Showing posts with label Perang Akhir Zaman. Show all posts
Showing posts with label Perang Akhir Zaman. Show all posts

Monday, 26 September 2016

Kamu Akan Memerangi Jazirah Arab

Rasulullah bersabda, “Kamu akan memerangi semenanjung Arabia. Maka musuh pertama yang memerangi Al Mahdi (setelah terjadinya pembenaman tentara Sufyani yang pertama ke dalam bumi) adalah pasukan semenanjung Arab yang terdiri dari kaum Muslimin dan dipimpin oleh seorang laki-laki yang berasal dari suku Quraisy (Laki-laki ini ada kemungkinan adalah laki-laki yang bernama Sufyani berdasarkan kitab Al Qurthubi yang berjudul: At Tadzkirah). Yang mana ia meminta kepada suku para pamannya yaitu suku Kalab (sebagian orang mengatakan bahwa para penguasa/emir - Kuwait berasal dari suku Kalab). Kemudian mereka berangkat untuk memerangi Al Mahdi, akan tetapi Imam Mahdi mengalahkan mereka dengan seburuk-buruk bentuk kekalahan serta mendapatkan harta rampasan perang yang luar biasa banyaknya.”

Sebagian riwayat hadis menyebutkan: “Adalah suatu kerugian bagi siapa saja yang tidak pernah melihat harta rampasan perang suku Kalab. Dan dengan perang ini, maka dapatlah Al Mahdi menaklukkan dan berkuasa terhadap seluruh semenanjung Arabia.”

Disini Kuwait pun takluk juga dan yang dikatakan negara yang lebih kecil dari tulang ekor akan kembali ke tubuhnya. Dan wilayah negara kuwait ternyata benar-benar mirip tulang ekor.

Dari Abu Hurairah Ra., bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:"Tidak terjadi hari qiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates, yaitu sebuah sungai yang ada di Iraq) menjadi surut airnya sehingga kelihatan sebuah gunung dari emas. Banyak orang yang terbunuh karena memperebutkannya. Maka terbunuhlah sembilan puluh sembilan dari seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata. "Mudah-mudahan akulah orang yang selamat itu.

"Di dalam riwayat lain disebutkan: "Sudah dekat suatu masa di mana Sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu kelihatan perbendaharaan dari emas, maka siapa saja yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun dari harta itu." (HR. Bukhari Muslim).

Sementara itu akibat mulainya rangkaian 3 tahun kemarau, di seputar wilayah Iraq telah terlihat gunung emas dari sungai Efrat dan muncul pula hamparan permata diseputar wilayah Syria, saat itu juga bangsa-bangsa lain termaksut Rum disibukkan dengan pengiriman pasukan-pasukan ke Iraq dan Syria dan saling berperang merebutkan gunung emas Efrat dan permata, mungkin disebabkan semua negara-negara ini butuh harta berlimpah untuk menanggung krisis akibat rangkaian 3 tahun kemarau, kekeringan, kebakaran, kelaparan dan asap dan bencana-bencana multi dimensi lain di negerinya. Bencana kemarau tidak terlalu mengefek di Arab dan kebakaran hutan pun tidak ada, sumber air zam-zam juga aman.

Rasul bersabda, “Kamu akan memerangi semenanjung Arabia, lalu Allah akan menaklukkannya untukmu. Setelah itu Persia, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian Rum, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu akan memerangi Dajjal, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu.” Diriwayatkan oleh Muslim dari Nafi’ bin ‘Atabah. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dan Ibn Majah.

Karena sebab kedua harta simpanan ini, tentara Mahdi menjadi aman dari gangguan bangsa Rum dengan perjanjian tidak ikut serta dalam perebutan 2 harta karun tersebut dan lalu dimanfaatkan Imam Mahdi menyibukan diri pula menaklukkan dan menggalang kekuatan di semanjung Arab lainnya, itulah bagian strategi Imam Mahdi, yang salah satu tujuannya agar mengulur waktu agar tentara Muslim lebih tambah kuat dahulu.

Dan setelah menguasai semenajung Arab dan kekuatan terkumpul, akhirnya tentara Mahdi bergabung dengan bangsa Rum melawan Persia yang mungkin dibantu oleh pasukan Rusia, China dan India atau yang disebut suku Khuz dan Kirman, kemungkinan sebabnya adalah perpanjangan masalah Iraq dan Syria dengan gunung emas Efrat dan permatanya, dan bangsa Rum seakan-akan memanfaatkan tentara Mahdi agar tujuan mereka mendapatkan harta karun berhasil, padahal tentara Mahdi tidak ada minat untuk mengambil harta ini saat itu karena memang belum saatnya dibagi-bagikan oleh Imam Mahdi pada rakyatnya, dan ini padahal malahan jadi manfaat bargaining dari Imam Mahdi untuk mendapatkan keuntungan dan keamanan dari kerjasama ini. Setelah Persia kalah dan tentara Imam Mahdi balik ke Madinah, terjadilah pengkhianatan dari bangsa Rum. Pertempuran melawan bangsa Rum akan berkecamuk di Syiria, dekat kota Damaskus, yakni disuatu tempat yang bernama A’maq dan Dabiq: “Kiamat takkan terjadi sehingga bangsa Romawi singgah di Al-A’maq* atau di Dabiq*. Lalu mereka diserbu oleh balatentara dari Madinah, yang merupakan penduduk dunia yang terbaik waktu itu. (Muslim bin Hajjaj dari Abu Hurairah RA) *Al-A’maq dan Dabiq adalah nama dua tempat di Syria dekat kota Halab (Alepo).

Dari auf bin malik bahwasanya Rosulullah bersabda; `hitunglah enam hal menjelang kiamat, yaitu: kematianku, kemudian penaklukan baitul maqdis, kemudian kematian massal seperti penyakit qu`as pada kambing, kemudian melimpahnya harta, hingga seseorang di beri seratus dinar, ia masih merasa tidak suka, Kemudian fitnah yang memasuki setiap rumah orang Arab, kemudian perdamaian antara kamu dan bani ashfar [kafir] lalu mereka berhianat dan mendatangi kamu dengan 80 panji yang di setiap panjinya ada 12000 prajurit. HR Bukhori

Rasulullah S.A.W. dalam hadist menyebutkan bahwa ini adalah rangkaian dari perang yang berlarut larut, yang akan dimulai ketika umat muslim sedang dalam keadaan sangat lemah, hingga pada akhirnya umat muslim akan memimpin dunia. Dan ini akan menjadi masa fitan (carut marut) terbesar, tetapi juga akan menjadi masa penuh berkah

Friday, 23 September 2016

Kisah As-Sufyani (Diktator Yang Mengejar Al-Mahdi)

Sebelum kedatangan Imam Mahdi akan muncul keluarga Sufyani. Mereka sangat keji, suka membunuh, dan tidak pernah beribadah kepada Allah. Ada salah satu hadist yang membuktikannya.

Hudzaifah al-Yamani (ra) meriwayatkan, Sesungguhnya Nabi (SAW) pernah menyebutkan fitnah yang akan terjadi antara orang Timur dan Barat. Beliau (SAW) pernah berkata, ….kita juga akan mendapatkan ujian, (yaitu) akan muncul Sufyani dari bukit tandus. Ia berkuasa di Damaskus, kemudian mengutus dua bala tentara. Tentara pertama diperintahkannya menuju ke arah timur, sedangkan tentara kedua menuju ke Madinah, Ketika mereka sampai di negara Baylonia, tepatnya di sebuah kota yang dilaknat, mereka membunuh lebih dari 3000 jiwa. Dan memperkosa tak kurang dari 100 orang wanita. Mereka menymbelih 300 kambing milik sebuah kaum Bani Abbas.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas (ra), ia berkata, Sufyani akan muncul dan melakukan peperangan, mereka membelah perut-perut wanita hamil dan memasak bayi-bayi mungil dalam kuali besar.
Sabda Nabi SAW, “Sebelum (munculnya) al-Mahdi, as-Sufyani akan muncul bersama-sama 360 pasukan (tentera) berkuda, kemudian dengan diiringi oleh 30,000 (tentera) yang dipimpin oleh Kalb, iaitu bapa saudaranya. As-Sufyani kemudian mengerahkan askarnya ke Iraq. Dalam serangan ini, 100,000 orang terbunuh di Zaurak, iaitu suatu kota di Timur. Setelah itu, mereka menyerbu Kufah. Lantas (ketika itu) muncullah Panji-panji (Hitam) dari Timur. Yang memegang benderanya ialah seorang Pemuda dari Bani Tamim yang digelarkan Syuaib bin Saleh. Dia (at-Tamimi itu) kemudian menyerang sekelompok tawanan daripada penduduk Kufah dan membunuh semuanya. Setelah itu as-Sufyani mengerahkan sebahagian tenteranya (pergi menyerang) Madinah. Mereka terus menyerang Madinah selama tiga hari lalu menuju ke Makkah. Ketika mereka sampai di al-Baidak, Allah memerintahkan Jibril supaya menghentakkan kakinya dengan sekali hentakan, yang mana dengan hentakan itu, mereka jadi terbenam ke dalam bumi sehingga tidak berbaki melainkan dua orang yang kemudian menyampaikan (perihal) peristiwa tersebut kepada as-Sufyani. Tetapi as-Sufyani tidak menghiraukannya. Lalu dia mengirimkan dua orang (keturunan) Parsi untuk meminta bantuan (kerajaan Romawi) menaklukkan Kostantinopel. Oleh raja Romawi, permintaannya ini segera dikabulkan (lalu dihantar pasukan tentera yang ramai untuk membantu). Tetapi ketika kedua-dua orang (utusan) ini sampai di pintu gerbang Damsyik, mereka dibunuh orang. Selain itu, as-Sufyani juga membunuh orang yang mengingkari dirinya, bahawa ada seorang perempuan duduk-duduk di atas pahanya di pintu gerbang di Damsyik. Ketika itulah terdengar satu seruan dari langit, “Wahai (sekalian) manusia, sesungguhnya Allah telah membinasakan orang-orang yang zalim, orang-orang munafik dan sekutu-sekutu mereka. Allah telah mengangkat seorang yang terbaik dari umat Muhammad SAW sebagai pemimpin kamu semua. Oleh itu, sambutlah dia di Makkah. Dia adalah al-Mahdi yang bernama Ahmad bin Abdullah.” Lalu ada satu pertanyaan kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah kami dapat mengenalinya?” Jawab baginda, “Dia adalah dari keturunanku, iaitu perawakannya seakan-akan Bani Israel, kulitnya kemerah-merahan seolah-olah wajahnya bercahaya laksana bintang, pipi kanannya bertahi lalat hitam (yang hidup). Dia tampan orangnya, berusia 40 tahun. Dia akan didatangi oleh Wali-wali Abdal dari Syam, Wali-wali Nujabak dari Mesir, Asoib dari Timur dan pengikut-pengikutnya. Mereka kemudian pergi ke Makkah bersama-sama, lantas (setelah membaiat Imam Mahdi) berangkat (pula) ke Syam. Waktu itu, Jibril berada di depannya dan Mikail berada di belakangnya. Penghuni langit, penduduk bumi, burung-burung, binatang buas dan ikan-ikan di laut semuanya suka/redha kepadanya. Air menjadi mudah (didapati) di mana-mana negeri pun yang dikuasainya, sungai-sungainya mengalir (deras dan banyak), harta karun (melimpah ruah dan) mudah didapati. Dia lantas pergi ke Syam dan menyembelih as-Sufyani di bawah pokok yang dahan-dahannya (menjulur) sampai ke Laut Tibriyah.”

Sabda Nabi SAW, "Seorang lelaki bernama As-Sufyani akan datang dari tengah kota Damsyik. Kebanyakan tenteranya adalah dari Bani Kalb. Dia akan membunuh (ramai orang) sehingga memperkosa wanita dan membunuh kanak-kanak. Maka datanglah suatu kaum dari Qais lalu membunuh mereka semuanya. Kemudian keluarlah seorang lelaki dari ahli keluargaku di Al-Hirrah dan berita itu sampai kepada As-Sufyani. Dia segera menghantar pasukan tenteranya tetapi menderita kekalahan (teruk). As-Sufyani bangun memimpin sendiri pasukan tenteranya sehingga mereka sampai di kawasan gurun lalu ditelan oleh bumi.”


Kerancuan gambaran dari kedua berita ini adalah “Ketika mereka sampai di al-Baidak, Allah memerintahkan Jibril supaya menghentakkan kakinya dengan sekali hentakan, yang mana dengan hentakan itu, mereka jadi terbenam ke dalam bumi sehingga tidak berbaki melainkan dua orang yang kemudian menyampaikan (perihal) peristiwa tersebut kepada as-Sufyani. Tetapi as-Sufyani tidak menghiraukannya.” Dengan “Kemudian keluarlah seorang lelaki dari ahli keluargaku di Al-Hirrah dan berita itu sampai kepada As-Sufyani. Dia segera menghantar pasukan tenteranya tetapi menderita kekalahan (teruk). As-Sufyani bangun memimpin sendiri pasukan tenteranya sehingga mereka sampai di kawasan gurun lalu ditelan oleh bumi”

Tuesday, 20 September 2016

Perang Besar , Malhamah Al Kubra

Seusai peperangan dengan bangsa Persia ini beres dengan kemenangan, umat Islam kembali ke Madinah, tetapi bangsa Rum berkhianat dengan mengambil alih Syria serta hartanya serta mengatakan “salib telah menang”, maka berangkatlah pasukan paling baik dari Madinah untuk berperang dengan bangsa Rum.

Romawi bakal menyerangmu bahkan  mereka berkemah di Al-A’maq, di Syam. Jadi pasukan dari Madinah bakal menghadang mereka serta mereka adalah umat yang paling baik pada saat itu. Lalu Romawi meminta umat muslim untuk menyerahkan orang-orang Romawi yang menjadi muallaf serta ingin membunuh pula orang-orang Khuz serta Kirman (atau orang-orang dari koalisi lain versus tanding Rum pada perebutan 2 harta simpanan) yang telah menjadi muallaf yang sempat menjadi musuh dalam perang mereka yang istilahnya “pernah menawan kami”. Tetapi umat muslim tidak mau menyerahkan mereka, sebab orang-orang Romawi serta Khuz serta Kirman yang muallaf itu telah menjadi saudara kami dalam Islam.

Akhirnya mereka berperang, semacamga dari pasukan umat Muslim lari ketakutan/kalah, Allah SWT tidak bakal sempat menerima taubat mereka. Semacamga pasukan lagi bakal tewas serta mereka adalah syuhada paling baik di mata Allah SWT, serta semacamga update bakal mendapatkan kemenangan. Golongan semacamga yang bakal menang ini, tidak ada tuduhan yang bakal menimpa mereka selamanya. Semacam difotokan hadis dibawah ini :

Tidak bakal terjadi hari kiamat bahkan  bangsa Romawi turun ke medan perang di sebuahtempat bernama A'maq alias Dabiq, jadi ada sekelompok pasukan dari Madinah yang keluar menghadapi mereka. Mereka adalah sebaik-baik penduduk bumi ketika itu. Serta tatkala mereka berhadapan, pasukan Romawi mengatakan: 'Biarkanlah kami memerangi orang-orang yang menawan kami! 'Kaum muslimin menjawab: 'Tidak, demi Allah, kami tidak bakal membiarkan anda memerangi saudara-saudara kami.' Maka terjadilah peperangan antara mereka. Lalu ada semacamga yang kalah dimana Allah tidak bakal mengampuni dosa mereka untuk selamanya, serta semacamga lagi tewas sebagai sebaik-baik para syuhada' di segi Allah, serta semacamga lagi Allah memberbagi kemenangan terhadap mereka. Mereka tidak bakal ditimpa sebuah tuduhan untuk selamanya, lalu setelah itu mereka menaklukkan kostantinopel. Serta ketika mereka sedang membagi-bagi harta rampasan perang serta tengah menggantungkan pedang-pedang mereka pada pohon zaitun, tiba-tiba setan meneriaki mereka 'Sesungguhnya Al Masih Dajjal telah keluar di tengah-tengah keluarga kalian, 'merekapun berhamburan keluar, serta nyatanya itu hanyalah kebohongan belaka. Ketika mereka mendatangi Syam, ia muncul. Serta ketika mereka sedang mempersiapkan peperangan serta sedang merapikan barisan, tiba-tiba datanglah waktu shalat, serta turunlah Nabi Isa bin Maryam Shallallahu 'alaihi wa Salam, lalu ia mengimami mereka. Serta jika musuh Allah (Dajjal) menontonnya, niscaya ia bakal meleleh sebagaimana garam yang mencair di dalam air, meskipun seandainya saja ia membiarkannya nantinya ia juga bakal meleleh lalu binasa bakal tetapi Allah mengharapkan ia membunuhnya dengan tangannya lalu menunjukan terhadap mereka darahnya yang berada di ujung tombaknya. [HR. Muslim No.5157]

Malhamah Kubra terjadi di A'maq serta Dabiq (Damaskus). Ini adalah pertempuran terdahsyat antara Al-Mahdi (Imam Mahdi) dengan Rum, dimana mereka mengerahkan 80 bendera yang setiap bendera terdiri dari 12.000 tentara alias 960.000 prajurit. Perang Al-Malhamah Kubra terjadi selagi kemarin hari berturut-turut saja, dimana 1/3 dari kaum muslimin melarikan diri dari pertempuran, yang mana dosa mereka tidak bakal diampuni oleh Allah. Serta 1/3 lagi mendapatkan syahid, serta sisanya yang 1/3 bakal mendapatkan kemenangan yang mana mereka tidak bakal tersesat untuk selagi lamanya. (Shahih Muslim dalam Al-Fitan wa Asyratus sa'ah 18/21-22)

Pada tiap hari ada sepasukan tentara Mahdi yang saling membai’at untuk maju berperang serta tidak mundur bahkan  menang alias wafat syahid, pasukan berani wafat ini mendapat syahidnya dengan sangat memuaskan yang akhirnya mendatangkan kemenangan untuk semacamga pasukan Muslim lainnya.

Pertempuran terbesar bakal berkecamuk di Syiria, dekat kota Damaskus, yakni disuatu tempat yang bernama A’maq serta Dabiq: “Kiamat takkan terjadi jadi bangsa Romawi singgah di Al-A’maq* alias di Dabiq*. Lalu mereka diserbu oleh balatentara dari Madinah, yang adalah penduduk mayapada yang paling baik waktu itu. (Muslim bin Hajjaj dari Abu Hurairah RA) *Al-A’maq serta Dabiq adalah nama dua tempat di Syria dekat kota Halab (Alepo).

Tentara Mahdi dengan izin Allah SWT memenangkan pertempuran ini, serta diantara bangsa Rum yang tertawan ada yang kembali menjadi Muallaf lagi. Tentara Mahdi pun mengambil alih harta karun di Iraq (gunung emas Efrat) serta membagi-berikannya sama rata terhadap ramai kaum Muslimin. Harta putih (permata) telah hilang akibat kelalaian orang-orang yang kalah.

Peringatan bakal ghanimah ini, pastikan dahulu musuh mundur/kalah baru berpikir ghanimah seusai kemenangan telah pasti. Jangan bahkan  anda dari 1/3 yang kalah ini. Dua pendapat yang dimaksud kalah ini, yaitu : sebab melarikan diri dari medan pertempuran alias sebab akibat keburu dahuluan tergiur harta ghanimah akhirnya menjadi kekalahan fatal (lihat hadis mengenai 2 harta simpanan (emas serta permata)) diatas “Dan saya tidak bakal membiarkan anda musnah dalam masa satu tahun musim kering, serta tidak membiarkan para musuh mengalahkan anda kecuali sebab diri mereka sendiri bahkan  hilanglah harta yang berwarna putih (permata) itu. Meski musuh berkumpul dari segala penjuru (dalam riwayat lain disebutkan, "berkumpul di segala penjuru") bahkan  lalu mereka saling menghancurkan diri mereka sendiri (saling memerangi) serta saling menawan”, semacam contoh kekalahan di kisah perang Uhud.

...dari Abu Sa'id al-Kudri radiallahu anhuma, ia mengatakan; Rosulullah shallallahu allaihi wa sallam bersabda: "Aku bahkan kan berita gembira terhadap anda dengan datangnya al-Mahdi yang bakal di utus ketika manusia sedang di landa perselisihan serta kegoncangan-kegoncangan, dirinya bakal memenuhi bumi dengan kejujuran serta keadilan sebagaimana sebelumnya bumi di penuhi dengan penganiayaan serta kezaliman. seluruh penduduk langit serta bumi menyukainya, serta dirinya bakal membagi-berikan kekayaan dengan cara cocok". lalu ada seseorang yang bertanya terhadap beliau, "apakah yang di maksud dengan shihah?" beliau menjawab, "merata di antara manusia" serta setelah itu beliau bersabda, "dan Allah bakal memenuhi hati umat Muhammad shallallahu allahi wa sallam dengan kekayaan, serta meratakan keadilan terhadap mereka seraya memerintahkan seorang penyeru untuk menyerukan: 'siapakah yang membutukan harta?' maka tidak ada seorang-pun yang berdiri kecuali satu, lalu al-Mahdi mengatakan, 'datanglah terhadap bendahara serta katakanlah kepadanya, 'sesungguhnya al-Mahdi menyuruhmu memberi uang' lalu bendahara mengatakan, 'ambilah sedikit!' jadi seusai di bawanya ke kamarnya, dirinya rugi seraya mengatakan, 'saya adalah umat Muhammad shallallahi alaihi wa sallam yang hatinya paling rakus, alias saya tidak sanggup mencapai apa yang mereka capai' lalu ia mengembalikan uang tersebut, tetapi di tolak seraya di bilang saja kepadanya, 'kami tidak mengambil apa yang telah kami berbagi' begitulah keadaannya waktu itu yang bakal berjalan selagi tujuh, delapan, alias sembilan tahun. lalu tidak ada lagi kebaikan dalam kenasiban setelah itu." di kutip dari terjemah kitab Asyratu al-Sa'ah ciptaan Yusuf Wabil dengan judul terjemah Yaumul Qiyamah faktor 248-249 qisthi prees cetakan pertama. di situ disebutkan perihal hadis ini; Musnad Ahmad 3:37. al-Haitsami mengatakan, "diriwayatkan oleh Tirmidzi serta lainya dengan cara simpel, serta di riwayatkan oleh Imam Ahmad dengan beberapa sanad, juga di riwayatkan oleh Abu Ya'la dengan simpel, serta perawi-perawinya terpercaya." Majma'uz Zawaid 7:313-314. serta periksalah "Aqidatu Ahlis Sunnah wal Atsar fi al-Mahdi al-Muntazhar" faktor 177 ciptaan Syaikh Abdul Muhsin al-Abbad

Saat seusai perang ini, pasukan Muslim berbenah diri sebab tidak sedikit kerusakan akibat perang yang luar biasa ini. Daerah Syam, bakal menjadi kota reruntuhan serta bakal ditempati kembali sebagai pusat komando tentara Muslim serta masa perang melawan Rum ini adalah masa mendekati akhir dari rangkaian 3 tahun kemarau, seusai mungkin ada lagi tawanan yang menjadi Muallaf, barulah terjadi “matahari terbit dari barat” batas dimana tidak diterimanya keimanan seseorang yang belum sempat beriman sebelumnya serta batas tidak ada syahadat baru untuk masuk Islam.

Selang tidak lama setelah kejadian ini, batas rangkaian 3 tahun kemarau beres serta Dajjal pun timbul serta meperbuat perjalanan 40 harinya di bumi, masa pembenahan serta istrahat buat umat Islam dari perang selagi ½ alias 1 tahun serta mendiami kembali reruntuhan kota-kota Syam yang telah runtuh tetapi juga menjadi masa krisis mengerikan sebab hadirnya Dajjal. Gimana umat Islam tahu bila waktu itu Dajjal telah mulai dinas keliling mayapada adalah sebab adanya hari yang terjadi selagi setahun sebagai tanda-tanda kemunculannya.


Selang beberapa bulan dari perang melawan Rum (pada masa sehari semacam satu tahun alias sehari semacam satu bulan dari Dajjal), serta juga seusai pembenahan serta persiapan perang beres dimana kekuatan serta pusat komando disiapkan di Syria, berangkatlah satuan pasukan anak cucu Ishaq menuju ke Konstantinopel untuk membebaskannya. Dajjal pada waktu itu tetap sedang dinas keliling mayapada serta telah sukses memberi solusi krisis serta menyatukan lagi semua koalisi-koalisi bangsa-bangsa dari perpecahannya dalam satu koalisi besar yang bakal disiapkan Dajjal untuk melawan kaum Islam kembali, ambisi Dajjal bakal berkenaan serta sesuai dengan hasrat balas dendam dari bangsa-bangsa yang sempat kalah, yang melimpahkan seluruh kesalahan terhadap umat Islam, dimana koalisi ini bakal lebih besar berlipat kali jumlah pasukannya dari pada pasukan Rum yang kalah waktu itu. Hanya tinggal menantikan beberapa bulan lagi dari rencana Dajjal. Serta umat Islam bakal menonton Yakjuj serta Makjuj ini.

Sunday, 4 September 2016

Bersiaplah Kembali Ke Zaman Batu

Inilah beberapa analisa para pemerhati akhir zaman tentang bagaimana peristiwa kembalinya manusia ke zaman unta bisa terjadi.



1. Amin Muhammad Jamaluddin meyakini bahwa seluruh senjata pemusnah masal dan semua alat-alat logam di saat itu telah habis karena peristiwa perang Armageddon, seluruhnya benar-benar habis dan tidak tersisa sama sekali. Bahkan bukan hanya senjata pemusnah masal, semua jenis senjata api, dan alat-alat perang yang terdiri dari Tank, pesawat terbang, panser, kapal induk, dan berbagai tranportasi lainnya juga akan musnah oleh sebab yang sama.

Bagi kami, analisa di atas terlalu dibuat-buat dan terlalu dipaksakan, kemungkinan prediksi ini sangat jauh dari kebenaran dan sulit dinalar. Sebab merupakan sesuatu yang mustahil jika bahan-bahan logam dan senjata-senjata organik ini benar-benar musnah dan tidak ada sama sekali di seluruh dunia. Bukankah sangat mungkin bahwa tidak semua pihak tidak ikut terlibat dalam perang ini? Bagaimana dengan manusia lain yang keberadaannya jauh dari wilayah konflik – dan mereka juga memiliki berbagai persenjataan modern meski sangat sederhana? Sebut saja negeri kita (Indonesia), atau wilayah lain yang mungkin “aman-aman” saja ? Bagaimana secara logika hal itu bisa terjadi ?

2. Asumsi kedua adalah sebagaimana yang digambarkan oleh penulis buku “ARMAGEDDON – Peperangan Akhir Zaman”, saudara Ir. Wisnu Sasongko, juga beberapa analis lainnya yang menyatakan bahwa kehancuran seluruh senjata modern adalah disebabkan hujan meteor (bintang berekor) yang menabrak bumi hingga menimbulkan medan magnet raksasa yang merubah sistem grafitasi bumi. Akibat dari rusaknya sistem ini, maka semua benda yang terbuat dari logam akan mengalami kerusakan sistem yang berakibat tidak berfungsinya alat-alat berat tersebut meski ia tetap ada. Secara kronologis, Wisnu Sasongko memaparkan kemungkinan skenario itu sebagai berikut :

Jadi, hantaman yang keras dari meteor/asteroid terhadap bumi menyebabkan munculnya fenomena fisika alam sebagai berikut
1. Ledakan yang hebat di bumi, sehingga terjadi kebakaran pada lokasi yang berdekatan dengan jatuhnya meteor tersebut.
2. Gempa bumi yang dahsyat (gedung-gedung, jembatan, jalan layang roboh, sehingga transportasi macet total).
3. Timbul cekungan yang dalam dan lebar di permukaan bumi, sehingga tanah bekas cekungan tersebut menjadi debu-debu yang berterbangan, (dukhan).
4. Muncul gelombang panas bumi (suhu udara naik) setinggi ratusan kaki dan mengelilingi bola bumi dengan kecepatan 800 km / jam. Hal ini terjadi bila asteroid itu jatuh di darat. Gelombang panas ini menimbulkan angin yang kencang. Menurut hadits riwayat Imam al-Qurthubi dalam kitab at-Tadzkirah, “Kehancuran Andalus disebabkan oleh angin yang kencang.” (Tubuh manusia melepuh seperti terbakar. Manusia mencari tempat persembunyian di dalam tanah dan gua-gua untuk menghindari panas. Tumbuhan terbakar, layu tak berbuah. Manusia di seluruh dunia dilanda kelaparan yang hebat).
5.  Muncul debu-debu akibat ledakan. Debu atau asap/kabut panas (dukhan) yang menutupi seluruh bumi. Sinar matahari tertutup asap sehingga bumi menjadi gelap gulita selama beberapa waktu. Udara menjadi panas, bakteri dan virus berkembang pesat. Manusia mengalami mutasi.
6.  Petir. Akibat kabut tebal, maka munculah gesekan antarkabut yang menimbulkan petir yang menggelegar. Petir inilah yang akan menghancurkan Turki sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Hudzaifah bin Yaman dari Nabi saw. bahwa beliau bersabda, “.. .Kehancuran Turki disebabkan karena petir… dan kehancuran Irak karena peperangan.”[2]
7.  Es di kutub utara dan selatan mencair sehingga Eropa, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Alaska, Rusia, Selandia Baru, Autralia, dan Amerika Selatan mengalami banjir hebat Air bah akan mengalir melalui sungai Rhein yang membelah Eropa sehingga Eropa lumpuh karena banjir. (Banjir besar merupakan pertanda telah dekat masa turunnya Isa Al-Masih).
8. Gelombang Tsunami di lautan menyapu semua kapal dan pulau-pulau serta kota-kota di tepi pantai. Gelombang ini bertambah hebat bila asteroid itu jatuh di lautan.

3. Asumsi ketiga adalah didasarkan pada fakta sosial, ekonomi, dan politik global yang secara keseluruhan berada dalam cengkraman Amerika dan Eropa. Dimulai dengan kehancuran ekonomi kapitalis yang dibangun di atas pilar-pilar ribawiah[3], keruntuhan sistem perbankan internasional, hancurnya pasar uang dan bursa saham, yang kesemuanya akan berimbas pada kehancuran semua jejaring ekonomi dunia. Secara sederhana, kronologi kembalinya manusia ke zaman unta berdasarkan analisa di atas adalah sebagai berikut :

1. Secara perlahan –namun penuh kepastian- ekonomi dunia global terus bergejolak dan cenderung turun, seiring dengan krisis global yang menerpa ekonomi Amerika. Karena Amerika merupakan negara yang tegak di atas pinjaman modal negara-negara dunia (100% tumbuh karena investasi dari negara-negara lain), maka secara otomatis akan memengaruhi stabilitas ekonomi negara-negara dunia lainnya. Ekonomi Amerika -dengan pasar uang dan bursa saham sebagai pilar utamanya- telah menjadi barometer bagi ekonomi negara lain yang menjadikan dollar sebagai alat tukar mereka dalam  setiap transaksi. Jika Amerika maju dan berkembang, maka nilai ekspor produk negara-negara yang melakukan transaksi perdagangan dengan Amerika juga akan berkembang. Sebaliknya, jika ekonomi Amerika melemah maka secara otomatis akan mengganggu ekonomi lainnya.

2. Ketika Amerika pada waktunya jatuh pada jurang kebangkrutan total – dengan beragam sebab yang telah banyak dijelaskan- maka, seluruh perekonomian dunia yang tersangkut dengan jejaring ekonomi Amerika dengan sendirinya juga akan terkena imbasnya. Ketika Amerika tidak lagi mampu membayar hutang-hutangnya kepada negara-negara donor, berarti terjadi stagnasi ekonomi negara tersebut yang juga akan berimbas pada angka pengangguran yang tinggi. Efek berikutnya adalah berhentinya seluruh sektor industri, baik sektor riil maupun perbankan. Pabrik-pabrik sudah tidak lagi mampu beroprasi karena tidak adanya suntikan dana dari lembaga keuangan dan terjadinya gagal bayar dari para pengguna produknya. Tingginya harga minyak dunia dan kelangkaan sumber yang tersedia akibat (di)hancurkannya sumber-sumber minyak di Timur Tengah (karena perang yang tak kunjung usai) semakin memperparah keadaan. Kondisi itu terus berlangsung hingga seluruh industri, pabrik-pabrik, alat-alat produksi, transportasi darat, laut dan udara yang paling banyak membutuhkan minyak dan gas, bisa dipastikan tidak lagi dapat beroprasi dan mengeluarkan produknya.

3. Dengan berhentinya aktivitas produksi dari beragam jenis pabrik, baik pabrik senjata maupun alat transportasi, maka jumlah peralatan yang bisa digunakan juga akan terbatas. Ketika peralatan tadi rusak atau mengharuskan untuk diganti sebagian onderdilnya, maka sudah tidak ditemukan lagi pabrik yang memproduksi suku cadang yang dibutuhkan untuk kelangsungan alat-alat tadi.[4] Maka, di berbagai negara yang saat itu tidak terlibat dalam peperangan antara Imam Mahdi dan musuh-musuhnya, boleh jadi masih memiliki senjata-senjata modern, alat transportasi dan teknologi lainnya, namun sudah tidak ada lagi bahan bakar dan atau amunisi yang bisa digunakan. Jikapun mereka masih memiliki, maka dengan jumlah yang terbatas yang sangat mungkin habis dalam waktu yang singkat.

4.  Ketika kondisi seperti itu terus berlangsung selama bertahun-tahun lamanya, maka teknologi modern yang dimiliki oleh manusia tinggal sejarah dan kenangan masa lalu. Manusia terpaksa menggunakan teknologi manual untuk mempertahankan hidupnya.

Dari beragam analisa di atas, nampaknya penjelasan kedua dan ketiga itulah yang kemungkinan menjadi penyebab utama, bahkan kedua-duanya akan saling menyempurkan kehancuran dunia. Kehancuran ekonomi dunia global juga akan semakin diperparah dengan datangnya 3 tahun kekeringan ekstrim sebelum kemunculan Dajjal. Masa-masa sulit dan kehancuran total ekonomi dunia ini akan memaksa seluruh manusia untuk tidak lagi memiliki sesuatu yang dapat dimakan, sehingga makanan dan minuman orang-orang mukmin saat itu adalah takbir, tasbih dan tahmid.


Wallahu a’lam bish shawab

Saturday, 20 August 2016

2020 Dan Kemunculan Al Mahdi (Insya Allah)

Selepas Israel mengumumkan rancangan dan pembangunan Israel 2020, Malaysia ikut mengumumkan mega proyeknya dengan menjadikan tahun 2020 sebagai sasaran untuk menjadikan sebuah negara maju. Indonesia juga mengambil langkah serupa. Lalu, Arab Saudi mengumumkan perancangannya membangun kota modern di seluruh negara itu dan menargetkannya selesai pada tahun yang sama yaitu 2020. Al Qaeda Internasional pun menjadikan 2020 sebagai batas dari target perjuangannya menumbangkan rezim thaghut dan menegakkan Khilafah Islam.
Ada hal menarik, mengapa mereka memilih tahun yang sama ? Bahkan, National Intelligence Council (NIC) Amerika menurunkan laporan yang berjudul “Mapping The Global Future” (memetakan masa depan global) dengan memasukkan analisis badan-badan intelejen dari 15 negara. Laporan tersebut menjelaskan ada empat skenario dunia pada 2020. Pertama, naiknya Cina dan India ke pentas dunia. Kedua, Amerika berperan dalam membentuk dan mengorganisasikan perubahan global. Ketiga, akan kembalinya kekhalifahan Islam, dan Keempat, munculnya lingkaran ketakutan dimana respon agresif terhadap ancaman teroris mengarah pada pelanggaran aturan dan sistem keamanan yang berlaku.
Ada pihak yang mengatakan bahwa ini bagian dari kerja zionis untuk proyek Israel Raya-nya. Sudah lama mereka menunggu raja mereka –DAJJAL- yang akan muncul untuk memimpin dunia. Hingga nampaknya tahun 2020 akan menjadi pertaruhan bagi seluruh kalangan untuk membuktikan pihak mana yang akan mengambil kendali dunia. Di dunia Islam sendiri diyakini bahwa Allah subhanahu wa Taala akan mengutus para mujaddid (pembaru agama) pada setiap kurun waktu 100 tahun. Jika kehancuran dunia Islam ditandai dengan tumbangnya khilafah Turki Utsmani di tahun 1924, maka 100 tahun kemudian –menurut penanggalan hijriah- akan jatuh di tahun 2020, yang merupakan waktu dimana janji Allah untuk kemunculan para pembaharu agama ini akan terealisir.
Jika semua kepingan-kepingan puzzle ini dirangkai, adakah hubungan antara prediksi kemunculan Dajjal, kedatangan Imam Mahdi dan beridirinya Khilafah Islamiyah Al-Alamiyah di tahun 2020 ? Lalu adakah hubungan semua prediksi di atas dengan Mekah 2020 ?


Wednesday, 17 August 2016

Siapakah sebenarnya Ashahbu Rayati Suud yang kelak menjadi pendukung Al Mahdi ?

Ada beberapa riwayat yang menjelaskan keberadaan kelompok ini, di antaranya adalah sebagai berikut

      “Akan keluar sebuah kaum dari arah Timur, mereka akan memudahkan kekuasaan bagi Al Mahdi.”
      “Dari Khurasan akan keluar beberapa bendera hitam, tak sesuatupun bisa menahannya sampai akhirnya bendera-bendera itu ditegakkan di Iliya (Baitul Maqdis).”
      “Akan keluar manusia dari Timur yang akan memudahkan jalan kekuasaan bagi Al ‘ Mahdi.”

Namun riwayat-riwayat tersebut memiliki cacat dari sisi sanad dan periwayatannya. Sedangkan riwayat tentang Ashhabu Rayati Suud yang sampai pada derajat hasan adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh sahabat Tsauban :
“Akan berperang tiga orang di sisi perbendaharaanmu. Mereka semua adalah putera khalifah. Tetapi tak seorang pun di antara mereka yang berhasil menguasainya. Kemudian muncullah bendera-bendera hitam dari arah timur, lantas mereka membunuh kamu dengan suatu pembunuhan yang belum pernah dialami oleh kaum sebelummu.” Kemudian beliau saw menyebutkan sesuatu yang aku tidak hafal, lalu bersabda: “Maka jika kamu melihatnya, berbai’atlah walaupun dengan merangkak di alas salju, karena dia adalah khalifah Allah Al-Mahdi.( Sunan Ibnu Majah, Kitabul Fitan Bab Khurujil Mahdi 2: 1467: Mustadrak Al-Hakim 4: 463-464. Dan dia berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Syaikhain.” (An-Nihayah fit Firan 1:29 dengan tahqiq DR. Thana Zaini).

Riwayat tersebut tidak banyak menjelaskan ciri-ciri fisik tertentu secara detil sebagaimana yang disebutkan dalam riwayat-riwayat lainnya. Tentang maksud perbendaharaan dalam riwayat tersebut Ibnu Katsir berkata, “Yang dimaksud dengan perbendaharaan di dalam hadits ini ialah perbendaharaan Ka’bah. Akan ada tiga orang putera khalifah yang berperang di sisinya untuk memperebutkannya hingga datangnya akhir zaman, lalu keluarlah Al-Mahdi yang akan muncul dari negeri Timur.

Zaman Kemunculan Ashabu Rayati Suud
Berdasar riwayat Tsauban di atas, kemunculan Ashhabu Rayati Suud adalah di saat kemunculan Al-Mahdi. Riwayat tersebut mengisyaratkan bahwa keberadaan Ashhabu rayati Suud dan embrionya sudah muncul jauh-jauh hari sebelum kemunculan Al-Mahdi. Sebab, kemunculan sebuah kelompok yang kelak mewakili satu-satunya kelompok paling haq di antara kelompok umat Islam yang ada jelas tidak mungkin muncul dengan sekejab, sim salabim. Keberadaan mereka sudah ada dan embrio mereka terus tumbuh di tengah kerasnya kecamuk perang dan debu-debu mesiu. Ciri khas mereka dalam riwayat di atas – memiliki kemampuan membunuh lawan yang tidak pernah dimiliki oleh kaum sebelumnya – menggambarkan betapa dahsyatnya daya tempur dan strategi militer yang mereka punyai. Riwayat ini juga mengisyaratkan bahwa aktivitas mereka sebelum kemunculan Al-Mahdi adalah perang dan pembunuhan, hal yang menjadi ciri khas thaifah manshurah di akhir zaman.
Riwayat Tsauban di atas juga mengisyaratkan bahwa kemunculan Ashabu Rayati Suud dari Khurasan ini terjadi di saat kematian seorang raja Saudi yang dilanjutkan dengan pertikaian tiga putra khalifah untuk memperebutkan Ka’bah.
Dalam hal ini, banyak analisa menyebutkan bahwa boleh jadi kondisi itu akan segera menjadi realita demi melihat apa yang saat ini terjadi di Saudi. Adalah Tony Khater(Pada situs Saudipolitics.com, 1 Januari 2004, Tony Khater, THE UNITED STATES AS UNWANTED BROKER IN ROYAL SECESSION; IT WANTS BANDAR BIN SULTAN AS CROWN PRINCE”)
seorang analis politik Amerika dengan spesialisasi kajian Timur Tengah khususnya Arab Saudi, telah secara konsisten menyebutkan tentang terpecahnya pemerintahan Arab Saudi menjadi empat kelompok sebelum wafatnya Raja Fahd, seakan-akan kelompok-kelompok itu memunyai pemerintahannya sendiri-sendiri, yaitu pemerintahan Putra Mahkota Pangeran Abdullah, pemerintahan Pangeran Nayef, pemerintahan Pangeran Sultan, dan pemerintahan Pangeran Salman. Dengan wafatnya Raja Fahd, lalu Putra Mahkota Abdullah yang telah berusia 80 tahun naik menjadi raja, maka di bawahnya terdapat tiga pangeran dengan pemerintahannya sendiri-sendiri yang bersiap-siap menggantikannya ketika ia wafat nanti, yaitu Pangeran Nayef, Pangeran Sultan, dan Pangeran Salman.
Jika ini kelak terjadi, akankah ia menjadi tanda kemunculan Al-Mahdi dan menjadi tanda keluarnya Ashabu Rayati Suud? Lalu siapakah kelompok yang layak untuk disebut sebagai Ashabu rayati Suud, kelompok Thaifah Manshurah akhir zaman yang dijanjikan?
Ashabu Rayati Suud akan muncul dari timur Khurasan, benarkah mereka Thaliban dan Al-Qaeda ?
Kemunculan salah satu tandhim askari kaum militan fundamental di wilayah Khurasan (Afghanistan, Iraq dll) yang dikenal dengan Thaliban dan Al-Qaeda memunculkan pertanyaan, benarkah mereka adalah calon Ashhabu Rayati Suud yang dijanjikan? Pasalnya, kelompok ini adalah satu-satunya kaum militan muslim yang paling ditakuti oleh barat karena kehebatan tempur mereka, juga karena cita-cita mereka yang radikal; mendirikan negara Islam dari ujung Asia Tenggara hingga barat Maroko. Mereka adalah muslim fundamental yang paling kuat melaksanakan hukum Islam sebagaimana yang pernah berlaku di Madinah pada masa Rasulullah saw. Merekalah satu-satunya kelompok yang paling mendekati gambaran kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya; beriman, hijrah, perang, mendirikan daulah Islam, melaksanakan semua kewajiban tanpa terkecuali, mendapat boikot dan kecaman internasional, mendapat ujian paling berat dan menyatakan keimanannya, dikepung oleh pasukan ahzab dan banyak lagi sejarah kehidupan generasi assabiqunal awwalun yang hari ini tergambar dalam realitas hidup mereka.
Beberapa analis pemerhati hadits-hadits fitnah menduga; bahwa merekalah yang lebih layak untuk menyandang gelar kehormatan itu sesuai dengan beratnya ujian keimanan yang mereka hadapi.
Dalm hal ini, terlepas dari tepat atau melesetnya dugaan-dugaan tersebut, ada hal lain yang lebih penting untuk dipahami oleh seorang muslim berkaitan dengan dua kelompok fundamental ini. Setiap muslim hendaknya berhati-hati untuk tidak menjatuhkan vonis tertentu pada kelompok-kelompok yang secara lahir memiliki stigma dan citra negatif dari musuh-musuh Islam –bahkan dari kalangan umat Islam sendiri- bahwa hal itu bukan berarti keadaan mereka adalah sebagaimana tuduhan itu. Merupakan sunnatullah bahwa musuh-musuh Islam dari bangsa barat memiliki dendam dan kebencian kepada setiap muslim yang memegang teguh agama mereka. Dalam hal ini, kelompok Thaliban dan Al-Qaeda yang sangat komitmen menegakkan semua bentuk syari’at Islam dalam masyarakatnya sangat wajar bila dibenci oleh bangsa Barat. Termasuk sebagian kaum muslimin yang termakan oleh isu dan propaganda bangsa barat tentang “kekejian dan kejahatan” Thaliban terhadap manusia.
Tanpa bermaksud memastikan apakah Thaliban merupakan termasuk kelompok Ashhabu Rayatis Suud, yang pasti bahwa memberikan tuduhan jahat dan keji yang belum tentu demikian kenyataannya merupakan kejahatan tersendiri. Sementara mendoakan mereka, mengharapkan mereka untuk membela umat Islam, mengusir musuh-musuh Islam dan menegakkan syari’at di muka bumi merupakan sikap yang baik.
Namun demikian – terlepas bahwa Thaliban dan Al-Qaeda memiliki ciri-ciri yang banyak keserupaannya dengan kelompok Ashabu Rayati Suud – yang jelas memastikan secara haqqul yakin bahwa mereka adalah Ashabu Rayati Suud termasuk sikap tergesa-gesa. Namun, mudah-mudahan tidak salah jika kita berharap, semoga mereka itulah kelompok yang dimaksudkan. Amiin.
Wallahu a’lam bish shawab.


Tuesday, 16 August 2016

Ashabu Rayati Suud (Pasukan Panji Hitam)

Dalam berbagai hadits yang shahih telah dijelaskan bahwa akan senantiasa ada sekelompok umat Islam yang berpegang teguh di atas kebenaran. Mereka melaksanakan Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan konskuen, memperjuangkan tegaknya syariat Islam, dan meraih kemenangan atas musuh-musuh Islam, baik dari kalangan kaum kafir maupun kaum munafik dan murtadin.
Kelompok Islam ini disebut ath-thaifah al-manshurah atau kelompok yang mendapat kemenangan. Kelompok ini akan senantiasa ada sampai saat bertiupnya angin lembut yang mewafatkan seluruh kaum beriman menjelang hari kiamat kelak. Kelompok ini diawali dari Rasulullah saw beserta segenap sahabat, berlanjut dengan generasi-generasi Islam selanjutnya, sampai pada generasi Islam yang menyertai imam Mahdi dan Nabi Isa dalam memerangi Dajjal dan memerintah dunia berdasar syariat Islam.
Hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah diriwayatkan banyak jalur dari sembilan belas (19) shahabat. Menurut penelitian sejumlah ulama hadits, hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah telah mencapai derajat mutawatir.
Kelompok umat Islam ini adalah kelompok elit umat Islam. Mereka adalah sekelompok kecil kaum ‘fundamentalis Islam’, di tengah kelompok umat Islam yang telah mulai lalai dari kewajiban berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka adalah ‘muslim-muslim militan’ yang sangat dikhawatirkan oleh AS dan Barat akan mengancam kepentingan mereka. Rasulullah saw menamakan kelompok ini sebagai ath-thaifah al-manshurah, kelompok yang mendapatkan kemenangan. Penamaan ini merupakan sebuah janji kemenangan bagi kelompok ini, baik dalam waktu yang cepat maupun lambat, baik kemenangan materi maupun spiritual.
Di antara hadits-hadits tentang ath-thaifah al-manshurah tersebut adalah sebagai berikut:
Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang meraih kemenangan (karena berada) di atas kebenaran, orang-orang yang menelantarkan mereka tidak akan mampu menimbulkan bahaya kepada mereka, sampai datangnya urusan Allah sementara keadaan mereka tetap seperti itu .”[HR. Muslim: Kitabul Imarah no. 3544 dan Tirmidzi: Kitabul fitan no. 2155]
Akan senantiasa ada satu kelompok dari umatku yang berperang di atas urusan Allah. Mereka mengalahkan musuh-musuh mereka. Orang-orang yang memusuhi mereka tidak akan mampu menimpakan bahaya kepada mereka sampai datangnya kiamat, sementara keadaan mereka tetap konsisten seperti itu.”[HR. Muslim: Kitabul imarah no. 3550]
Ashabu Rayati Suud, Generasi Akhir Thaifah Mansurah yang dijanjikan
Dalam sebuah riwayat tentang Thaifah manshurah disebutkan, Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang berperang di atas kebenaran. Mereka meraih kemenangan atas orang-orang yang memerangi mereka, sampai akhirnya kelompok terakhir mereka memerangi Dajjal.”[HR. Abu Daud: Kitab al-jihad no. 2125, Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah no. 1959.]
Riwayat tersebut menjelaskan bahwa di akhir zaman, kelompok Thaifah Manshurah adalah mereka yang bergabung dengan Al-Mahdi untuk memerangi musuh-musuh Islam, dimana Dajjal adalah salah satu yang akan dikalahkan oleh kelompok ini. Parameter kebenaran saat itulah adalah mereka yang bersama Al-Mahdi, sedang mereka yang menolak Al-Mahdi adalah munafik (hal itu sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadits fitnah duhaima’). Sedangkan kelompok Thaifah Manshurah yang memberikan dukungan kepada Al-Mahdi telah dijelaskan ciri-ciri mereka dalam beberapa riwayat yang kemudian dikenal dengan nama Ashabu Rayati Suud (Pasukan Panji Hitam dari Khurasan).
Benar, membicarakan kemunculan Al-Mahdi tidak bisa terlepas dari membicarakan satu kelompok manusia yang menamakan dirinya sebagai pasukan panji hitam (Ashhabu Rayati Suud / The Black Banner). Kelompok ini memiliki beberapa ciri khusus yang akan lebih memudahkan bagi seseorang untuk mengenalinya. Meskipun demikian, tidak mudah bagi seseorang untuk menjustifikasi kelompok tertentu bahwa mereka adalah Ashhabu Rayati Suud. Sebab ciri-ciri tersebut juga banyak dimiliki oleh banyak manusia dan kelompok, sedang riwayat yang menunjukkan asal keberadaan mereka (Khurasan) merupakan sebuah wilayah luas yang dihuni oleh banyak manusia.


Sebarkanlah jika anda menganggap artikel ini bermanfaat
Jazakallahu Khair . . . . 

Friday, 12 August 2016

Kiamat Tidak Akan terjadi Hingga Bangsa Romawi Menyerang A’maq dan Dabiq

Dari Abu Huraira Ra, Rasulullah Saw bersabda :

Hari Kiamat tidak akan terjadi sebelum bangsa romawi menyerang A’maq dan Dabiq, Maka keluarlah satu pasukan yang terdiri dari orang-orang pilihan di antara penduduk bumi pada hari itu dari kota Madinah. Ketika orang saling berbaris dan berhadapan maka tentara Romawi berkata, “Biarkanlah kami menyelesaikan urusan kami dengan para tawanan dari pihak kami(tawanan romawi yang masuk Islam), “Namun tawaran ini dijawab oleh tentara Islam,”Tidak demi Allah kami tidak akan membiarkan kalian membunuh saudara-saudara kami. “Maka terjadilah pertempuran yang sengit. Sepertiga Tentara kaum Muslimin melarikan diri dari peperangan sehingga  Allah tidak akan menerima taubat mereka, sepertiga yang lain gugur sebagai Syuhada disisi Allah Swt, sedangkan sepertiga yang lain berhasil memenangkan  peperangan dan sama  sekali tidak mendapatkan luka. Kemudian Tentara ini berhasil menakhlukan Konstantinopel. Disaat mereka sedang membagikan harta rampasan dan menggantungkan pedang-pedangnya di pohon Zaitun maka berteriaklah setan mengabarkan bahwa Al-Masih Dajjal telah menyerang dari belakang keluarga mereka, dan ternyata pernyataan itu bohong. Ketika mereka mendatangi Syam , ia Muncul.(HR.Muslim, Al-Fitan Wa Asyirath As-sa’ah, hadits no. 2897.(Muslim bi Syarh An-Nawawi(9/219)].)



Penjelasan

Hadits ini menjelaskan kepada kita terkait era turunnya Dajjal Laknatullah, Keadaan Baituk Maqdis saat itu, Akan kami jelaskan beberapa Poin berikut ini :

Ø  Sangat jelas dari jalinan hadits di atas dan sangat gamblang maksudnya, bahwa kita Umat Islam akan berperang melawan Romawi di wilayah Syam. Dan Umat Islam akan memperoleh kemenangan dalam peperangan tersebut, Kemudian Umat Islam akan tertolak ke Konstantinopel , Dan hal ini tidak akan dapat terlaksana apabila Wilayah Syam belum dapat di takhlukkan oleh Kaum Muslimin terlebih dahulu. Jelas bagaimana mungkin mereka memerangi Eropa sedangkan Syam masih di kuasai oleh bangsa yahudi dan masih berdiri negara israel (negara yahudi). Dengan membaca dan menelaah hadits di atas dapat di pastikan bahwa Negara yahudi saat ini yang membuat onar di Palestina(bagian dari Syam) akan Lenyap dari peta dunia.
Ø  Hadits di atas – dan masih banyak lagi hadits-hadist yang tidak akan cukup longgar pembahasannya ini jika di sebutkan semuanya, Menunjukkan satu bukti yang mantap bahwa menjelang kemunculan Dajjal Laknatullah nanti orang-orang yahudi tidak akan memiliki negara lagi di Palestina. Bahkan sebaliknya, menjadi Ibu Kota Khilafah Islamiyah,.Dari sini dapat kita simpulkan bahwa kaum yahudi akan berperang melawan Umat Islam dan sebagai akibat dari perang inilah orang-orang Yahudi akan binasa dari wilayah Baitul Maqdis.

Alhamdulillah Jika Teman-teman Seiman meresa blog ini bermanfaat, Maka dukunlah kami dengan cara menyebarkannya...


JAZAKALLHU KHAIR....