebohongan. Kemampuannya yang hebat tersebut menimbulkan kerancuan yang membingungkan akal, sehingga membuat sebagian manusia tertipu darinya.
Besarnya fitnah yang disebabkan Dajjal menyebabkan hal tersebut menjadi perbincangan para sahabat. Mereka khawatir dan takut fitnah tersebut menimpanya. Tatkala Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallammenjumpai mereka dalam keadaan demikian, ia kabarkan suatu hal yang jauh lebih beliau khawatirkan daripada fitnah Dajjal!. “Maukah aku kabarkan suatu hal yang lebih aku takutkan menimpa kalian daripada Al Masiih Ad Dajjal? Tentu Wahai Rasulullah, jawab para sahabat. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallammelanjutkan, Hal tersebut adalah Syirik Khafiy (Syirik yang tersamar)” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah, dinilaihasan oleh Al Albani). Dalam riwayat lain Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kalian (para sahabat) adalah syirik asghar. Para Sahabat bertanya apa itu? Beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, Riya” (HR. Ahmad dan Baihaqi, dinilai shahih oleh Al Albani).
Pengertian Riya
Riya adalah seseorang memperbagus dan menghiasi ibadah yang dia lakukan, agar orang lain melihatnya. Tujuannya adalah pujian dan sanjungan manusia atau maksud lain yang semisal (I’anatul Mustafiid hal. 646). Jadi maksud pembahasan riya di sini fokus pada Ibadah yang asas pokoknya adalah keikhlasan untuk mendapatkan ridha Allah Ta’ala. Orang yang riya berarti ia memalingkan asas tersebut dengan tidak semata-mata mengharapkan ridha Allah atas ibadah yang dilakukan, sehingga perbuatan itu termasuk kesyirikan.
Perbuatan riya termasuk Syirik Khafiy (tersamar) yang menjangkiti niat dan tujuan pelakunya, meskipun secara dzahir dia beribadah kepada Allah Ta’ala. Termasuk jenis Syirik Khafiy adalah sum’ah, yaitu seseorang beribadah agar manusia mendengarkannya. Syaikh ibnu utsaimin rahimahullah dalam kitab Al Qoul Al Mufiid mengatakan termasuk beribadah dengan tujuan ingin dilihat manusia adalah seseorang beribadah agar manusia mendengarkannya. Pelakunya disebut musammi’ (orang yang melakukan sum’ah).
Riya dan Sum’ah keduanya adalah perbuatan syirik. Memiliki kesamaan dalam tujuan ibadah, yaitu sebatas mengharapkan pujian atau sanjungan manusia. Adapun perbedaannya terdapat pada jenis ibadah yang dilakukan. Riya menjangkiti ibadah badan contoh memperbagus shalat dihadapan orang lain, sedangkan sum’ah menjangkiti ibadah lisan semacam memperindah bacaan Al Quran di hadapan manusia.
Pembagian dan Hukum Riya
Hukum asal riya adalah Syirik Asghar (syirik kecil) yang tidak mengeluarkan pelakunya dari islam. Namun apabila riya dilakukan di seluruh amal ibadah, dia sama sekali tidak mengharapkan ridha Allah Ta’ala di setiap ibadahnya serta tujuan dari seluruh ibadahnya hanya untuk diterima masyarakat atau agar harta dan darahnya terjaga, maka yang semisal ini adalah perbuatan riya orang munafik. Dan ini termasuk kedalamSyirik Akbar (Syirik besar yang mengeluarkan dari Islam). Allah Ta’ala berfirman (artinya), “Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, maka Allah membalas tipuan mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud untuk dilihat orang (Riya), tidaklah mereka mengingat Allah kecuali sedikit” (QS. An Nisa: 142). (I’anatul Mustafiid).
Bahaya Riya
1.     Riya Termasuk Perbuatan Syirik
Setiap dosa yang dilakukan manusia memiliki tingkatan. Dosa terbesar yang dilarang syariat adalah kesyirikan, dan
 riya termasuk syirik asghar. Sehingga tatkala seseorang melakukan riya, berarti ia telah melakukan perbuatan dosa yang jauh lebih berbahaya, lebih berdosa, dan lebih mengerikan ancaman siksaanya dibandingkan zina, riba, mencuri, atau minum khamr.
2.     Dosa Riya Tidak Diampuni
Allah
 Ta’ala berfirman (artinya), “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa (tingkatannya) di bawah syirik, bagi siapa yang dikehendakiNya. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa besar” (QS. An Nisa: 48).
Rasulullah
 shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa berjumpa dengan Allah Ta’ala dalam keadaan tidak menyekutukanNya (syirik) dengan sesuatu apapun maka dia akan masuk surga. Barangsiapa berjumpa dengan Allah dalam keadaan menyekutukanNya maka dia akan masuk neraka(HR. Muslim). Adapun pelaku riya maka diancam dengan neraka (At Tamhiid). Karena riya termasuk kesyrikan, maka pelakunya tidak akan diampuni kecuali dengan taubat yang sebenar-benarnya sebelum pintu taubat ditutup.
3.     Riya Menghapus Amalan yang tercampurinya
Dalam hadits
 qudsiy diriwayatkan bahwa Allah Ta’ala berfirman (artinya), “Aku adalah dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa beramal dan dia menyekutukan Aku dengan sesuatu yang lain (dalam amalnya), maka Aku akan tinggalkan dia dengan amalannya” (HR. Muslim).
4.     Termasuk Syirik Khafiy
Riya
 disifati sebagai perbuatan syirik khafiy (samar) yang menjangkiti hati dan tujuan pelakunya. Perbuatan syirik ini tersamar karena tidak ada yang mengetahui kandungan hati seseorang kecuali AllahTa’ala (Al Qoul Al Mufiid). Oleh karena itu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tetap mengkhawatirkan para sahabatnya terhadap riya, padahal mereka memiliki tingkat keimanan yang tinggi dan merupakan sebaik-baik manusia setelah para Nabi dan Rasul. Maka kita generasi yang jauh dari masa sahabat harus lebih takut terkena riya dan waspada darinya.
5.     Lebih Berbahaya Daripada Fitnah Dajjal
Rasulullah
 shalallahu ‘alaihi wa sallam lebih mengkhawatirkan riya menjangkiti para sahabatnya, karena keikhlasan dalam ibadah adalah perkara yang sangat sulit. Sebagian salaf (orang shalih terdahulu) berkata, “Tidaklah aku curahkan segenap kemampuanku sebesar perjuanganku untuk mengikhlashkan amal” (Al Qoul Al Mufiid). Fitnah riya sebabnya samar dan dapat menjangkiti siapapun, baik ia seorang ulama ataupun orang biasa. Kecuali bagi orang yang mendapatkan rahmat dan pertolongan dari AllahTa’ala. Sedangkan fitnah Dajjal kelak dengan izin Allah Ta’ala tidak akan berpengaruh pada orang-orang beriman.
Beberapa Contoh Perbuatan Riya
1.     Memperbagus ibadah di hadapan manusia agar dapat predikat sebagai ahli ibadah.
2.     Mengunggah foto saat berdo’a di depan ka’bah agar orang-orang tau dirinya baru pulang haji atau umrah.
3.     Merendahkan dirinya di hadapan manusia dengan tujuan agar mendapat pujian sebagai orang yang tawadhu.
Di antara cara mengobati Riya
Beberapa kiat untuk mengobati riya (Tauhid Muyassar dan beberapa tambahan)
1.     Mengingat keutamaan orang-orang yang berbuat ikhlas yang syaithan tidak akan mampu menyesatkan
2.     Bersungguh-sungguh dalam mengikhlaskan amal, tidak merasa nyaman ketika di pertengahan amal tertimpa penyakit riya¸ bahkan segera meninggalkan perasaan riya tersebut
3.     Mengingat keagungan Allah Ta’ala karena Ia tidak membutuhkan amalan hambaNya
4.     Mengingat berbagai dampak negatif dan bahaya riya
5.     Mengingat negeri akhirat, kematian, siksa kubur, dan gelapnya kubur serta siksa neraka
6.     Meyakini bahwasannya ridha manusia tidak dapat mendatangkan manfaat maupun bahaya baginya
7.     Berdo’a kepada Allah Ta’ala dengan doa yang dituntunkan, “Allahumma inni a’uudzubika an usyrika bika syaian wa ana a’lamu wa astaghfiruka limaa laa a’alamu” Artinya : Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan menyekutukan-Mu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun kepada-Mu dari apa yang tidak aku ketahui (sadari) (HR al-Bukhari dalam “al-Adabul mufrad” dari Abu Ya’la, dinyatakan shahih oleh syaikh al-Albani).
Tanda-Tanda Keikhlasan
1.     Suka menyembunyikan amalan yang tidak perlu untuk ditampakkan. Allah Ta’ala berfirman (artinya) “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu; dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Baqarah : 271)
2.     Selalu menuduh diri kita dengan kekurangan. Tidak memuji dirinya sendiri apabila dia dapati kebaikan padanya. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa mendapatkan kebaikan hendaknya ia memuji Allah. Dan barangsiapa yang menjumpai selain itu, janganlah ia mencela kecuali kepada dirinya sendiri” (HR. Muslim)
3.     Tidak menanti balasan dan ucapan terima kasih dari orang lain, karena yang diharapkannya hanya Wajah Allah Ta’ala. “Sesungguhnya kami memberikan makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhoan Allah, kami tidak mengharapkan balasan darimu dan tidak pula ucapan terima kasih” (QS. Al Insan: 9)
4.     Sikapnya sama saja ketika mendapat pujian atau celaan. Apabila dipuji tidak menambah kerajinannya dan jika dicela tidak mengendorkan dirinya dari beramal
Penutup
Kaum muslimin yang dimuliakan Allah. Riya adalah penyakit yang muncul karena kejahilan hati. Penyakit ini sulit untuk ditinggalkan, karena sudah menjadi tabi’at manusia mencintai pujian. Padahal hakikat dari pujian manusia kebanyakan adalah tipuan. Bagaimana bisa anda dipuji sebagai orang shalih? Padahal ketika anda sendirian anda bermaksiat kepadaNya. Mengikhlaskan amalan adalah sebuah kewajiban. Suatu amal tidak akan diterima tatkala tercampuri padanya riya, meskipun dalam prosentase 0.00001 %. Meskipun demikian kita harus meyakini bahwasannya tidaklah kewajiban datang kecuali kita memiliki kesanggupan untuk melaksanakannya. Karena Allah Ta’ala tidak membebankan kewajiban di luar batas kemampuan seseorang. Dengan bersikap pertengahan mari kita berusaha untuk selalu waspada terhadap bahaya riya.Wallahu muwaffiq


Friday, 9 September 2016

Kisah Pemuda Yang Bertemu Dajjal

Dari hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari riwayat Fatimah bind Qais radhiyallahu ‘anha. Dalam riwayat tersebut dinyatakan bahwa dia berkata, “Saya mendengar juru panggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru: Shalat Jama’ah! Shalat jama’ah” (panggilan seperti ini biasanya hanya pada waktu shalat atau apabila ada sesuatu yang sangat penting). Fatimah binti Qais melanjutkan, “Maka saya pun pergi ke masjid dan shalat bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan saya berada pada shaf pertama para wanita. Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah selesai beliau duduk di atas mimbar.
Beliau tertawa kemudian berkata,’Hendaklah masing-masing tetap di tempat! Tahukah Anda semua mengapa saya kumpulkan?’
Para Shahabat menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu:
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Bukan karena suatu kabar gembira, bukan pula karena suatu ancaman, tetapi karena Tamim ad-Dari tadinya seorang pemeluk Nasrani lalu dia datang menyatakan keIslamannya dan menceritakan kepada saya kejadian yang sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian semua tentang al-Masih ad-Dajjal. Dia menceritakan kepada saya bahwa dia berlayar dengan tiga puluh orang dari Lakhm danJuzam, lalu ombak besar membuat mereka terombang ambing di lautan sebulan lamanya hingga akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau di arah timur matahari. Mereka pun turun dan duduk beristirahat dekat kapal mereka lalu memasuki pulau tersebut. Mereka kemudian bertemu dengan makhluk melata yang dipenuhi bulu. Saking banyaknya bulunya mereka tidak tahu mana bagian depan dan bagian belakangnya. Mereka berkata, Makhluk apakah Engkau ini?’
Makhluk itu berkata, Aku adalah Jassasah (Pengintai).’
Mereka bertanya, Apa itu Jassasah?’
Makhluk tu menjawab, ‘Pergilah kalian menemui laki-laki yang ada digedung besar sana, dia sangat ingin mendengar berita dari kalian.’

Tamim berkata, ‘Ketika dia menyebut nama seorang laki-laki, kami takut bahwa makhluk itu adalah setan. Maka kami pun bergegas pergi sampai kami menemukan bangunan besar itu lalu masuk ke dalamnya. Disana ada seorang manusia yang paling besar dan paling kuat yang pernah kami lihat. Kedua tangannya terbelenggu ke lehernya diantara kedua lutut dan sikunya. Kami berkata, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah engkau ini?’
Dia menjawab, kalian mampu menemukanku, beritahu saya siapa kalian ini!’
Mereka (Tamim dan rombongan) menjawab, ‘Kami adalah orang-orang Arab, kami naik kapal laut, tiba-tiba ombak pasang dan kami pun terombang-ambing selama satu bulan sampai akhirnya terdampar di pulau Anda ini. Kami pun merapat dan memasukinya. Tiba-tiba kami bertemu  dengan makhluk melata yang berbulu sangat lebat sehingga sulit mengetahui mana depan dan mana bagian belakangnya. Kami berkata kepadanya, ‘Celakalah engkau, makhluk apakah kau ini?’
Dia menjawab, Aku adalah jassasah (Pengintai).’
Kami pun berkata, Apakah jassasah itu?’
Dia berkata, ‘Pergilah temui laki-laki yang ada di bangunan besar itu karena dia sangat ingin mendengarkan berita dari kalian!’
Maka kami pun bergegas menemuimu, dan merasa takut dengan makhluk itu dan menyangka dia adalah setan.
Laki-laki besar itu berkata, ‘Beritahukan kepada saya tentang kebun kurma Baisan!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, ‘Tentang pohon-pohon kurmanya, apakah masih berbuah?’ Kami berkata, ‘Ya.’ Dia berkata, ‘Ketahuilah karma-karma itu hampir tidak lagi berbuah.
Beritakan kepadaku tentang danau Tiberias!’ Kami pun berkata, ‘Tenting apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah di sana ada airnya?’ Kami menjawab, ‘Danau itu banyak airnya, ‘Dia berkata, ‘Ketahuilah airnya tak lama lagi akan habis.
Beritahu saga tentang sumber air Zagar!’ Kami berkata, ‘Tentang apanya yang ingin engkau ketahui?’ Dia berkata, Apakah masih banyak airnya? Apakah penduduk sekitarnya memanfaatkan airnya untuk bercocok tanam?’ Kami menjawab, ‘Ya, airnya banyak, penduduk sekitar memanfaatkannya untuk bercocok tanam.’
Dia berkata, ‘Beritakan kepada saya tentang Nabi kaum yang ummi, apa yang telah dilakukannya?’ Mereka menjawab, ‘Dia telah muncul di Mekkah dan tinggal di Yasrib,’ Dia berkata, Apakah orang-orang Arab memerangi mereka?’ Kami menjawab, ‘Ya.’ Dia berkata, Apa yang dilakukannya kepada mereka?’ Maka kami pun memberitahurnya bahwa telah tampak para pengikutnya dari kalangan orang-orang Arab, mereka mematuhinya. Dia berkata, ‘Itu sudah terjadi?’ Kami menjawab, ‘Ya,’ Dia berkata, jika demikian maka yang terbaik bagi kalian ialah mematuhinya. Aku beritahukan kepada kalian siapa sesungguhnya aku ini. Aku adalah al-Masih, hampir datang waktunya aku diizinkan keluar, lalu akan berjalan mengelilingi bumi, tidak satu kampung pun yang tidak kusinggahi dalam waktu empat puluh malam kecuali Mekkah dan Taibah karena keduanya diharamkan atasku. Setiap kali aku berusaha untuk memasuki salah satu dari keduanya aku akan dihadang oleh Malaikat yang memegang pedang mengusir saya menjauhi kedua kota itu. Setiap celah kota itu dijaga oleh para malaikat.”‘


Fatimah binti Qais (perawi hadits) berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menghentakkan tongkat beliau ke mimbar dan berkata, ‘Inilah Taibah, inilah Taibah (maksud beliau Madinah). Bukankah saya pernah menyampaikannya hal seperti ini kepada kalian?’ Para hadirin menjawab, ‘Benar,’ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam melanjutkan, ‘Sesungguhnya apa yang disampaikan oleh Tamim membuatku kagum karena sesuai dengan yang pernah saya sampaikan kepada kalian tentang Dajjal, Madinah dan Mekkah. Dia berada di laut Syam atau laut Yaman; bukan, tetapi dia ada di timur, dia ada di timur, dia ada di timur!’ Beliau pun memberi isyarat dengan tangannya ke arah timur. Fatimah melanjutkan, “Maka saya pun menghafalnya dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”