Showing posts with label amalan akhir zaman. Show all posts
Showing posts with label amalan akhir zaman. Show all posts

Sunday, 18 September 2016

mengapa terjadi Asap yang menutupi Seluruh bumi ?

di antara yang diingatkan oleh baginda Rasulullah SAW tetang kedahsyatan peristiwa akhir zaman adalah adanya asap global yang menyelimuti seluruh dunia. Asap itu, sebagaimana yang termuat dalam hadits Rasulullah SAW adalah salah satu di antara yang paling dingatkan oleh Allah akan bahaya yang ditimbulkannya.Rasulullah bersabda :

dan rabbmu telah memperingtkanmu tentang tiga hal : ( pertama )
asap yang akan mengakibatkan orang mukmin seperti demam dan
kepada orang kafir sehingga ia melepuh ( pecah ) dan keluar asap
setiap telinganya, yang kedua adalah binatang,yang ketiga adalah dajjal

Hubungan asap global dengan kegelapan total adalah bahwa asap tersebut akan menutupi
seluruh permukaan bumi, yang akibatnya permukaan bumi akan tertutup oleh asap hitam,
sinar matahari akan terhalang hingga bumi akhirnya mengalami kegelapan selama beberapa
waktu.inilah yang diingatkan Allah dalam kitab-nya :

maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata,yang meliputi manusia.
inilah azab yang pedih.
( Ad-Dukhan [44] : 10-11
161. Dikeluarkan oleh ibnu jarir dan diriwayatkan oleh thabrani dan abu malik, Al-Asy’ari dan sanadnya adalah jayyid



mengapa terjadi Asap yang menutupi Seluruh bumi ?
    
     dimana telah dijelaskan efek yang ditimbulkan akibat hujan meteor
yang menimpa bumi. Kerasnya hantaman telah menyebabkan naiknya
partikel- partikel bumi dalam jumlah yang sangat besar. Debu-debu akan
beterbangan dan naik ke langit. Akibatnya langit menjadi gelap pekat,
sehingga terhalanglah sinar matahari untuk sampai ke bumi. Riwayat Ibnu
Abbas di muka juga menjelaskan hubungan yang erat antara hujan meteor
dengan adanya Asap global yang menutupi seluruh permukaan bumi.

     untuk lebih jelasnya, berikut kami kutipkan apa yang ditulis oleh
  wisnu sasongko dalam salah satu tulisannya :
                                                                                                                                                                                    

      Marilah kita memahami bahwa hipotesis awal fenomena munculnya
Asap Global/Ad-Dhukan adalah akibat jatuhnya meteor ke bumi.
ledakannya menimbulkan debu-debu yang beterbangan di angkasa,
bumi seluruhnya tertutup asap.untuk menguatkan hipotesis ini, marilah
kita membuat perbandingan tentang kemungkinan-kemungkinan yang
lain, misalnya kebakaran hutan,ledakan gunug berapi,ledakan nuklir.
fenomena tersebut sangat memungkinkan bagi munculnya Asap global,
hanya saja apakah hal tersebut memenuhi kriteria yang di isyaratkan dalam
Al-Qur’an bahwa Asap tersebut menyelimuti seluruh manusia dan seluruh ( Ad-Dhukan : 10-11 )



      dalam buka yang berjudul ilmu pengetahuan populer  jilid 3,
disebutkan bahwa sumber adanya debu di angkasa adalah semburan
gunung berapi,atau angin yang mengembus dari padang pasir di bumi
atau dari tanah subur yang menjadi tandus karena musim kemarau yang
berkepanjangan. Asap yang keluar dari cerobong-cerobong asap juga
menambah jumlah debu di angkasa. Debu meteor dari angkasa luar yang
memasuki atmosfer bumi dapat juga menjadi inti dalam pembentukan
awan. Berikut di bawah ini beberapa fenomena yang ditengarai sebagai
sumber asap, yaitu :

              pertama, aktivitas pabrik dan kendaraan bermotor. Kegiatan
industri dan transportasi yang berbahan dasar minyak dan batubara
(bahan bakar fosil) ditengarai telah menjadi penyebab banyaknya gas-gas
(CO2-karbondioksida,CH4-metana dan N2O-Nitrous Oksida) di atmosfer,
yang menimbulkan efek rumah kaca ( ERK ), sehingga menyebabkan suhu
pada sebagian belahan bumi menjadi panas.


        sebuah buku seri perubahan iklim menyebutkan, bahwa ketika
revolusi industri baru dimulai sekitar tahun 1850, konsenstrasi salah
satu GRK (Gas Rumah Kaca ) penting yaitu CO2 di atmosfer batu 290
ppmv ( part per million by volume ), saat ini ( 150 tahun kemudian )
telah mencapai sekitar 350 ppmv. Jika pola konsumsi, gaya hidup, dan
pertumbuhan penduduk tidak berubah, 100 tahun yang akan datang
konsentrasi CO2 diperkirakan akan meningkat menjadi 560 ppmv atau
dua kali lipat dari zaman pra-industri. Akibatnya, dalam kurun waktu
100 tahun mendatang suhu rata-rata bumi akan meningkat hingga 4-5
derajat celcius.

Friday, 16 September 2016

Dahsyatnya Ledakan Meteor (Ad-Dhukan)

     Sekali lagi, hal ini belum memenuhi kriteria ad-duhkan sebagai
asap global yang memenuhi bumi.

      kedua, kebakaran hutan. Setiap kali musim panas datang,selalu saja
terjadi peristiwa kebakarann hutan. Di indonesia saja, tercatat beberapa
kebakaran hutan yang terjadi di hutan-hutan kalimantan dan sumatra .
hal ini sering terjadi pada waktu musim kemarau yang berkepanjangan.
begitu juga di negara-negara lain di siberia Rusia, di benua Amerika, di
benua Australia. Semuanya ini terjadi karena banyak faktor, yaitu karena
kesalahan fisik dan metafisik manusia. Perubahan iklim global ditandai
dengan meningkatnya suhu bumi.

            Hanya saja, peristiwa kebakaran hutan hanya menimbulkan asap
yang bersifat lokal.Hal ini kuranng memenuhi kriteria Asap global yang
 di isyaratkan dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits.

      ketiga, ledakan gunung berapi. Bumi kita memiliki 850 buah
gunung api aktif 75% di antaranya berada pada gugusan “ lingkaran
api” dari pantai barat Amerika dan Chili ke Alaska serta membentang ke
pantai timur Asia dari siberia ke selandia baru.


          menurut sarjana belanda yang bernama verbeek  (1930 ), bahwa
meletusnya gunung krakatau di selat sunda pada tahun 1883,
demikian dahsyatnya sehingga debu vulkanis terembus setinggi 50
km. Debu ini tinggal di atmosfer selama 3 tahun (?). maka terjadilah
kelainan pandangan di angkasa ( optical anomaly ) karena sinar matahari
terhalang.

           meletus nya gunung vesuvius pada tahun 778 masehi yang
berlangsung 3 hari secara terus-menerus, telah menyebabkan dua kota
yaitu pompeii dan Herculanum terkubur dan tertimbun oleh bahan letusan yang kaya dengan batu apung dengan ketebalan sampai beberapa meter.
            Agaknya abu yang berbentuk dari letusan gunung api mempunyai dampak lokal, tidak sampai memengaruhi(menutupi langit dunia). Hal ini kurang memenuhi kritia ad-Dukhaan (Asap Global) yang disyaratkan oleh Al-Qur’an.


            Keempat, Ledakan Nuklir. Pada tanggal 26 April 1986 terjadi ledakan dan kebocoran reaktor nuklir Chernobil bekas negara Uni Soviet. Hal ini menyebabkan 31 orang tewas dan 200 lainnya terkena radiasi. Peristiwa ini menyebabkan kurang lebih 3% dari 180 ton uranium dioksida dalam reaktor terlepas ke atmosfer. Isotof-isotof radioaktif terlontar ke udara kemudian menimbulkan kebakaran di sekitar instalasi dengan suhu sampai 1.200 UF. Awan radiasi tidak hanya melintas di udara  negara-negara terdekat,  tetapi menyeberang sampai ke negara-negara
skandinavia sejauh 1.200 km di barat laut Uni Soviet.

                para ahli memperkirakan akan terjadi efek negatif terhadap masa
depan lingkungan hidup, berupa debu radioaktif yang mengembang di
atmosfer kemudian jatuh mengontaminasi semua benda di permukaan bumi,
terutama tanaman, ternak, juga sel-sel tubuh manusia. Usaha pertama
dilakukan untuk mencegah korban yang lebih banyak adalah dengan
mengosongkan areal sekitar 2.600 km2 dari penduduk. Kemudian
membongkar semua bangunan di atasnya dan membuangnya sebagai
sampah nuklir. Sedangkan reaktor yang bocor segera di timbun dengan
semen dan beton.

        dengan melihat betapa berbahayanya efek radiasi nuklir tersebut,
maka sangat mungkin senjata nukir tidak akan sempat digunakan dalam
perang konvesnional. Kecuali oleh orang-orang yang paling durhaka,
yang menggunakan segala cara. Kalaupun hal itu digunakan, besar
kemungkinan seluruh manusia akan tersiksa, baik orang yang beriman
maupun tidak beriman. Maka dalam konteks ini, ledakan nuklir
tidak memenuhi kriteria sebagai Asap global yang di isyaratkan Al-Qur’an
dan Al-Hadits.


     kelima,  hantaman meteor atau asteroid ke bumi. Hantaman meteor
ke bumi. Mampu menjadikan tanah, air dan rumput serta hutan berubah
menjadi debu-debu dan gas yang memenuhi atmosfer bumi.

Wednesday, 14 September 2016

keajaiban zikir dan doa saat terjadinya kegelapan total seluruh dunia

di antara yang diingatkan oleh baginda Rasulullah SAW tetang kedahsyatan peristiwa akhir zaman adalah adanya asap global yang menyelimuti seluruh dunia. Asap itu, sebagaimana yang termuat dalam hadits Rasulullah SAW adalah salah satu di antara yang paling dingatkan oleh Allah akan bahaya yang ditimbulkannya.

Rasulullah bersabda :

dan rabbmu telah memperingtkanmu tentang tiga hal : ( pertama )
asap yang akan mengakibatkan orang mukmin seperti demam dan
kepada orang kafir sehingga ia melepuh ( pecah ) dan keluar asap
setiap telinganya, yang kedua adalah binatang,yang ketiga adalah dajjal

Hubungan asap global dengan kegelapan total adalah bahwa asap tersebut akan menutupi
seluruh permukaan bumi, yang akibatnya permukaan bumi akan tertutup oleh asap hitam,
sinar matahari akan terhalang hingga bumi akhirnya mengalami kegelapan selama beberapa
waktu.inilah yang diingatkan Allah dalam kitab-nya :

maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata,yang meliputi manusia.
inilah azab yang pedih.
( Ad-Dukhan [44] : 10-11
161. Dikeluarkan oleh ibnu jarir dan diriwayatkan oleh thabrani dan abu malik, Al-Asy’ari dan sanadnya adalah jayyid



mengapa terjadi Asap yang menutupi Seluruh bumi ?
    
     dimana telah dijelaskan efek yang ditimbulkan akibat hujan meteor
yang menimpa bumi. Kerasnya hantaman telah menyebabkan naiknya
partikel- partikel bumi dalam jumlah yang sangat besar. Debu-debu akan
beterbangan dan naik ke langit. Akibatnya langit menjadi gelap pekat,
sehingga terhalanglah sinar matahari untuk sampai ke bumi. Riwayat Ibnu
Abbas di muka juga menjelaskan hubungan yang erat antara hujan meteor
dengan adanya Asap global yang menutupi seluruh permukaan bumi.

     untuk lebih jelasnya, berikut kami kutipkan apa yang ditulis oleh
  wisnu sasongko dalam salah satu tulisannya :
                                                                                                                                                                                    

      Marilah kita memahami bahwa hipotesis awal fenomena munculnya
Asap Global/Ad-Dhukan adalah akibat jatuhnya meteor ke bumi.
ledakannya menimbulkan debu-debu yang beterbangan di angkasa,
bumi seluruhnya tertutup asap.untuk menguatkan hipotesis ini, marilah
kita membuat perbandingan tentang kemungkinan-kemungkinan yang
lain, misalnya kebakaran hutan,ledakan gunug berapi,ledakan nuklir.
fenomena tersebut sangat memungkinkan bagi munculnya Asap global,
hanya saja apakah hal tersebut memenuhi kriteria yang di isyaratkan dalam
Al-Qur’an bahwa Asap tersebut menyelimuti seluruh manusia dan seluruh ( Ad-Dhukan : 10-11 )



      dalam buka yang berjudul ilmu pengetahuan populer  jilid 3,
disebutkan bahwa sumber adanya debu di angkasa adalah semburan
gunung berapi,atau angin yang mengembus dari padang pasir di bumi
atau dari tanah subur yang menjadi tandus karena musim kemarau yang
berkepanjangan. Asap yang keluar dari cerobong-cerobong asap juga
menambah jumlah debu di angkasa. Debu meteor dari angkasa luar yang
memasuki atmosfer bumi dapat juga menjadi inti dalam pembentukan
awan. Berikut di bawah ini beberapa fenomena yang ditengarai sebagai
sumber asap, yaitu :

              pertama, aktivitas pabrik dan kendaraan bermotor. Kegiatan
industri dan transportasi yang berbahan dasar minyak dan batubara
(bahan bakar fosil) ditengarai telah menjadi penyebab banyaknya gas-gas
(CO2-karbondioksida,CH4-metana dan N2O-Nitrous Oksida) di atmosfer,
yang menimbulkan efek rumah kaca ( ERK ), sehingga menyebabkan suhu
pada sebagian belahan bumi menjadi panas.


        sebuah buku seri perubahan iklim menyebutkan, bahwa ketika
revolusi industri baru dimulai sekitar tahun 1850, konsenstrasi salah
satu GRK (Gas Rumah Kaca ) penting yaitu CO2 di atmosfer batu 290
ppmv ( part per million by volume ), saat ini ( 150 tahun kemudian )
telah mencapai sekitar 350 ppmv. Jika pola konsumsi, gaya hidup, dan
pertumbuhan penduduk tidak berubah, 100 tahun yang akan datang
konsentrasi CO2 diperkirakan akan meningkat menjadi 560 ppmv atau
dua kali lipat dari zaman pra-industri. Akibatnya, dalam kurun waktu
100 tahun mendatang suhu rata-rata bumi akan meningkat hingga 4-5
derajat celcius.