Showing posts with label Bedah Akhir Zaman. Show all posts
Showing posts with label Bedah Akhir Zaman. Show all posts

Thursday, 16 March 2017

Ketika Matahari Di Dekatkan (Padang Mahsyar)

Padang Mahsyar merupakan terminal, negeri persinggahan yang akan membuat jantung seluruh manusia berdegub kencang. Tiada lagi mata yang sanggup terpejam saking tegangnya masa-masa itu. Inilah masa ketegangan yang membuat keringat deras mengucur dari tubuh-tubuh manusia. Masa penantian yang terasa sangat lama bagi orang-orang kafir dan pendosa. Meski hanya sehari dalam bilangan akhirat, namun dirasa bagai 50.000 tahun bagi para kafir tersebut. Di tengah padang luas tak bertepi inilah seluruh makhluk akan dikumpulkan sedari awal penciptaan hingga yang terakhi, mulai dari manusia, jin, bahkan binatang, seluruhnya akan berkumpul di satu tempat.
Pada hari itu matahari didekatkan ke kepala makhluk sampai jarak satu mil. Rasulullah bersabda: “Banyaknya keringat manusia berdasarkan amal-amalnya. Di antara mereka ada yang keringatnya mencapai kedua mata kakinya, di antara mereka ada yang mencapai dua lututnya, dan di antara mereka ada yang keringatnya mencapai pinggangnya dan di antara mereka ada yang sampai meminum keringatnya sendiri”. Nabi memberi isyarat dengan memasukkan tangannya ke dalam mulut. Dan kalau mereka bukan makhluk yang diciptakan dengan perlindungan, maka mereka akan hancur dan meleleh karena panasnya.” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ
“Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (HR.Muslim)

Dalam hadits lain, masih riwayat Bukhari dan Muslim dari haditsnya Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «يَعْرَقُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَذْهَبَ عَرَقُهُمْ فِي الْأَرْضِ سَبْعِينَ ذِرَاعًا وَيُلْجِمُهُمْ حَتَّى يَبْلُغَ آذَانَهُمْ» [أخرجه البخاري و مسلم

“Kelak pada hari kiamat manusia akan berkeringat sampai kiranya kalau dikumpulkan dimuka bumi, keringatnya sampai tujuh puluh hasta. Dan menenggelamkan mereka sampai ke telinganya“.(HR Bukhari)

Jika matahari di dunia ini didekatkan ke bumi dengan jarak 1 mil, niscaya bumi akan terbakar. Bagaimana mungkin di akherat kelak matahari didekatkan dengan jarak 1 mil namun makhluk tidak terbakar?
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa pada hari Kiamat kelak tatkala manusia dikumpulkan di padang mahsyar, kekuatan mereka tidaklah sama dengan kekuatan mereka ketika hidup di dunia. Akan tetapi mereka lebih kuat dan lebih tahan. Seandainya manusia sekarang ini berdiri selama 50 hari di bawah terik matahari tanpa naungan, tanpa makan, dan tanpa minum, niscaya mereka tidak mungkin mampu melakukannya, bahkan mereka akan binasa. Namun pada hari Kiamat kelak, mereka mampu berdiri selama 50 tahun tanpa makan, tanpa minum, dan tanpa naungan, kecuali beberapa golongan yang dinaungi Allah Ta’ala. Mereka juga mampu menyaksikan kengerian-kengerian yang terjadi. Perhatikanlah keadaan penghuni Neraka yang disiksa (dengan begitu kerasnya), namun mereka tidak binasa karenanya. Allah Ta’ala berfirman:

كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا الْعَذَابَ (56)
“Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (An-Nisa’: 56). (Syarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/135)

Sungguh, keringat-keringat yang keluar sesuai kadar dosa mereka sangatlah menyiksa, belum lagi lamanya menunggu keputusan Allah bagi masing-masing hamba. Padahal hamba yang dikumpulkan di padang Mahsyar sangatlah banyak, entah berapa triliun makhluk Allah yang terkumpul disana, hanya Allah yang Maha Mengetahui jumlah mereka yang sebenarnya. Seluruh makhluk mengantri, menunggu giliran untuk dipanggil, diadili, dan menunggu keputusan Allah. Padahal satu hari di akhirat adalah sama dengan 1000 tahun di dunia. Sebagaimana dijelaskan oleh firman Allah :

“Sesungguhnya sehari di sisi Rabbmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitungan kalian.” (Al-Hajj : 47)


Monday, 26 September 2016

Turunnya Nabi Isa 'Alaihi Salam Untuk Membunuh Dajjal

Dari An Nawwas bin Sam’an berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menyebut Dajjal, beliau melirihkan suara dan mengeraskannya hingga kami mengiranya berada di sekelompok pohon kurma. “Saat Dajjal seperti itu, tiba-tiba ‘Isa putra Maryam turun di sebelah timur Damaskus di menara putih dengan mengenakan dua baju (yang dicelup wars dan za’faran) seraya meletakkan kedua tangannya di atas sayap dua malaikat, bila ia menundukkan kepala, air pun menetas. Bila ia mengangkat kepala, air pun bercucuran seperti mutiara. Tidaklah orang kafir mencium bau dirinya melainkan ia akan mati. Sungguh bau nafasnya sejauh mata memandang. Isa mencari Dajjal hingga menemuinya di pintu Ludd lalu membunuhnya. Setelah itu Isa bin Maryam mendatangi suatu kaum yang dijaga oleh Allah dari Dajjal. Ia mengusap wajah-wajah mereka dan menceritakan tingkatan-tingkatan mereka di surga. … (HR. Muslim no. 2937

Yang dimaksud menara putih sebagaimana diterangkan oleh Ibnu Katsir rahimahullah. Beliau berkata, “Aku telah melihat di beberapa kitab bahwa sebenarnya turun Isa bin Maryam adalah di menara putih yang terletak di sebelah timur Jaami’ Damaskus. Inilah riwayat yang benar dan lebih kuat. Adapun riwayat yang menyatakan bahwasanya Isa turun di menara putih di sebelah timur Damaskus, maka itu hanya ungkapan perowi saja dari apa yang ia pahami. Yang benar, di Damaskus tidak ada menara yang dikatakan di sebelah timurnya. Yang ada hanyalah menara yang ada di sebelah timur Jaami’ Al Umawi. Inilah penyebutan yang lebih tepat. Karena ketika Nabi Isa turun, maka akan ditegakkan shalat.” 

“Isa ibn Maryam akan turun di ‘Menara Putih’(Al-Mannaratul Baidha’) di Timur Damsyik”. (HR Thabrani dari Aus bin Aus)

“Sekelompok dari ummatku akan tetap berperang dalam kebenaran secara terang-terangan sampai hari kiamat, sehingga turunlah Isa Ibn Maryam, maka berkatalah pemimpin mereka (Al-Mahdi): “Kemarilah dan imamilah shalat kami”. Ia menjawab;”Tidak, sesungguhnya sebagian kamu adalah sebagai pemimpin terhadap sebagian yang lain, sebagai suatu kemuliaan yang diberikan Allah kepada ummat ini (ummat Islam)”. (HR Muslim & Ahmad).

“Tiba-tiba Isa sudah berada di antara mereka dan dikumandangkanlah shalat, maka dikatakan kepadanya, majulah kamu (menjadi imam shalat) wahai ruh Allah.” Ia menjawab:”Hendaklah yang maju itu pemimpin kamu dan hendaklah ia yang mengimami shalat kamu”. (HR Muslim & Ahmad).

Hal pertama yang dilakukan Nabi Isa setelah turun dari langit adalah menuaikan shalat sebagaimana yang dijelaskan oleh hadist-hadist di atas. Nabi Isa akan menjadi makmum dalam shalat yang di imami oleh Imam Mahdi. Kedatangan Nabi Isa akan didahului oleh kondisi dunia yang dipenuhi kedzaliman, kesengsaraan dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia. Setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan Dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi, setelah Dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa akan diturunkan dari langit untuk menumpas Dajjal.

Turunnya nabi Isa ke bumi mempunyai misi menyelamatkan manusia dari fitnah Dajjal dan membersihkan segala penyimpangan agama, ia akan bekerjasama dengan Imam Mahdi memberantas semua musuh-musuh Allah.

Intinya, misi Isa bin Maryam ketika turun ke muka bumi sebagaimana diterangkan dalam berbagai hadits adalah:
(1) membunuh Dajjal,
(2) menghancurkan salib-salib,
(3) membunuh babi,
(4) memberlakukan jizyah dan setelah berimannya umat-umat lain baru mengapuskan jizyah,
(5) menghancurkan agama selain Islam dan yang tersisa di muka bumi hanyalah Islam,
(6) memusnahkan Ya’juj dan Ma’juj, serta
(7) menjadi imam dan hakim yang adil dengan menegakkan syari’at Islam.


Dari Abu Hurairah RA, bahwa Nabi SAW bersabda, "Tidak ada antara aku dan dia (nabi Isa AS) seorang nabi pun. Nabi Isa kelak akan turun, dan jika kalian melihatnya maka kenalilah (akuilah) dia. Dia adalah lelaki dengan tubuh sedang (tidak tinggi dan tidak pendek), berkulit merah keputih-putihan, mengenakan pakaian berwarna kekuning-kuningan dan tidak terlalu besar. (wajahnya) bersih dan cerah. Dia akan memerangi manusia untuk menegakkan kembali Islam, ia akan menghancurkan salib, membunuh babi dan memberlakukan jizyah. Ketika itu (jaman kedatangan nabi Isa) Allah akan menghancurkan semua agama selain Islam, ia juga akan menghancurkan Dajjal. Ia akan tinggal di dunia selama empat puluh tahun, kemudian ia meninggal dunia lagi dan kaum muslimin pun menyalatinya." Shahih: Qishshah Ad-Dajjal, Ash-Shahihah (2182).

Kamu Akan Memerangi Jazirah Arab

Rasulullah bersabda, “Kamu akan memerangi semenanjung Arabia. Maka musuh pertama yang memerangi Al Mahdi (setelah terjadinya pembenaman tentara Sufyani yang pertama ke dalam bumi) adalah pasukan semenanjung Arab yang terdiri dari kaum Muslimin dan dipimpin oleh seorang laki-laki yang berasal dari suku Quraisy (Laki-laki ini ada kemungkinan adalah laki-laki yang bernama Sufyani berdasarkan kitab Al Qurthubi yang berjudul: At Tadzkirah). Yang mana ia meminta kepada suku para pamannya yaitu suku Kalab (sebagian orang mengatakan bahwa para penguasa/emir - Kuwait berasal dari suku Kalab). Kemudian mereka berangkat untuk memerangi Al Mahdi, akan tetapi Imam Mahdi mengalahkan mereka dengan seburuk-buruk bentuk kekalahan serta mendapatkan harta rampasan perang yang luar biasa banyaknya.”

Sebagian riwayat hadis menyebutkan: “Adalah suatu kerugian bagi siapa saja yang tidak pernah melihat harta rampasan perang suku Kalab. Dan dengan perang ini, maka dapatlah Al Mahdi menaklukkan dan berkuasa terhadap seluruh semenanjung Arabia.”

Disini Kuwait pun takluk juga dan yang dikatakan negara yang lebih kecil dari tulang ekor akan kembali ke tubuhnya. Dan wilayah negara kuwait ternyata benar-benar mirip tulang ekor.

Dari Abu Hurairah Ra., bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda:"Tidak terjadi hari qiamat sehingga Sungai Furat (Sungai Euphrates, yaitu sebuah sungai yang ada di Iraq) menjadi surut airnya sehingga kelihatan sebuah gunung dari emas. Banyak orang yang terbunuh karena memperebutkannya. Maka terbunuhlah sembilan puluh sembilan dari seratus orang yang berperang. Dan masing-masing yang terlibat berkata. "Mudah-mudahan akulah orang yang selamat itu.

"Di dalam riwayat lain disebutkan: "Sudah dekat suatu masa di mana Sungai Furat akan menjadi surut airnya lalu kelihatan perbendaharaan dari emas, maka siapa saja yang hadir di situ janganlah ia mengambil sesuatu pun dari harta itu." (HR. Bukhari Muslim).

Sementara itu akibat mulainya rangkaian 3 tahun kemarau, di seputar wilayah Iraq telah terlihat gunung emas dari sungai Efrat dan muncul pula hamparan permata diseputar wilayah Syria, saat itu juga bangsa-bangsa lain termaksut Rum disibukkan dengan pengiriman pasukan-pasukan ke Iraq dan Syria dan saling berperang merebutkan gunung emas Efrat dan permata, mungkin disebabkan semua negara-negara ini butuh harta berlimpah untuk menanggung krisis akibat rangkaian 3 tahun kemarau, kekeringan, kebakaran, kelaparan dan asap dan bencana-bencana multi dimensi lain di negerinya. Bencana kemarau tidak terlalu mengefek di Arab dan kebakaran hutan pun tidak ada, sumber air zam-zam juga aman.

Rasul bersabda, “Kamu akan memerangi semenanjung Arabia, lalu Allah akan menaklukkannya untukmu. Setelah itu Persia, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian Rum, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu. Kemudian kamu akan memerangi Dajjal, dimana Allah akan menaklukkannya untukmu.” Diriwayatkan oleh Muslim dari Nafi’ bin ‘Atabah. Diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dan Ibn Majah.

Karena sebab kedua harta simpanan ini, tentara Mahdi menjadi aman dari gangguan bangsa Rum dengan perjanjian tidak ikut serta dalam perebutan 2 harta karun tersebut dan lalu dimanfaatkan Imam Mahdi menyibukan diri pula menaklukkan dan menggalang kekuatan di semanjung Arab lainnya, itulah bagian strategi Imam Mahdi, yang salah satu tujuannya agar mengulur waktu agar tentara Muslim lebih tambah kuat dahulu.

Dan setelah menguasai semenajung Arab dan kekuatan terkumpul, akhirnya tentara Mahdi bergabung dengan bangsa Rum melawan Persia yang mungkin dibantu oleh pasukan Rusia, China dan India atau yang disebut suku Khuz dan Kirman, kemungkinan sebabnya adalah perpanjangan masalah Iraq dan Syria dengan gunung emas Efrat dan permatanya, dan bangsa Rum seakan-akan memanfaatkan tentara Mahdi agar tujuan mereka mendapatkan harta karun berhasil, padahal tentara Mahdi tidak ada minat untuk mengambil harta ini saat itu karena memang belum saatnya dibagi-bagikan oleh Imam Mahdi pada rakyatnya, dan ini padahal malahan jadi manfaat bargaining dari Imam Mahdi untuk mendapatkan keuntungan dan keamanan dari kerjasama ini. Setelah Persia kalah dan tentara Imam Mahdi balik ke Madinah, terjadilah pengkhianatan dari bangsa Rum. Pertempuran melawan bangsa Rum akan berkecamuk di Syiria, dekat kota Damaskus, yakni disuatu tempat yang bernama A’maq dan Dabiq: “Kiamat takkan terjadi sehingga bangsa Romawi singgah di Al-A’maq* atau di Dabiq*. Lalu mereka diserbu oleh balatentara dari Madinah, yang merupakan penduduk dunia yang terbaik waktu itu. (Muslim bin Hajjaj dari Abu Hurairah RA) *Al-A’maq dan Dabiq adalah nama dua tempat di Syria dekat kota Halab (Alepo).

Dari auf bin malik bahwasanya Rosulullah bersabda; `hitunglah enam hal menjelang kiamat, yaitu: kematianku, kemudian penaklukan baitul maqdis, kemudian kematian massal seperti penyakit qu`as pada kambing, kemudian melimpahnya harta, hingga seseorang di beri seratus dinar, ia masih merasa tidak suka, Kemudian fitnah yang memasuki setiap rumah orang Arab, kemudian perdamaian antara kamu dan bani ashfar [kafir] lalu mereka berhianat dan mendatangi kamu dengan 80 panji yang di setiap panjinya ada 12000 prajurit. HR Bukhori

Rasulullah S.A.W. dalam hadist menyebutkan bahwa ini adalah rangkaian dari perang yang berlarut larut, yang akan dimulai ketika umat muslim sedang dalam keadaan sangat lemah, hingga pada akhirnya umat muslim akan memimpin dunia. Dan ini akan menjadi masa fitan (carut marut) terbesar, tetapi juga akan menjadi masa penuh berkah

Friday, 23 September 2016

Kisah As-Sufyani (Diktator Yang Mengejar Al-Mahdi)

Sebelum kedatangan Imam Mahdi akan muncul keluarga Sufyani. Mereka sangat keji, suka membunuh, dan tidak pernah beribadah kepada Allah. Ada salah satu hadist yang membuktikannya.

Hudzaifah al-Yamani (ra) meriwayatkan, Sesungguhnya Nabi (SAW) pernah menyebutkan fitnah yang akan terjadi antara orang Timur dan Barat. Beliau (SAW) pernah berkata, ….kita juga akan mendapatkan ujian, (yaitu) akan muncul Sufyani dari bukit tandus. Ia berkuasa di Damaskus, kemudian mengutus dua bala tentara. Tentara pertama diperintahkannya menuju ke arah timur, sedangkan tentara kedua menuju ke Madinah, Ketika mereka sampai di negara Baylonia, tepatnya di sebuah kota yang dilaknat, mereka membunuh lebih dari 3000 jiwa. Dan memperkosa tak kurang dari 100 orang wanita. Mereka menymbelih 300 kambing milik sebuah kaum Bani Abbas.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas (ra), ia berkata, Sufyani akan muncul dan melakukan peperangan, mereka membelah perut-perut wanita hamil dan memasak bayi-bayi mungil dalam kuali besar.
Sabda Nabi SAW, “Sebelum (munculnya) al-Mahdi, as-Sufyani akan muncul bersama-sama 360 pasukan (tentera) berkuda, kemudian dengan diiringi oleh 30,000 (tentera) yang dipimpin oleh Kalb, iaitu bapa saudaranya. As-Sufyani kemudian mengerahkan askarnya ke Iraq. Dalam serangan ini, 100,000 orang terbunuh di Zaurak, iaitu suatu kota di Timur. Setelah itu, mereka menyerbu Kufah. Lantas (ketika itu) muncullah Panji-panji (Hitam) dari Timur. Yang memegang benderanya ialah seorang Pemuda dari Bani Tamim yang digelarkan Syuaib bin Saleh. Dia (at-Tamimi itu) kemudian menyerang sekelompok tawanan daripada penduduk Kufah dan membunuh semuanya. Setelah itu as-Sufyani mengerahkan sebahagian tenteranya (pergi menyerang) Madinah. Mereka terus menyerang Madinah selama tiga hari lalu menuju ke Makkah. Ketika mereka sampai di al-Baidak, Allah memerintahkan Jibril supaya menghentakkan kakinya dengan sekali hentakan, yang mana dengan hentakan itu, mereka jadi terbenam ke dalam bumi sehingga tidak berbaki melainkan dua orang yang kemudian menyampaikan (perihal) peristiwa tersebut kepada as-Sufyani. Tetapi as-Sufyani tidak menghiraukannya. Lalu dia mengirimkan dua orang (keturunan) Parsi untuk meminta bantuan (kerajaan Romawi) menaklukkan Kostantinopel. Oleh raja Romawi, permintaannya ini segera dikabulkan (lalu dihantar pasukan tentera yang ramai untuk membantu). Tetapi ketika kedua-dua orang (utusan) ini sampai di pintu gerbang Damsyik, mereka dibunuh orang. Selain itu, as-Sufyani juga membunuh orang yang mengingkari dirinya, bahawa ada seorang perempuan duduk-duduk di atas pahanya di pintu gerbang di Damsyik. Ketika itulah terdengar satu seruan dari langit, “Wahai (sekalian) manusia, sesungguhnya Allah telah membinasakan orang-orang yang zalim, orang-orang munafik dan sekutu-sekutu mereka. Allah telah mengangkat seorang yang terbaik dari umat Muhammad SAW sebagai pemimpin kamu semua. Oleh itu, sambutlah dia di Makkah. Dia adalah al-Mahdi yang bernama Ahmad bin Abdullah.” Lalu ada satu pertanyaan kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, bagaimanakah kami dapat mengenalinya?” Jawab baginda, “Dia adalah dari keturunanku, iaitu perawakannya seakan-akan Bani Israel, kulitnya kemerah-merahan seolah-olah wajahnya bercahaya laksana bintang, pipi kanannya bertahi lalat hitam (yang hidup). Dia tampan orangnya, berusia 40 tahun. Dia akan didatangi oleh Wali-wali Abdal dari Syam, Wali-wali Nujabak dari Mesir, Asoib dari Timur dan pengikut-pengikutnya. Mereka kemudian pergi ke Makkah bersama-sama, lantas (setelah membaiat Imam Mahdi) berangkat (pula) ke Syam. Waktu itu, Jibril berada di depannya dan Mikail berada di belakangnya. Penghuni langit, penduduk bumi, burung-burung, binatang buas dan ikan-ikan di laut semuanya suka/redha kepadanya. Air menjadi mudah (didapati) di mana-mana negeri pun yang dikuasainya, sungai-sungainya mengalir (deras dan banyak), harta karun (melimpah ruah dan) mudah didapati. Dia lantas pergi ke Syam dan menyembelih as-Sufyani di bawah pokok yang dahan-dahannya (menjulur) sampai ke Laut Tibriyah.”

Sabda Nabi SAW, "Seorang lelaki bernama As-Sufyani akan datang dari tengah kota Damsyik. Kebanyakan tenteranya adalah dari Bani Kalb. Dia akan membunuh (ramai orang) sehingga memperkosa wanita dan membunuh kanak-kanak. Maka datanglah suatu kaum dari Qais lalu membunuh mereka semuanya. Kemudian keluarlah seorang lelaki dari ahli keluargaku di Al-Hirrah dan berita itu sampai kepada As-Sufyani. Dia segera menghantar pasukan tenteranya tetapi menderita kekalahan (teruk). As-Sufyani bangun memimpin sendiri pasukan tenteranya sehingga mereka sampai di kawasan gurun lalu ditelan oleh bumi.”


Kerancuan gambaran dari kedua berita ini adalah “Ketika mereka sampai di al-Baidak, Allah memerintahkan Jibril supaya menghentakkan kakinya dengan sekali hentakan, yang mana dengan hentakan itu, mereka jadi terbenam ke dalam bumi sehingga tidak berbaki melainkan dua orang yang kemudian menyampaikan (perihal) peristiwa tersebut kepada as-Sufyani. Tetapi as-Sufyani tidak menghiraukannya.” Dengan “Kemudian keluarlah seorang lelaki dari ahli keluargaku di Al-Hirrah dan berita itu sampai kepada As-Sufyani. Dia segera menghantar pasukan tenteranya tetapi menderita kekalahan (teruk). As-Sufyani bangun memimpin sendiri pasukan tenteranya sehingga mereka sampai di kawasan gurun lalu ditelan oleh bumi”

Sunday, 18 September 2016

mengapa terjadi Asap yang menutupi Seluruh bumi ?

di antara yang diingatkan oleh baginda Rasulullah SAW tetang kedahsyatan peristiwa akhir zaman adalah adanya asap global yang menyelimuti seluruh dunia. Asap itu, sebagaimana yang termuat dalam hadits Rasulullah SAW adalah salah satu di antara yang paling dingatkan oleh Allah akan bahaya yang ditimbulkannya.Rasulullah bersabda :

dan rabbmu telah memperingtkanmu tentang tiga hal : ( pertama )
asap yang akan mengakibatkan orang mukmin seperti demam dan
kepada orang kafir sehingga ia melepuh ( pecah ) dan keluar asap
setiap telinganya, yang kedua adalah binatang,yang ketiga adalah dajjal

Hubungan asap global dengan kegelapan total adalah bahwa asap tersebut akan menutupi
seluruh permukaan bumi, yang akibatnya permukaan bumi akan tertutup oleh asap hitam,
sinar matahari akan terhalang hingga bumi akhirnya mengalami kegelapan selama beberapa
waktu.inilah yang diingatkan Allah dalam kitab-nya :

maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata,yang meliputi manusia.
inilah azab yang pedih.
( Ad-Dukhan [44] : 10-11
161. Dikeluarkan oleh ibnu jarir dan diriwayatkan oleh thabrani dan abu malik, Al-Asy’ari dan sanadnya adalah jayyid



mengapa terjadi Asap yang menutupi Seluruh bumi ?
    
     dimana telah dijelaskan efek yang ditimbulkan akibat hujan meteor
yang menimpa bumi. Kerasnya hantaman telah menyebabkan naiknya
partikel- partikel bumi dalam jumlah yang sangat besar. Debu-debu akan
beterbangan dan naik ke langit. Akibatnya langit menjadi gelap pekat,
sehingga terhalanglah sinar matahari untuk sampai ke bumi. Riwayat Ibnu
Abbas di muka juga menjelaskan hubungan yang erat antara hujan meteor
dengan adanya Asap global yang menutupi seluruh permukaan bumi.

     untuk lebih jelasnya, berikut kami kutipkan apa yang ditulis oleh
  wisnu sasongko dalam salah satu tulisannya :
                                                                                                                                                                                    

      Marilah kita memahami bahwa hipotesis awal fenomena munculnya
Asap Global/Ad-Dhukan adalah akibat jatuhnya meteor ke bumi.
ledakannya menimbulkan debu-debu yang beterbangan di angkasa,
bumi seluruhnya tertutup asap.untuk menguatkan hipotesis ini, marilah
kita membuat perbandingan tentang kemungkinan-kemungkinan yang
lain, misalnya kebakaran hutan,ledakan gunug berapi,ledakan nuklir.
fenomena tersebut sangat memungkinkan bagi munculnya Asap global,
hanya saja apakah hal tersebut memenuhi kriteria yang di isyaratkan dalam
Al-Qur’an bahwa Asap tersebut menyelimuti seluruh manusia dan seluruh ( Ad-Dhukan : 10-11 )



      dalam buka yang berjudul ilmu pengetahuan populer  jilid 3,
disebutkan bahwa sumber adanya debu di angkasa adalah semburan
gunung berapi,atau angin yang mengembus dari padang pasir di bumi
atau dari tanah subur yang menjadi tandus karena musim kemarau yang
berkepanjangan. Asap yang keluar dari cerobong-cerobong asap juga
menambah jumlah debu di angkasa. Debu meteor dari angkasa luar yang
memasuki atmosfer bumi dapat juga menjadi inti dalam pembentukan
awan. Berikut di bawah ini beberapa fenomena yang ditengarai sebagai
sumber asap, yaitu :

              pertama, aktivitas pabrik dan kendaraan bermotor. Kegiatan
industri dan transportasi yang berbahan dasar minyak dan batubara
(bahan bakar fosil) ditengarai telah menjadi penyebab banyaknya gas-gas
(CO2-karbondioksida,CH4-metana dan N2O-Nitrous Oksida) di atmosfer,
yang menimbulkan efek rumah kaca ( ERK ), sehingga menyebabkan suhu
pada sebagian belahan bumi menjadi panas.


        sebuah buku seri perubahan iklim menyebutkan, bahwa ketika
revolusi industri baru dimulai sekitar tahun 1850, konsenstrasi salah
satu GRK (Gas Rumah Kaca ) penting yaitu CO2 di atmosfer batu 290
ppmv ( part per million by volume ), saat ini ( 150 tahun kemudian )
telah mencapai sekitar 350 ppmv. Jika pola konsumsi, gaya hidup, dan
pertumbuhan penduduk tidak berubah, 100 tahun yang akan datang
konsentrasi CO2 diperkirakan akan meningkat menjadi 560 ppmv atau
dua kali lipat dari zaman pra-industri. Akibatnya, dalam kurun waktu
100 tahun mendatang suhu rata-rata bumi akan meningkat hingga 4-5
derajat celcius.

Tuesday, 6 September 2016

Akan Terjadi Peristiwa-Peristiwa Besar, Dunia Diambang Kiamat


Dari Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari Radhiallahu’anhu, Dia berkata :
Nabi melihat kearah kami ketika kami sedang berbincang-bincang. Beliau bersabda, “Apa yang kalian bincangkan? “Mereka menjawab, “Kami membincangkan hari Kiamat. “Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya hari Kiamat tidak akan terjadi sampai kalian melihat sebelumnya 10 tanda_lantas Beliau menyebutkannya_Asap,Dajjal,Binatang, Terbitnya matahari dari tempat tenggelamnya, Turunnya Isa bin Maryam, Ya’juj dan Ma’juj dan 3 pembenaman di barat, dan pembenaman di Jazirah Arab, dan yang terakhir dari itu aialah Api yang keluar dari Yaman, menggiring manusia dari tempat berkumpulnya mereka (mahsyar).(HR. Muslim, Shahih Muslim, kitab Al-fitan wa Asyrath, hadits no.2901,,)

Penjelasan

Hadits ini memaparkan tentang tanda-tanda besar kiamat. Data yang di dapat pada haits ini adalah Isa 'Alaihisalam akan turun, menurut keterangan yang paling kuat, pada masa Al-Mahdi untuk membunuh Dajjal. Pada hadits ini terdapat paparan yang gamblang bahwa Al-Mahdi itu muncul pada priode yang sama dengan terjadinya tanda-tanda kiamat besar. Dan dapat kita ketahui bahwa Ad-Dukhan terjadi sebelum Dajjal, dan asap inilah yang mengakibatkan perubahan esensial bumi secara menyeluruh, yang berkaitan erat dengan terjadinya banyak gempa, pembenaman ke dalam tanah, pelemparan batu dari langit, serta pakceklik dahsyat di bumi. Peristiwa-peristiwa ini menjadi persiapan untuk kemunculan Al-Mahdi, Insya Allah

Dari Abdullah bin Hawalah Radhiallahu’anhu, Dia Berkata, “Rasulullah bersabda kepadaku :
Wahai Ibn Hawalah, apabila engkau melihat kekhalifahan sudah turun dibumi yang di sucikan, sungguh telah dekat saat terjadinya banyak gempa,kekacauan, dan berbagai perkara besar. Hari Kiamat pada waktu itu lebih dekat kepada manusia dari pada tanganku ini daripada kepalamu.(HR.Abu Dawud, Sunan Abi Dawud, Kitab Al-Jihad, Hadits no. 2535)

Penjelasan


            Hadits ini dengan jelas mengutarakan  keberkaitan antara sejumlah peristiwa-peristiwa besae dengan turunnya kekhalifahan di Baitul Maqdis. Bukti yang di dapat adalah turunnya khilafah di Baitul Maqdis itu yang menunjuk Isyarat pada masa Al-Mahdi, sekaligus juga menunjukkan berbagai peristiwa besar yang menhadi perdahuluan atau persiapan untuk kemunculan Al-Mahdi. Insya Allah

Friday, 2 September 2016

Dahsyatnya Ad-Dukhan (Asap), Adzab bagi Manusia

           
Sudah diketahui tanda asap dan Dajjal adalah dua tanda dari sekian banyak tanda-tanda kiamat besar. Bahasan ini berisi ijtihad dalam memahami apa yang memahami apa yang dimaksud dengan tanda asap. Ijtihad ini dilakukan bedasarkan ayat-ayat Al-Qur’an yang menunjukkan tanda-tanda hari Kiamat. Sebagai tambahan, sebagai disertakan sejumlah atsar ulama salaf yang menunjukkan sehunungan tanda ini dengan di jatuhkannya serpihan dari langit, kemudian di sempurnakan pula dengan sejumlah indikasi yang berkenaan dengan bahasan ini sevagai pelengkap dari pendahuluan keempat pada bahasan yang lalu tentang deskripsi tanda-tanda kemunculan Dajjal. Tentunya ijtihad kepastian. Penjelasan secara terperinci itu terdapat pada dua pokok pembicaraan berikut :

Allah Subhanahu Wata’ala berkalam
Maka tunggulah ketiaka langit membawa asap yang nyata. Yang meliputi manusia. Inilah siksa yang pedih. (Mereka berdo’a), “Wahai pemelihara kami, lenyapkanlah dari kami adzab itu. Sesungguhnya kami akan berman. “Bagaimanakah mereka dapat menerima peringatan, padahal telah datang kepada mereka seorang rasul yang memberi penjelasan. Kemudian mereka berpaling kepadanya dan berkata, “Dia adalah seorang yang menerima ajaran(dari orang lain) lagi pula seorang yang gila. “Sesungguhnya (kalau) kami akan melenyapkan siksaan itu sedikit dari kalian pasti akan kembali(ingkar).(Ad-Dukhan [44]: 10-15)

Penjelasan

1.     Kalam Allah Subhanahu Wata’ala kepada Nabi-Nya: “Maka Tunggulah....”, ini merupakan bahwa tanda ini pasti terjadi, tidak bisa tidak
2.     Dari ayat ini didapatkan kejelasan bahwa asap itu menyelimuti manusia. Penyelimutan itu mengandung sejumlah makna, diantaranya, diantaranya makna mendatangi, menutupi , dan ketakutan.(silahkan lihat Ibnu Manzhur: Lisan Al-‘Arab 15/126 dan sesudahnya)
3.     Penyifatan asap dengan siksa yang pedih itu merupakan petunjuk yang jelas, asap tersebut sebagai hukuman yang mengerikan yang menimpa manusia. Karena yang memberikan sifat siksa ini sebagai adzab yang pedih dan menyakitkan.
4.     Kalam Allah bahwa dia akan menghilangkan siksa itu sebentar mengisyaratkan peristiwa ini dekat waktunya dengan kiamat, yang merupa kan bencana besar. Inilah makna yang paling jelas yang di tunjukkan oleh ayat-ayat tersebut, yang menunjukkan asap sejati yang jelas, tidak diragukan lagi walau hanya dinyatakan oleh dua orang sekalipun itu adalah asap. Asap ini akan menerpa bumi dan menutupi pandangan manusia..Oleh karena itu orang-orang berdoa  dan berlindung kepada Allah agar Dia menghilangkan adzab itu dari mereka.


Wednesday, 31 August 2016

Akan Terjadi Hujan Meteor Di Akhir Zaman

Hujan bebatuan dari langit adalah hukuman yang masih akan berlangsung sampai masa mendatang. Allah Swt
 berfirman :
قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ انْظُرْ
كَيْفَ نُصَرِّفُ الآيَاتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

Katakanlah: “Dialah yang berkuasa untuk mengirimkan azab kepadamu, dari atas kamu atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebahagian) kamu keganasan sebahagian yang lain. Perhatikanlah, betapa Kami mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami silih berganti agar mereka memahami (nya). (QS. Al-An’am [6]: 65)

Menafsirkan ayat tersebut, shahabat Ubay bin Ka’ab mengatakan: ‘Keempat hal ini adalah siksaan dan keempatnya akan pasti terjadi. Dua hal telah terjadi, yaitu dua puluh lima tahun setelah wafatnya Nabi SAW. Keduanya adalah mereka ditimpa perpecahan menjadi berbagai golongan, lalu satu sama lainnya saling menimpakan keganasan (perang sesame muslim-pent). Dua hal lainnya pasti akan terjadi, yaitu al-khasfu (gempa bumi) dan ar-rajmu (pelemparan bebatuan).”

Penjelasan:
Riwayat di atas secara tegas menjelaskan bahwa hukuman-hukuman tersebut tidak disebutkan dalam konteks ancaman, melainkan isyarat bahwa pada masa mendatang hukuman-hukuman tersebut akan menimpa umat ini. Dua hukuman telah terjadi yaitu perpecahan umat menjadi banyak golongan, lalu terjadinya peperangan antar berbagai golongan tersebut. Tersisa dua hukuman, yaitu pelemparan dari langit dengan meteor atau batu-batu kecil, dan gempa serta penenggelaman ke perut bumi. Dalam banyak hadits telah ditegaskan bahwa di antara tanda-tanda kiamat adalah gempa bumi yang menimpa umat ini. Gempa terbesar yang paling penting ada tiga: gempa di timur, gempa di barat, dan gempa di jazirah Arab. Adapun hujan meteor atau komet dari angkasa, maka riwayat di atas mengisyaratkan bahwa hal itu pasti juga akan terjadi. Bukti-bukti situasi dan konteks ayat menunjukkan adanya keterkaitan antara dua pertanda ini. Boleh jadi gempa dahsyat terjadi akibat hujan meteor dari langit.
Allah SWT berfirman:
أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَى مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالأرْضِ إِنْ نَشَأْ نَخْسِفْ بِهِمُ الأرْضَ أَوْ نُسْقِطْ عَلَيْهِمْ كِسَفًا مِنَ السَّمَاءِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَةً لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ
Maka apakah mereka tidak melihat langit dan bumi yang ada di hadapan dan di belakang mereka? Jika Kami menghendaki, niscaya Kami benamkan mereka di bumi atau Kami jatuhkan kepada mereka gumpalan dari langit. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Tuhan) bagi setiap hamba yang kembali (kepada-Nya). (QS. Saba’ [34]: 9)

Penjelasan:
Ayat ini mengaitkan jatuhnya meteor dari langit dengan kehendak Allah SWT. Isyaratnya menunjukkan pada masa yang akan datang. Al-Kisaf adalah potongan-potongan (benda langit) yang jatuh dari langit. Isyarat akan terjadinya Al-Kisaf dalam ayat ini berbeda dengan isyarat akan terjadinya al-hashib. Sebab, al-kisaf adalah potongan-potongan besar yang lebih menyerupai meteor. Adapun al-hashib adalah bebatuan kecil.
Setelah menjelaskan kemungkinan terjadinya hujan meteor, ayat di atas mengingatkan bahwa tidak ada yang bisa mengambil manfaat dan pelajaran dari tanda-tanda atau peringatan keras tersebut kecuali hamba yang bertaubat kepada Allah SWT, atau orang yang berilmu yang memahami kekuasaan dan sunah Allah SWT dalam mengatur alam semesta.

Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Akan terjadi pada umat ini – atau umatku: perawi ragu-ragu lafal mana yang lebih benar – gempa dahsyat, atau pengubahan bentuk, atau pelemparan (batu-batu dari langit) atas para pengingkar takdir.”

Dalam riwayat lain:
“Menjelang kiamat akan terjadi pengubahan bentuk, gempa dahsyat, dan pelemparan (hujan bebatuan dari langit).”

Dalam riwayat lain:
“Pada masa akhir umatku akan trjadi gempa dahsyat, pengubahan bentuk, dan pelemparan.”


Penjelasan:
Hadits di atas menjelaskan tiga bentuk siksaan Allah SWT yang akan menimpa sebagian umat ini, di antaranya adalah ‘pelemparan’, yaitu pelemparan bebatuan dari langit.

Friday, 26 August 2016

Anda Wajib Tau


Silsilah Nabi Muhammad

Nama lengkap: Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul Muttalib bin Hashim
Nama ayah: ‘Abdullah bin ‘Abdul Muttalib bin Hashim
Nama ibu: Aminah binti Wahab bin ‘Abdul Manaf

Nama kakek dari pihak ayah: Syaibah bin Hâsyim dikenal dengan nama ‘Abdul Muttalib
Nama nenek dari pihak ayahFatimah binti Amr bin `A'idh bin Imran bin Makhzum
Nama kakek dari pihak ibu: Wahab bin Abdulmanaf bin Zuhrah bin Kilab.
 Nama nenek dari pihak ibu: Barrah binti Abdul-Uzza bin Usman bin Abduddar bin Qushay

Paman-paman:
  1. Al-Harith bin Abdul Muthalib
  2. Muqawwam bin Abdul Muthalib
  3. Zubair bin Abdul Muthalib
  4. Hamzah bin Abdul Muthalib
  5. Al-Abbas bin Abdul Muthalib
  6. Abu Thalib bin Abdul Muthalib
  7. Abu Lahab bin Abdul Muthalib
  8. Abdul Kaabah bin Abdul Muthalib
  9. Hijl bin Abdul Muthalib
  10. Dzirar bin Abdul Muthalib
  11. Ghaidaq bin Abdul Muthalib

Nama Ibu susuan Rasulullah:
  • Ibu susuan pertama Thuwaibah (hamba perempuan Abu Lahab)
  • Ibu susuan kedua Halimah binti Abu Zuaib As-Sa‘diah (lebih dikenali Halimah As-Sa‘diah. Suaminya bernama Abu Kabsyah). Halimah punya anak perempuan bernamaAsy-Syaima' yang kemudian menjadi tawanan perang Hunain dan kemudian dibebaskan.
    Nama isteri pertama dan usia baginda menikah:
    • Khadijah binti Khuwailid Al-Asadiyah pada usia 25 tahun
    Nama isteri-isteri Rasulullah:
    1. Khadijah bt. Khuwailid al-Asadiyah r.a
    2. Saudah bt. Zam’ah al-Amiriyah al Quraisiyah r.a
    3. Aisyah bt Abi Bakr r.a (anak Saidina Abu Bakar)
    4. Hafsah bt. Umar bin al-Khattab r.a (anak Saidina ‘Umar bin Al-Khattab
    5. Ummu Salamah Hindun bt. Abi Umaiyah r.a (digelar Ummi Salamah)
    6. Ummu Habibah Ramlah bt. Abi sufian r.a
    7. Juwairiyah ( Barrah ) bt. Harith
    8. Safiyah bt. Huyay
    9. Zainab bt. Jansyin
    10. Asma’ bt. al-Nu’man al-Kindiyah
    11. Umrah bt. Yazid al-Kilabiyah
    12. Zainab bin Khuzaimah (digelar ‘Ummu Al-Masakin’; Ibu Orang Miskin)
    Nama anak-anak Rasulullah:
    1. Qasim
    2. Abdullah
    3. Ibrahim
    4. Zainab
    5. Ruqaiyah
    6. Ummi Kalthum
    7. Fatimah Al-Zahra’
    8. Halah bin Hind bin Habbasy bin Zurarah al-Tamimi (anak kepada Saidatina Khadijah bersama Hind bin Habbasy. Ketika berkahwin dengan Rasulullah, Khadijah adalah seorang janda). Jadi beliau ini adalah anak tiri Rasulullah

    Thursday, 25 August 2016

    Dampak kerusakan Suasana DI Akhir Zaman

    Kerusakan yang bertumpuk-tumpuk, kezhaliman yang tindih-menindih, kesyirikan dan bid’ah yang merajalela, dan kemungkaran yang semakin sulit di bendung. Itulah rumitnya suasana fitnah di akhir Zaman. Kebenaran sulit dibedakan dari kebathilan, halal dan haram sulit dipisahkan, hal yang baik bercampur baur dengan hal yang buruk. Pada kebanyakan manusia mereka tertipu, terpedaya, dan terbawa oleh arus fitnah yang ada. Keimanan dan kekafiran seakan-akan bukan perkara yang besar bagi mereka, demi tetap hidup dan meraih kehidupan duniawi yang lebih baik, menjual agama tanpa harga pun tidak menjadi masalah.

    Dari Abu Hurairah bahwasannya Rasulullah Shallahu’alaihi Wasallam bersabda :
    Bersegeralah kalian melakukan amal shalih sebelum datangnya berbagai fitnah seperti potongan malam yang gelap gulita, pada waktu pagi seseorang masih beriman, tetapi di sore hari sudah menjadi kafir; dan pada waktu sore hari seseorang masih beriman, kemudian pagi harinya sudah menjadi kafir.(HR. Muslim: Kitabul Iman no. 169, Tirmizi: Kitabul fitan no.2121, dan Ahmad no. 7687)

    Dalam riwayat lain :
    Dari Hudzaifah bin yaman bahwasannya Rasulullah bersabda :
    Kelak Islam akan luntur sebagaimana lunturnya corak warna pakaian, sehingga tidak lagi di ketahui apa itu shaum, shalat, penyembelihan, dan sadaqah. Kitabullah benar-benar akan di angkat disuati malam, sehingga di muka bumi tidak akan tersisa walaupun sekedar satu ayatdarinya. Maka yang tersisa hanyalah kakek-kakek dan nenek-nenek yang telah tua renta. Mereka mengatakan, “Kami mendapati orang tua kami mengucapkan kalimat ini, kalimat Laa ilaaha illallahu,maka kami pun ikut-ikut mengucapkannya.(HR. Ibn Majah no. 4039 dan Al-Hakim. Sanadnya Shahih dan para perawinya adalah perawi Muslim. Dishahihkan oleh Al-Hakim, Adz- Dzahabi, Al-Bhusairi dan Al-Albani. Dalam Silsilah Al-Hadits Ash- Shahihah no. 87.)

    Jika Akhy Wa Ukhty Menganggap Blog ini Bermanfaat, Maka Bantulah Kami Untuk Menyebarkannya

    Jazakallahu Khair

    Wednesday, 24 August 2016

    Pasukan Yang Mengejar Al Mahdi Di tenggelamkan Di Al-Baida'

    Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kelak akan terjadi penenggelaman dahsyat yang akan terjadi di Al-Baida’ sebuat tempat yang terletak di antara Makkah dan Madinah. Peristiwa itu terkenal dengan penenggelaman pasukan Syam yang dipimpin oleh diktator kejam yang bernama As-Sufyani. Dalam peristiwa itu ternyata seluruh pihak yang berada di lokasi itu akan merasakan dampaknya, meskipun mereka tidak terlibat dalam pengepungan Al-Mahdi dan pendukungnya. Mereka yang ada di jalan, dipasar, dusun-dusun, seluruhnya ditenggelamkan tanpa ada yang tersisa, kecuali satu orang yang kemudian memberitakan peristiwa besar itu. Inilah mereka yang tidak tahu apa-apa harus menanggung resiko dan terkubur bersama orang-orang dzalim

    Dari Ummul Mu’minin Aisyah Radhiallahu’anha, bertutur : “Adalah Rasulullah mengigau dalam tidurnya, kamipun bertanya, “Wahai Rasulullah, dalam tidurmu engkau telah melakukan sesuatu yang belum pernah engkau lakukan.
    Lantas Beliau menjawab, Mengherankan! Ada dari umatku yang memburu seseorang dari Quraisy yang berlindung di Baitullah. Sampai mereka di Albaida’, mereka di telan bumi.”
    Kami Menjawab, “Wahai Rasulullah, bukankah dijalan itu banyak orang lain?.
    Beliau menjawab, “Benar diantara mereka memang ada yang sengaja berangkat, adayang terpaksa,dan ada juga orang yang sedang bepergian. Mereka semua Binasa seketika. Mereka akan datang dari tempat yang berbeda-beda dan akan di bangkitkan menurut niat masing-masing (HR. Bhukari: Kitab Al-Buyu’ no.1975, dan Muslim no. 5134, dengan lafal Muslim)

    Ya, mereka memang tetap beriman dan beramal shalih, tetap melazimi Dzikir dan doa, tetap lurus, dan Istiqamah, meski kelak harus merasakan benacana yang menimpa, tetaplah memiliki nilai tersendiri di sisi Allah. Meski mereka sama menderita akibat bencana dari langit, namun kematian mereka disisi Allah akan dihitung sebagai amal Shalih , menjadi Kaffarah atas dosa-dosa yang telah berlalu dan memberatkan amal kebaikan mereka di akhirat. Bahkan kematian karena tertimpa atau tenggelam tergolong salah satu bentuk kesyahidan. Dan mereka akan di bangkitkan menurut niat mereka masing-masing.

    Ada beberapa riwayat yang menjelaskan hal ini :

    Dari Abu Musa Al-Asy’ari, Ia berkata : Rasulullah  Bersabda, “Umatku ini adalah umat yang mendapat limpahan rahmat Allah. Umatku tidak akan menerima adzab(yang kekal) di akhirat. Adzab bagi umatku(telah disegerakan) didunia melalui berbaga fitnah(kekacauan,kerusakan), gempa bum, dan pembunuhan.(HR.Abu Dawud: no. 3730, Ahmad No. 18847, Al-Hakim no. 7757 dan Abi Syaibah, dinyatakan Shahih oleh Al-Hakim, Adz-Dzahabi, dan Al-Albani dalam silsilah Al-Hadits As-Shahihah no.959.)

    Dari Jabir bin Abdullah ia berkata, “saya mendengan Nabi bersabda :
    Setiap hamba kan dibangkitkan menurut kondisi ketika ia meninggal.(HR. Muslim no.5126)

    Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, “Rasulullah bersabda :

    Jika Allah telah(dalam riwayat Muslim: berkehendak) untuk mengazab suatu kaum, maka azab akan menimpa siapa saja yang di antara mereka. Kemudian mereka akan dibangkitkan menurut amalan mereka masing-masing. (HR. Al-Bukhari no.6575 dan Muslim no.5127).